"Nay...Nayra, kamu di mana?"
Ardana masih belum menyerah mencari. Ia sudah dua kali mengubek seluruh isi rumah, tapi sosok Nayra tetap tidak ia temukan.
"Ya Allah, Nay. Kamu di mana? Kamu tidak pergi, kan?" Pertanyaan itu mulai ia lontarkan berulang kali. "Nay...muncullah."
Tubuh Ardana bersandar di dinding dengan lemah, lalu perlahan merosot sampai terduduk di atas lantai. Air mata mulai menggenangi matanya.
"Di mana dia....?" ucapnya bergetar.
"Aku harus cari petunjuk, ke mana dia pergi. Nayra tidak bisa pergi jauh-jauh, dia tidak mempunyai teman yang jauh selain kota ini," gumamnya mulai bersemangat mencari petunjuk ke mana kira-kira Nayra pergi
Perlahan Ardana bangkit dan berlari ke atas menuju ruangan favorit Nayra, dia langsung masuk dan membuka lemari kecil di sana.
Tidak ada hal yang dia temukan sebagai petunjuk di dalam lemari itu. Namun, saat menyusuri tahapan lemari paling bawah, Ardana melihat sebuah bungkusan kantong kresek berwarna hitam. Ia meraihnya dengan tidak sabar dan membuka isi dari kantong kresek itu.
Sebuah pakaian putih-putih seperti jas rumah sakit, lengkap dengan masker putihnya.
Ardana mengerungkan kening dalam dan berpikir keras. Ia seperti ingat sesuatu. Namun, ia masih belum menemukan apa kaitannya pakaian serba putih itu dengan kepergian Nayra.
Belum menyerah, kini ia beralih pada meja. Meja yang selalu jadi tumpuan Nayra bila sedang menulis dan merajut bahkan saat menangis, kepalanya tenggelam di sana.
"Semoga ada petunjuk dari dalam laci lemari ini," gumamnya penuh harap.
Ardana menemukan hasil rajutan terakhir Nayra, tentang hati yang patah. Ardana menggenggam lalu mengangkatnya. Ia tatap lekat-lekat dan membayangkan Nayra berada di sana.
Yang terbayang dalam bayangannya, Nayra yang menangis. "Nay...kamu pergi. Kenapa tidak memberi aku kesempatan?" ucapnya, kini disertai isak tangis. Entah tangisan yang benar-benar merasa kehilangan atau sekedar rasa takut. Takut…
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!
Bab 29 Buku Diary Nayra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
2026-08-19
1
ceuceu
nyesel arda krn tau tiana pernah hami dgn orang lain.
udah ditinggal nayra baru deh nyesel
2026-08-02
1
Rina
Makanya Arda jadi orang tuh punya prinsip dong , nyesel kan udah ditinggalin Nayra 😡😡😡
2026-04-17
1