Semburat warna jingga yang semula menghiasi cakrawala di atas wahana kincir ria perlahan meredup, tergantikan oleh hamparan langit kelabu yang pekat. Angin laut bertiup lebih kencang, membawa aroma garam yang tajam dan dingin menembus sela-sela pilar megah di area pintu keluar taman hiburan. Langkah kaki keempat penguasa yang semula dipenuhi tawa ringan kini melambat, menyiratkan perubahan atmosfer yang mendadak drastis. Keheningan yang tidak biasa merayap di sekitar perimeter, seolah seluruh alam sedang menahan napas menghadapi sesuatu yang mendekat dari balik kegelapan malam.
Gawai yang melingkar di pergelangan tangan wanita bermata madu itu bergetar pendek, memancarkan seberkas cahaya kemerahan. Indikator keamanan luar menunjukkan anomali arus listrik yang tidak wajar pada sistem pencahayaan utama. Tanpa perlu perintah suara, puluhan pengawal pribadi berpakaian serba hitam yang berjaga di area parkir luar segera membentuk formasi perlindungan, mengunci setiap sudut dengan kewaspadaan penuh. Mereka bergerak tanpa suara, menyebar di antara pilar-pilar beton untuk memastikan tidak ada celah yang bisa ditembus oleh pihak luar.
Dari kegelapan koridor yang menghubungkan area luar dengan pelataran utama, sebuah siluet pria berjalan dengan ketukan langkah yang teratur. Sosok itu mengenakan setelan beludru berwarna merah gelap yang mencolok, menampilkan kesan berani sekaligus misterius di tengah dominasi warna hitam pakaian para pengawal benteng. Ketika cahaya lampu taman menerangi wajahnya, kemiripan garis wajah yang tegas dengan pria yang berdiri di samping Aurora terlihat begitu nyata, terutama pada bentuk rahang dan sorot matanya. Namun, berbeda dengan netra sang penguasa Utara yang memancarkan ketajaman, mata pria asing ini berwarna kelabu kosong, seolah menyimpan kehampaan psikologis yang mendalam dan tidak tertebak.
Pria itu adalah Valen, sosok dari masa lalu yang selama bertahun-tahun dianggap telah lenyap dari silsilah resmi keluarga. Kehadirannya secara fisi…
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL
BAYANG-BAYANG MASA LALU DI GERBANG UTARA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments