Pesawat komersial kelas ekonomi itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan guncangan yang cukup terasa.
Tidak ada lagi penjemputan Rolls-Royce di depan pintu keluar VIP, tidak ada lagi pengawal yang membukakan jalan, dan tidak ada lagi Hendra yang sigap membawakan tas.
Adrian berjalan di samping Arumi sambil menjinjing tas ransel tuanya.
Ia mengenakan kaos oblong hitam yang sudah agak memudar dan celana kargo.
Sementara Arumi, dengan trofi dunianya yang terbungkus kain di dalam tas, melangkah dengan dagu terangkat.
Wajahnya tidak lagi sembab, namun ada ketegasan yang belum pernah Adrian lihat sebelumnya.
"Kita tidak akan kembali ke apartemen itu, kan?" tanya Arumi saat mereka berdiri di antrean taksi reguler yang panjang.
"Tidak, karena sesuai perjanjian kita Arum, semua aset Arkadia sudah aku kunci. Kartu kredit, akses properti, bahkan ponsel satelitku sudah aku serahkan pada Hendra di Changi." jawab Adrian, suaranya terdengar berat namun mantap.
"Aku hanya membawa uang tunai lima ratus ribu rupiah di dompet ini. Itu uang hasil aku menyisihkan gaji kuli palsuku bulan lalu. Hanya itu modal kita."
Arumi menoleh, menatap mata suaminya.
"Bagus, karena mulai detik ini, kita akan membuktikan apakah kau benar-benar Adrian yang mencintaiku, atau hanya Adrian yang sedang menjalankan misi kakeknya."
Mereka menumpang bus kota menuju sebuah kawasan padat penduduk di pinggiran Jakarta Timur.
Di sana, di sebuah gang sempit yang hanya bisa dilalui satu motor, Arumi telah memesan sebuah kontrakan satu petak melalui ponselnya beberapa jam lalu.
Dindingnya hanya dicat putih kusam, lantainya ubin semen, dan kamar mandinya berada di luar, berbagi dengan penghuni lain.
"Ini tempat tinggal kita selama tiga bulan ke depan," ucap Arumi sambil membuka pintu kayu yang berderit.
Adrian masuk dan melihat ruangan sempit itu, panas menyengat langsung menyambut mereka karena tidak ada AC, hanya sebuah kipas angin kecil yang berdebu di sudut ruangan.
Bagi seorang pria yang terbiasa tidur di se…
Bukan Suami Biasa
BSB BAB 26_Hari Pertama Menjadi Kuli
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
Ning Suswati
bagaimana arumi, apakah kau tdk keterlaluan, walaupun tadinya kebohongan adrian memang fatal tp tujuannya mencari sesuatu yg murni bukan kw
2026-05-18
0
Izlyn Izlyn
persoalan Sy.. kenapa arumi begitu tegas dengan suaminya tetapi tidak dengan siska Dan ibunya.kan perlakuan arumi nampak bodoh
2026-09-08
0
Yunita Asep
kasian dong Adrian Arum.. tega kamu tinggl nikmati aj kekeyaannya, nyiksa diri tu nya... bodoh Arum...
2026-01-24
0