"astaghfirullah,, ndok kamu kenapa kok bisa begini, ada apa cerita ndok" tanyak maknya yg langsung lari menghampiri jatminah.
jatminah hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun, mak dan abah jatminah melihat bercak darah di sprai milik jatminah, abahnya sangat murka saat melihat itu.
"katakan ndok siapa yg melakukan itu, abah ga terima dengan ini semua, siapa yg melakukan ini minah jawab ndok?? " tanyak abahnya dengan nada sedikit kuat
jatminah pun hanya menggelengkan kepalanya, dia juga tidak menjawab apapun itu, mereka merasa terpukul dengan keadaan anaknya sekarang, anak yg mereka jaga dengan baik bisa seperti ini, lelaki bejat mana yg melakukan ini.
Abah dan mak jatminah sangat terpukul melihat anak perempuan satu satunya mereka bisa seperti ini, mereka pun membuat keputusan untuk mak inah tidak bekerja lagi, cukup abah tejo saja yg bekerja agar aa yg menjaga jatminah dirumah.
"mak, abah punya satu keputusan mulai besok mak tidak usah bekerja lagi, cukup abah saja yang bekerja, mak ga usah, mak cukup jaga minah aja dirumah ya, abah ga mau hal seperti ini terjadi lagi, cukup keluarga kita aja yg tau jangan sampai orang lain tau, agar minah tidak merasa malu mak, sekarang dia masih trauma ? " kata abah tejo
"iya bah, mak akan jagain minah dirumah, mak juga ga mau kalo ini sampai terjadi lagi dengan anak perempuan kita satu satunya ini?? " ucap mak minah sambil menetes kan air matanya
mak minah pun pergi ke kamar jatminah untuk melihat keadaannya sekarang, ternyata jatminah sudah tertidur pulas setelah ditenangin kedua orang tuanya, mak inah merasa sangat sedih dan dia gagal menjadi seorang ibu yg bertanggung jawab menjaga anak perawannya itu.
"gustiii,,, kasian anakku dia masih polos tidak tau apa apa, mengapa ada saja orang yang menyakitinya apa salah anakku gustii? "" ucap ibunya sambil menangis dan mengusap kepala jatminah
jatminah pun terbangun melihat mak nya yg menangis melihat anak nya yg sekarang.
"ini bukan salah mak, ini salah minah mak?? minah sembarangan membuka pintu tanpa melihat siapa yg datang menemui minah mak, minah minta maaf karna tidak bisa menjaga diri minah? " ucapnya sambil meneteskan air mata
"enggak ndok, ini salah mak dan abah yg meninggalkan anak perawannya sendiri, padahal mak sama abah sudah tau kalau kamu jadi incaran lelaki bejat ndok" ucap maknya sambil memeluk jatminah
Mereka pun berpelukan hingga tertidur di kamar jatminah, abah yg melihatnya sangat merasa sedih, dia bersumpah akan mencari lelaki itu untuk membalas perbuatannya bejatnya itu terhadap anak perawannya.
"abah berjanji minah, abah akan mencari lelaki itu, abah akan membalas rasa sakit kamu mak" ucap abahnya sembari meneteskan air matanya.
Sebulan pun berlalu, semua sudah kembali normal tapi tetap mak jatminah tidak bekerja lagi melainnya sekarang menjadi ibu rumah tangga yg menjaga rumah dan anak semata wayangnya.
Sekarang jatminah sudah mulai segar dan tidak terpuruk lagi dalam kesedihannya dia sudah melupakan semuanya, dia mencoba untuk kembali tersenyum, ia tidak mau melihat mak dan abahnya sedih berlarut larut.
tapi siapa sangka setelah sebulan lebih mereka hidup tenang kini pak joko datang kembali untuk melamar jatminah dia sudah berharap bahwa ia akan diterima jatminah,apalagi jatminah sudah tidak perawan lagi, keluarga beserta jatminah pun merasa terkejut mengapa pak joko datang lagi bukan kah ia sudah ditolak mentah mentah oleh jatminah.
"tokk...tokk.....assalamu'alaikum, mak inah, abah tejo?? " panggil pak joko
abah tejo yg mendengar ketukan itu langsung pergi kedepan untuk membukakan pintu.
"iya waalaikumsalam, siapa ya siang siang begini yg datang kerumah?? " ucap abah tejo dan langsung membuka pintu.
Saat dibuka pintu berapa terkejutnya abah tejo melihat bahwa yg datang itu adalah pak joko, dia merasa bingung ada apa lagi pak joko datang kerumah mereka padahal sudah sebulan lebih mereka hidup tenang tanpa gangguan siapa pun, untuk mendekati anaknya.
"hallo mak inah dan pak tejo apa kabar kalian? " ucap pak joko yg tersenyum sumringah.
"eh,, ehh pak joko ada apa ya pak datang kemari lagi setelah sebulan yg lalu?? " ucap abah tejo yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan pak joko
"oh tidak ada abah, kedatangan saya kemari, saya mau. mencoba melamar jatminah kembali?? " uap pak joko yg terlalu berharap itu
"maaf pak bukannya anak saya sudah menolak anda, mengapa Anda masih mau melamar anak saya" ucapnya abah tejo
pak joko pun tersenyum sinis mendengar ucapan abah tejo dia bersikeras untuk terus mendapatkan jatminah.
"itulah dulu gimana sekarang siapa tau dia sudah siap?? " ucap pak joko
Dari dalam jatminah langsung berteriak bahwa dia tidak mau menikah dengan pak joko, dia masih menaruh dendam dengannya, karna saat itu dia sempat sadar sebentar sebelum pingsan, pak joko lah yg sudah memperkaosnya karna pada saat dia menyemprotkan cairan itu jatminah tidak langsung pingsan, tapi masih tersadar dan pak joko membuka topengnya.
"tidak, sampai matipun aku tidak mau menikah dengan lelaki itu, aku tidak mau??? " ucap jatminah dari dalam
Mendengar itu pak joko merasa sangat marah, dia murka dan rasanya ingin mencabik cabik wajah jatminah, namun dia tersadar bahwa masih ada kain putih yg ia minta dari dukun itu.
"lihat lah pak, bapak sudah mendengar kan apa ucapan anak saya, saya minta maaf yang sebesar besarnya, karna ucapan anak saya pak, tapi memang anak saya yg tidak mau dengan bapak, jika sudah tidak ada keperluan bapak boleh silahkan pergi dari sini? " ucap abah tejo yg mempersilahkan pak joko pergi.
pak joko terseny sinis dan langsung pergi tanpa mengucapkan apa pun itu, dia langsung meninggal kan abah tejo sendirian didepan rumahnya.
"hmmm,,, dasar wanita sialan, sudah seperti itu kau masih menolakku, lihat lah apa yg aku lakukan padamu kau tunggu saja ya?" ucapnya yg marah sambil beranjak pergi dari sana.
Setelah dirasa pak joko sudah jauh, abah tejo masuk lalu menemui jatminah, lalu berbicara baik baik dengannya.
"ndok lain kali jangan seperti itu ya, kita tidak tau sifat seseorang gimana, abah takut pak joko sakit hati mendengar ucapanmu barusan? " ucap abahnya
"tidak apa abah, minah ikhlas kok, tapi memang minah tidak mau, sudah tau ditolak tapi masih aja datangin kerumah, ga malu ya istri sudah 5 masih mau melamar wanita lain lagi" ucap jatminah
"uwes ndok jangan bicara seperti itu, ya sudah inikan sudah malam ayo kita tidur jangan hiraukan pak joko tadi ya"? ucap ibunya lalu membawa jatminah ke kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments