Bab 4. Malam Pertama Tanpa Ranjang

Setelah selesai, satu orang memegang satu salinan. Ivy tersenyum lebar sambil menatap map dalam genggamannya. Dia memeluknya erat selama beberapa detik, lantas kembali menjauhkan map dari badan.

“Hmmmm, aroma uang memang wangi!” ujar Ivy dengan hidung yang kembang kempis.

Tak lama berselang, Noah mengeluarkan selembar kertas kecil. Ivy langsung menyambarnya. Ditatapnya deretan angka yang ada di sana.

“Satu, dua, tiga ... delapan!” ujar Ivy.

Namun, dahi perempuan tersebut mendadak berkerut. Dia menyipitkan mata dan mendekatkan kertas cek pada indera penglihatannya. Sedetik kemudian, Ivy menatap Noah lagi.

“Ini kamu nggak salah, No?”

Noah menatap Ivy dingin. Ada sebuah senyum tipis terukir samar di bibir lelaki tersebut. Tak ada jawaban yang keluar dari Noah, sehingga membuat Ivy menggebrak meja di hadapannya.

“Ini maksudnya apa?” tanya Ivy sambil menunjuk cek yang kini telah berpindah ke atas meja.

"Aku hanya meminta satu miliar. Ini kenapa tertulis 1,5 miliar?" Ivy menatap Noah curiga.

"Itu kompensasi yang aku berikan karena sudah mengubah sedikit poin kontrak dari draft yang kukirim." Noah mendekatkan jempol dan telunjuknya.

Ivy langsung terbelalak. Perempuan tersebut langsung membuka kembali map dan meneliti setiap detail kontrak yang tertulis. Saat membaca poin yang dimaksud Noah, dia langsung melotot dan mengalihkan tatapan kepada Noah.

"Aku nggak boleh menyentuhmu dengan sengaja atau tanpa izin? Jika hal itu terjadi, maka kontrak otomatis batal dan aku harus membayar pinalti sebesar satu miliar?"

Noah mengangguk sambil tersenyum lebar. Ivy kembali melanjutkan meneliti poin kontrak yang lain. Perempuan tersebut kembali terbelalak.

"Kamu boleh menyentuhku sesuka hati demi menjaga image di depan khalayak umum? Hei, No! Kamu menyamakan aku dengan pelacur?" Ivy menunjuk wajah Noah dengan tatapan tajam.

Noah terkekeh. Dia menggenggam lengan Ivy, lalu menariknya ke bawah. Lelaki itu tidak suka Ivy menunjuk wajahnya sesuka hati.

"Bukankah kamu memang pelacur? Aku sudah menyewamu dan membayarmu dengan uang yang tidak sedikit. Jadi, aku akan bersikap sama sepertimu! Aku nggak mau rugi dan akan memanfaatkanmu semaksimal mungkin!" Noah tersenyum miring karena merasa menang dan memegang kendali atas Ivy.

"Kalau begitu aku mau membatalkan kontrak! Nggak mau aku!" Ivy bersiap untuk menyobek kertas kontrak, tetapi Noah mencegahnya.

"Kalau kamu merusak kontrak dan membatalkan sekarang, kamu akan menyesal! Lihat poin terakhir!" Noah menunjuk kertas yang masih ada dalam genggaman Ivy.

Sontak Ivy membuka halaman terakhir. Kini bahunya merosot. Dia terkulai lesu dengan punggung bersandar pada kepala sofa.

"Kamu tidak bisa membatalkan kontrak secara sepihak, tapi aku bisa! Jika kamu nekat membatalkan kontrak dan kabur sebelum kontrak selesai, kamu harus membayar denda dua kali lipat dari uang kontrak yang diterima. Kamu juga harus mengembalikan fasilitas dan barang yang aku berikan selama pernikahan! Semua ada dalam kendaliku. Jadi, kamu jangan macam-macam!" Noah kini menyipitkan mata.

"Kamu ternyata sangat licik! Aku menyesal telah menerima kontrak ini!"

"Sebenarnya kamu masih bisa bernegosiasi denganku. Tapi aku heran, kenapa kamu asal tanda tangan tanpa membaca ulang semuanya!" Noah tersenyum miring.

Ivy kali ini merutuki kebodohannya. Dia memang keliru. Namun, perempuan itu berjanji dalam hati untuk memanfaatkan kontrak tersebut sebaik-baiknya.

"Ah, baiklah. Tidak masalah! Aku ada di sini juga karena menjadi istri sewaanmu! Hubungan kita seharusnya bisa menjadi saling menguntungkan, bukan?" Ivy tersenyum kecut karena masih memikirkan kebodohannya yang tak membaca kontrak baik-baik.

“Aku ingin biaya bulanan tetap dan kebebasan penuh setelah 1 tahun. Selebihnya aku tidak masalah dengan syarat berat sebelah itu,” lanjut Ivy.

“Kamu bahkan tak malu menyebut dirimu istri sewaan.”

“Mendingan istri sewaan daripada pria yang harus beli pasangan demi warisan. Kalau dipikir-pikir kita ini sama saja, No! Jangan-jangan kita beneran jodoh yang sudah diikat sama Tuhan!” Ivy terkekeh kemudian beranjak dari sofa.

"Aku bebas memilih kamarku, kan?"

Noah hanya mengangguk. Ivy mengambil salinan kontrak dan cek yang diberikan oleh Noah. Perempuan tersebut mulai melangkah meninggalkan suami kontraknya.

Begitu langkah Ivy menghilang di tikungan lorong rumah yang sunyi, Noah langsung meraih gelas kristal di meja dan meneguk air dengan kasar. Bukan karena haus, tetapi karena kesal. Perempuan itu terlalu berani untuk seorang yang sudah “disewa”. Noah menggertakkan rahangnya sambil menatap pintu yang baru saja dilalui Ivy.

Di sisi lain, Ivy berjalan menyusuri rumah megah berdesain modern-minimalis yang begitu asing baginya. Dinding putih bersih, lampu gantung yang elegan, dan aroma kayu manis samar dari pengharum ruangan membuat tempat itu terasa seperti dunia yang berbeda.

"Ini beneran rumah manusia?" gumam Ivy setengah berbisik, menatap lukisan abstrak di dinding dengan bingung. "Kayak hotel bintang lima ...."

Akhirnya Ivy menemukan kamar tamu di lantai dua. Kamarnya tidak besar, tetapi cukup nyaman. Jendela besar dengan tirai linen putih, ranjang queen size, dan lemari kayu jati yang mahal. Ivy menaruh koper kecilnya di lantai, lalu duduk di tepi ranjang.

Tangannya meraih ponsel dan segera menekan nomor. Suaranya pelan, tetapi cukup jelas terdengar dari balik pintu.

“Bu, aku sudah di rumahnya,” ucap Ivy sambil menghela napas. “Iya, rumahnya seperti istana … Tapi orangnya ....” Ivy berhenti sejenak untuk menelan kekesalan.

"Aku cuma butuh setahun, Bu. Setelah itu, aku akan bebas. Aku janji, kita akan mendapatkan semua yang terbaik.”

Di balik pintu, Noah mengepalkan tangan. Noah masuk ke kamarnya tanpa suara. Kamar utama yang luas itu kini terasa hampa. Dia membanting tubuh ke atas kasur. Bukannya lega, malah pikirannya justru dipenuhi wajah Ivy yang keras kepala.

Malamnya, mereka makan malam dalam diam. Meja makan sepanjang tiga meter itu hanya terisi dua piring. Ivy duduk di ujung kanan, Noah di ujung kiri. Hanya suara sendok dan garpu yang menemani makan mereka.

"Besok kita akan hadiri pesta ulang tahun mamaku," ucap Noah tiba-tiba, tanpa menatap Ivy.

“Kurasa aku belum memiliki pakaian yang cocok buat acara beginian,” jawab Ivy pelan sambil mengaduk sup yang sudah dingin.

“Aku tahu. Sudah aku siapkan di kamar ganti dekat tangga. Pilih saja yang kamu suka,” ucap Noah singkat.

Ivy mendongak, menatap Noah dengan sorot curiga. “Biar kamu bisa pamer istrimu yang kamu sewa?”

Noah tersenyum sinis. “Tepat sekali.”

Malam itu berlalu tanpa ucapan selamat tidur, tanpa sapaan hangat. Ivy mengurung diri di kamar tamu, sementara Noah kembali terpenjara di dalam pikirannya sendiri. Rumah itu terlalu besar untuk dua hati yang saling membeku.

Terpopuler

Comments

Esther Lestari

Esther Lestari

Siapa yg ditelpon Ivy ?
Ibu nya kah ?
Rencana apa yg ada di kepala Ivy

2025-07-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Tak Terduga
2 Bab 2. Pernikahan Kontrak
3 Bab 3. Harga Sebuah Pernikahan
4 Bab 4. Malam Pertama Tanpa Ranjang
5 Bab 5. Panggung Keluarga Palsu
6 Bab 6. Ivy yang Merongrong
7 Bab 7. Dior SS24
8 Bab 8. Ivy Menunjukkan Taring
9 Bab 9. Goresan Cemburu
10 Bab 10. Drama Gendis
11 Bab 11. Tak Gentar
12 Bab 12. Cemburu?
13 Bab 13. Fakta Pertama
14 Bab 14. Fakta Kedua
15 Bab 15. Terbongkar
16 Bab 16. Dunia Ivy yang Runtuh
17 Bab 17. Rencana Jahat Mereka
18 Bab 18. Tiba-Tiba
19 Bab 19. Perang
20 Bab 20. Gendis dan Pesonanya
21 Bab 21. Persiapan Nikah
22 Bab 22. Pion yang Sulit Tumbang
23 Bab 23. Sang Sekretaris
24 Bab 24. Senjata Gendis
25 Bab 25. Tak Ingin Rapuh
26 Bab 26. Kekuatan Terakhir Gendis
27 Bab 27. Masa Tenang
28 Bab 28. Tabir Lain
29 Bab 29. Gendis X Mentari
30 Bab 30. Kado Pernikahan
31 Bab 31. Bukan Sekadar Hadiah
32 Bab 32. Akhir dari Seorang Gendis
33 Bab 33. Mentari yang Gigih
34 Bab 34. Keraguan
35 Bab 35. Pengungkapan
36 Bab 36. Kabar Buruk
37 Bab 37. Dia Pergi Sebelum Noah Tahu Keberadaannya
38 Ban 38. Elio, Cahaya dari Kegelapan
39 Bab 39. Hambatan dari Sahabat
40 Bab 40. Batal Adopsi
41 Bab 41.Kelapangan Hati
42 Bab 42. Hanya Ayah yang Baik
43 Bab 43. Usaha Menyatukan Dua Hati
44 Bab 44. Trik
45 Bab 45. Wanita Penggoda
46 Bab 46. Sebuah Kabar
47 Bab 47. Tetap Di Sini
48 Bab 48. Fakta Lain yang Terungkap
49 Bab 49. Lubang Besar di Hati Ivy
50 Bab 50. Undangan Tak Terduga
51 Bab 51. Namanya Violet
52 Bab 52. Pasti Bukan Kebetulan
53 Bab 53. Derita yang Sama
54 Bab 54. Diterima
55 Bab 55. Operasi
56 Bab 56. Akhir untuk Nuri
57 Bab 57. Senja Terakhir
58 Bab 58. Intim
59 Bab 59. Cobaan Usai Keindahan
60 Bab 60. Solusio Plasenta Parsial
61 Bab 61. Total
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Tak Terduga
2
Bab 2. Pernikahan Kontrak
3
Bab 3. Harga Sebuah Pernikahan
4
Bab 4. Malam Pertama Tanpa Ranjang
5
Bab 5. Panggung Keluarga Palsu
6
Bab 6. Ivy yang Merongrong
7
Bab 7. Dior SS24
8
Bab 8. Ivy Menunjukkan Taring
9
Bab 9. Goresan Cemburu
10
Bab 10. Drama Gendis
11
Bab 11. Tak Gentar
12
Bab 12. Cemburu?
13
Bab 13. Fakta Pertama
14
Bab 14. Fakta Kedua
15
Bab 15. Terbongkar
16
Bab 16. Dunia Ivy yang Runtuh
17
Bab 17. Rencana Jahat Mereka
18
Bab 18. Tiba-Tiba
19
Bab 19. Perang
20
Bab 20. Gendis dan Pesonanya
21
Bab 21. Persiapan Nikah
22
Bab 22. Pion yang Sulit Tumbang
23
Bab 23. Sang Sekretaris
24
Bab 24. Senjata Gendis
25
Bab 25. Tak Ingin Rapuh
26
Bab 26. Kekuatan Terakhir Gendis
27
Bab 27. Masa Tenang
28
Bab 28. Tabir Lain
29
Bab 29. Gendis X Mentari
30
Bab 30. Kado Pernikahan
31
Bab 31. Bukan Sekadar Hadiah
32
Bab 32. Akhir dari Seorang Gendis
33
Bab 33. Mentari yang Gigih
34
Bab 34. Keraguan
35
Bab 35. Pengungkapan
36
Bab 36. Kabar Buruk
37
Bab 37. Dia Pergi Sebelum Noah Tahu Keberadaannya
38
Ban 38. Elio, Cahaya dari Kegelapan
39
Bab 39. Hambatan dari Sahabat
40
Bab 40. Batal Adopsi
41
Bab 41.Kelapangan Hati
42
Bab 42. Hanya Ayah yang Baik
43
Bab 43. Usaha Menyatukan Dua Hati
44
Bab 44. Trik
45
Bab 45. Wanita Penggoda
46
Bab 46. Sebuah Kabar
47
Bab 47. Tetap Di Sini
48
Bab 48. Fakta Lain yang Terungkap
49
Bab 49. Lubang Besar di Hati Ivy
50
Bab 50. Undangan Tak Terduga
51
Bab 51. Namanya Violet
52
Bab 52. Pasti Bukan Kebetulan
53
Bab 53. Derita yang Sama
54
Bab 54. Diterima
55
Bab 55. Operasi
56
Bab 56. Akhir untuk Nuri
57
Bab 57. Senja Terakhir
58
Bab 58. Intim
59
Bab 59. Cobaan Usai Keindahan
60
Bab 60. Solusio Plasenta Parsial
61
Bab 61. Total

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!