Sudut Pandang Dante
Pintu tertutup. Dan kesunyian pun tinggal. Hanya kami berdua.
Aku menatap Rebecca. Ia masih berdiri di dekat ranjang. Termenung. Seolah sedang menimbang setiap kemungkinan. Setiap konsekuensi.
"Tinggallah," kataku. Langsung. Tanpa berputar-putar.
Ia mengembuskan napas tipis lewat hidung. "Aku nggak yakin itu ide bagus," jawabnya. Jujur.
Dan aku suka itu. Karena aku tahu… kalau ia mengiyakan terlalu mudah… itu bukan dirinya.
Aku mendekat sedikit. Tanpa mendesak. Tapi cukup.
"Aku nggak akan mengurungmu di sini," ucapku. Tegas. "Kau boleh keluar. Bekerja. Melakukan apa pun yang kau mau. Aku nggak akan menghalangi."
Ia menatapku. Menelaah. Seolah mencoba melihat apakah aku berbohong. Tapi aku tidak.
"Tapi aku ingin mereka di sini," lanjutku. "Bersamaku." Suaraku keluar lebih rendah. Lebih… tulus. "Aku sudah kehilangan tujuh belas tahun." Aku mengusap wajah, menarik napas panjang. "Dan sekarang mereka mau delapan belas. Sebentar lagi mereka pergi. Kuliah… hidup mereka sendiri… Aku nggak punya banyak waktu."
Hening. Berat. Nyata.
"Tapi aku nggak akan merenggut mereka darimu," tambahku. Seketika. "Kalau kau nggak mau… nggak apa-apa." Aku mengangkat bahu. "Aku yang akan mendatangi mereka. Tiap hari, kalau perlu. Tapi aku nggak akan menjauhkan kalian."
Ia menunduk. Berpikir. Sungguh-sungguh.
Dan aku menunggu. Tanpa menekan. Tanpa mempercepat. Karena keputusan ini… harus jadi keputusannya.
Beberapa detik. Yang terasa jauh lebih lama. Hingga ia mengangkat pandangannya lagi. Dan menatapku.
"Aku nggak mau jauh darimu," kataku. Sebelum ia memutuskan. Sebelum ia bicara. Karena itu benar. Sesederhana itu. Tanpa permainan. Tanpa siasat.
Ia menarik napas dalam. Panjang. Seolah sedang bersiap.
"Baiklah," katanya.
Dan dadaku terkunci. Sesaat.
"Aku tinggal," lanjutnya. Lalu ia mengangkat jari, menuding ke arahku. "Tapi kalau kau berani mengekangku… mengontrol hidupku… atau mencoba mengurungku lagi…" Ia menyipitkan mata. "aku bawa anak-anak dan pergi."
Aku menahan sen…
Sang Mafia dan Janji yang Teringkari
Pilihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments