Bab 039
Ia sudah masuk perangkap.
Kesadaran itu lebih dingin daripada udara AC di kamar hotel.
Kiana berbalik dan menarik gagang pintu. Tidak bergerak. Ia menarik lagi, lebih keras. Pintu hanya bergetar sedikit, lalu kembali diam, seolah sejak awal memang dirancang untuk menelan suara orang di dalam.
"Buka," katanya.
Suaranya keluar terlalu pelan.
Kiana menelan ludah. Tenggorokannya kering, tetapi tubuhnya justru panas. Lampu meja di sisi tempat tidur tampak melebar menjadi lingkaran kuning yang berdenyut. Karpet di bawah kakinya terasa terlalu empuk, membuat pijakan tidak pasti.
Jangan panik.
Panik membuat orang bodoh.
Ia mundur dari pintu dan memeriksa kamar secepat mungkin. Tempat tidur rapi. Tirai tertutup. Telepon hotel di meja. Satu pintu menuju kamar mandi. Tidak ada orang lain.
Belum.
Kiana langsung menuju telepon hotel. Jarinya menekan angka resepsionis, tetapi tombol-tombol terasa licin dan berpindah tempat. Ia salah menekan dua kali. Napasnya makin cepat.
Ia menggigit sisi dalam pipinya.
Rasa sakit kecil itu menahan pikirannya agar tidak pecah.
Akhirnya sambungan masuk.
"Front desk, selamat malam."
"Saya..." Kiana memejamkan mata. "Saya tamu gala. Saya terkunci di kamar. Saya tidak menginap. Saya butuh security. Sekarang."
"Boleh kami tahu nomor kamar, Bu?"
Kiana memandang meja samping. Tidak ada kartu kamar. Ia menoleh ke pintu, tetapi angka di balik pintu berbayang.
"Saya tidak bisa baca. Koridor samping ballroom. Pintu... pintu ketiga setelah ruang linen."
Ada jeda singkat.
"Baik, Bu. Mohon tunggu sebentar."
"Jangan sebentar. Saya..." Kiana menggenggam gagang telepon sampai buku jarinya memutih. "Saya mungkin diberi sesuatu di minuman."
Kalimat itu membuat operator terdiam sepersekian detik.
"Kami kirim security dan petugas medis hotel, Bu. Mohon tetap di dalam kamar dan jangan membuka pintu untuk siapa pun selain staf kami."
Kiana ingin tertawa pahit.
Ia memang tidak bisa membuka pintu.
Setelah menutup telepon, ia memaksa diri menjauh dari tempat tidu…
Ditinggal Tunangan, Dinikahi Petugas Damkar
Episode 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments