Deru mesin limosin berlapis baja milik keluarga Azrael malam itu terdengar seperti geraman monster yang sedang terluka. Di dalam kabin belakang yang kedap suara, atmosfer seketika membeku hingga ke titik minus. Oksigen terasa begitu tipis dan menyesakkan. Suasana sunyi yang mencekam itu berpusat pada satu sosok pria tegap kekar yang duduk di sudut jok kulit premium—Kaelen Azrael.
Sepasang mata merah maut sang tiran berkilat-kilat oleh amarah gila yang belum pernah terlihat sebelumnya. Rahangnya yang kokoh mengeras sempurna, dengan urat-urat biru yang menonjol di sepanjang leher dan pelipisnya. Tatapan elangnya mengunci mati raga ramping Aurora yang duduk di hadapannya.
Rae berusaha mempertahankan ekspresi wajah murninya tetap tenang, namun detak jantungnya tidak bisa berbohong; dada kembang kempisnya bergerak cepat di balik blazer hitamnya yang kini ternoda oleh darah para tentara bayaran tadi. Di leher porselen-nya, kalung pelacak platinum pemberian Kaelen terasa menghangat, seolah ikut merespons ketegangan sang pemilik.
"Kau pikir kau siapa, Sayang?"
Suara bariton Kaelen memecah keheningan. Nada suaranya tidak meledak-ledak, melainkan berupa bisikan rendah yang teramat berat, dingin, dan sarat akan titah kematian yang mengerikan. Pria itu memajukan tubuh besarnya, memperkasit jarak di antara mereka hingga aroma maskulin bercampur kayu cendana yang pekat langsung mengurung indra penciuman Rae.
"Aku melepaskan mu hari ini untuk bekerja di kantor Aletheia Tech, bukan untuk menjadi preman jalanan yang menantang maut demi menyelamatkan nyawa pria asing!" bentak Kaelen di akhir kalimatnya, tangannya menghantam dinding pembatas limosin dengan begitu keras hingga menciptakan dentuman yang menggetarkan seisi mobil.
"Dia dikepung oleh tiga puluh orang, Kaelen! Jiwa montir ku tidak akan membiarkan pembantaian pengecut seperti itu terjadi di depan mataku!" balas Rae menantang. Sepasang mata cokelat madunya berkilat berani, menolak untuk tunduk meski raga besarnya dikep…
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL
AMARAH SANG PREMAN ELIT DAN HUKUMAN POSESIF
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Icam Icam
lama lama jengkel gua sedikit sedikit adegan sex setiap bab gua rasa ada adegan sex terus, jadi bosan pergerakan rae di batasi terus oleh kaelan, udahlah skip aja
2026-07-19
1