Bab 20 - Mediasi Pertama
Hari mediasi pertama di Pengadilan Agama Jakarta Selatan datang lebih cepat dari yang Alina kira.
Ia bangun pukul lima pagi, bukan karena alarm, melainkan karena tubuhnya terlalu tegang untuk tidur. Apartemen kecilnya masih belum sepenuhnya rapi. Kardus terakhir berisi buku dan sketsa lama belum dibongkar. Kulkas baru datang kemarin sore. Di meja lipat, map dokumen tersusun rapi.
KTP.
Buku nikah.
Surat kuasa.
Daftar harta bersama.
Bukti komunikasi.
Jadwal panggilan Arka.
Foto kalung ibu.
Alina menatap semuanya seperti menatap potongan hidupnya yang dipisahkan ke dalam plastik bening.
Ia memakai kebaya sederhana warna abu muda dan rok hitam. Bukan karena ingin terlihat lemah. Bukan juga karena ingin terlihat terlalu kuat. Ia hanya ingin datang sebagai dirinya sendiri.
Nadia menjemput pukul tujuh.
Di mobil, Nadia melihat wajahnya. "Tidur?"
"Sedikit."
"Makan?"
"Roti."
"Bagus. Banyak klien saya datang mediasi dengan perut kosong lalu gemetar."
"Saya tetap gemetar."
"Tapi lebih elegan."
Alina tersenyum tipis.
Ia membuka tas untuk memeriksa map sekali lagi. Nadia tidak menghentikannya. Pengacara itu hanya membiarkan Alina menghitung ulang dokumen seperti orang menghitung napas.
"Kalau nanti mediator meminta kamu mempertimbangkan rujuk, jawab seperlunya," kata Nadia.
"Mereka pasti meminta?"
"Hampir selalu."
Alina menatap jendela mobil. "Dulu aku yang selalu mempertimbangkan. Sekarang biar pengadilan yang mendengar aku sudah selesai."
Nadia tidak menjawab. Ia hanya menyalakan lampu sein ketika mobil mendekati jalan utama. Keheningan itu membantu. Alina tidak membutuhkan pidato keberanian. Ia hanya perlu seseorang yang duduk di sebelahnya dan tidak menyuruhnya kembali demi nama keluarga.
"Kalau aku gemetar nanti, pura-pura tidak lihat," kata Alina setelah beberapa menit.
"Tidak bisa," jawab Nadia. "Aku pengacara. Tugasku melihat semuanya, lalu membuatnya tetap terlihat terkendali."
Alina tertawa kecil. "Baik. Lihat secukupnya."
Setidaknya pagi itu, h…
Saat Aku Berhenti Pulang
Episode 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
Lala lala
Btw, sinopsid dengan isi cerita koq beda ya..jauh alurnya
hrusnya alya dan raka
malah jd alina dan adrian
2026-05-15
1
Adinda
nyesek banget jadi Alina punya suami yang gak bisa move on dari mantan Dan lebih memilih mantan
2026-06-06
0
awesome moment
alina msh rada ngarep. js msh ngasih kesempatan. oon mmg 😄😄😄
2026-05-19
0