Melody melirik ke sekeliling sel yang remang-remang. Bau anyir darah yang pekat dan menusuk hidung benar-benar membuat lambungnya bergejolak.
"Buset deh, ini tempat apa jagal jagung sih? Amis banget!" gerutu Melody sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan hidungnya. "Ini gue beneran mau mati lagi apa gimana? Enak bener ya pemilik tubuh yang asli. Giliran mau mampus, jiwanya kabur terus gue yang dateng. Sakitnya gue yang rasain, bonyoknya gue yang nanggung, apesnya dapet kupon unlimited! Adil banget hidup ini, asli."
Belum sempat Melody selesai meratapi nasib kurator penderitaan ini, bunyi langkah kaki berat kembali terdengar. Pintu sel besi berderit nyaring saat dibuka paksa dari luar. Xavier berdiri di ambang pintu dengan wajah tanpa ekspresi.
"Ikut saya," ucap Xavier pendek, lalu memberi isyarat agar pengawal menarik Melody keluar tanpa kelembutan sedikit pun.
Melody diseret kembali menyusuri lorong bawah tanah yang dingin. Alih-alih dibawa ke ruang interogasi tadi, kali ini ia dibawa ke sebuah ruangan yang jauh lebih besar, namun atmosfernya sepuluh kali lipat lebih mengerikan.
DEG.
Melody spontan menelan ludahnya dengan susah payah saat matanya menangkap pemandangan di tengah ruangan. Di sana, seorang pria dengan pakaian compang-camping sudah tergantung dengan rantai besi, kondisinya jauh lebih tragis dari pengkhianat yang ia lihat sebelumnya. Dan di depan pria itu, Kaisar berdiri memunggungi mereka, memegang sebilah kapak kecil berlumuran darah segar yang menetes ritmis ke lantai. Tik... tik... tik...
"Lihat teman Anda," desis Xavier tepat di telinga Melody, memaksa gadis itu menatap ke arah pria yang tergantung. "Dia tertangkap setengah jam yang lalu saat mencoba menjemput Anda di batas kota."
Melody melongo, matanya mengerjap-ngerjap menatap pria yang sudah babak belur itu dengan tatapan kosong. "Hah? Dia... teman saya?" tanyanya dengan nada bingung yang sangat natural dan polos tanpa rekayasa. "Sumpah, Om... muka dia aja udah kayak rempeyek hancur g…
Pesona Antagonis Novel
45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Allfa Rizky
buseeeet kenapa jadi info itu yang keluar sih... TPI boleh d coba juga Pengan tau reaksi kaisar
2026-08-09
0
Erna Masliana
iya ih apes banget kebagian disiksa
2026-09-10
0