19

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak punya jawaban mudah. Dan itu membuat Sean marah. Bukan pada Vivi. Tapi pada situasi yang tidak bisa ia kendalikan. Dari atas, terdengar suara pintu kamar sedikit terbuka. Sean langsung menoleh. Refleks. Tegang. Namun yang keluar bukan Vivi. Bukan ayahnya. Hanya cahaya dari dalam kamar yang sedikit berubah arah. Seperti seseorang berdiri lalu bergerak di dalamnya.

Sean langsung menegang lagi. “Dia ingin merebut semuanya…” Suara Bibinya kembali muncul. Tapi kali ini tidak setegas sebelumnya. Terdengar seperti peringatan. Seperti suara yang mulai kehilangan tempatnya.

Sean menatap tangga lagi. Lalu ke adik-adiknya. Lalu kembali ke atas. Wajahnya masih keras. Tapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang mulai retak pelan. Ia tidak tahu harus percaya siapa. Bibi Helda yang selama ini dianggap seperti perpanjangan ibu mereka yang hilang atau Vivi yang setiap hari justru membuat rumah ini tetap berjalan tanpa diminta apa-apa.

Sean akhirnya berbalik pelan. Bukan naik. Bukan turun. Tapi duduk di anak tangga. Menunduk. Tangan kecilnya mengepal di lutut. Untuk pertama kalinya sejak Vivi datang ke rumah ini, Sean tidak sedang menyusun rencana untuk “menang”. Ia sedang bingung. Dan kebingungan itu jauh lebih berbahaya daripada kemarahan.

***

Sejak kamar baru itu selesai, Sean mulai merasa ada sesuatu yang berubah di rumah mereka. Bukan perubahan besar.Bukan sesuatu yang langsung terlihat. Tetapi cukup untuk membuatnya gelisah.

Pagi hari, Ayah dan Vivi turun bersama untuk sarapan. Tidak bergandengan tangan. Tidak terlihat seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta. Bahkan mereka masih sering canggung satu sama lain. Namun tetap saja Mereka turun dari kamar yang sama. Dan itu membuat Sean teringat lagi pada ucapan Bibi Helda.

Telepon itu datang saat Sean sedang membereskan tas sekolah. Layar ponselnya menunjukkan nama yang sudah sangat dikenalnya. Bibi Helda. Sean langsung mengangkat. "Halo, Bi."

"Sean, bagaimana keadaan di rumah?"

Sean diam sesaat. "B…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Atik Marwati

Atik Marwati

kasihan Sean gara gara tantenya jadi ga benar

2026-08-23

1

Zaiyanis Anis

Zaiyanis Anis

rusak anak baskara karena tante anak anak

2026-09-22

0

😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021

😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021

bilang aja lu mau ama bpk nya sean kan, cuma krna gk di lirik jadi lah ngehasut anak kecil

2026-08-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!