Bab 5. Panggung Keluarga Palsu

Pagi harinya, Ivy terbangun oleh suara ketukan di pintu. Dia bangkit dan membuka pintu perlahan. Tak ada siapa pun di depan kamar.

Namun, di depan pintu ada tas belanja dari butik mahal, lengkap dengan sepatu hak tinggi dan perhiasan yang cukup mewah. Ivy menghela napas.

“Benar-benar pria kaya yang terlalu percaya diri.”

Ivy kembali ke kamar dan langsung mengenakan gaun satin berwarna emerald yang jatuh pas di tubuhnya. Dia terlihat memukau, bahkan dirinya sendiri kaget saat menatap pantulan cermin. Bibirnya tersenyum pahit.

“Satu tahun ... cuma satu tahun.”

---

Langit sudah gelap ketika sebuah mobil mewah meluncur mulus menuju kediaman keluarga besar Wisesa. Selama perjalanan, tak ada percakapan. Ivy menatap keluar jendela, menikmati bayangan pohon yang berlarian. Noah duduk di sebelahnya, memejamkan mata seperti tak ingin melihat dunia.

Sesampainya di rumah keluarga Wisesa, pesta sudah ramai. Musik klasik mengalun, para tamu mengenakan pakaian mahal, dan kamera-kamera dari media sudah bersiap. Begitu mereka turun dari mobil, lampu kilat menyambut seperti badai. Noah segera menggenggam tangan Ivy, seolah mereka pasangan harmonis.

“Bersikaplah seperti istri yang penuh cinta,” bisik Noah di telinganya.

Ivy menoleh dan tersenyum manis, tapi ucapannya tajam. “Oh tentu. Demi satu miliar lima ratus juta, aku bisa berpura-pura lebih dari itu.”

Mereka memasuki aula dengan percaya diri. Beberapa keluarga menatap Ivy dengan tatapan mencurigakan. Seorang wanita paruh baya mendekat, melirik Ivy dari atas ke bawah.

"Jadi ini istri yang kamu ceritakan, Ga? Cepat juga kamu menikah, padahal sebelumnya kamu bilang belum ada yang cocok," sindir Mentari, bibirnya tersenyum miring dengan tatapan tajam.

“Namanya Ivy, Ma. Kami baru saja menikah secara privat,” jawab Noah datar.

Ivy mengangguk, tersenyum sopan. "Senang bertemu dengan Anda, Ma."

Mentari terkekeh, lalu mengangkat gelas kristal berisi anggur. Perempuan itu tersenyum miring sebelum akhirnya menyesap minuman tersebut. Tatapan Mentari menusuk, tetapi Ivy menanggapinya dengan senyuman lembut.

"Ma? Maaf, aku tidak menerima menantu dengan asal usul yang tidak jelas!" Mentari tersenyum miring kemudian melenggang begitu saja meninggalkan dan mengacuhkan Ivy serta Noah.

"Wah, sepertinya aku tahu kamu dapat sifat merendahkan itu dari siapa?" Ivy melirik Noah seraya mencibir lelaki tersebut.

Noah hanya diam. Menatap ibunya pergi menghampiri Gendis dan bersikap sangat ramah terhadap teman sepermainannya itu. Noah terkekeh kemudian mengulurkan tangannya kepada Ivy.

Ivy melirik jemari sang suami, lantas mencembikkan bibir. Perempuan tersebut langsung meraih dan menautkan jemarinya pada jari-jari Noah. Mereka melanjutkan jalan menginjak karpet merah yang digelar sepanjang pintu masuk hingga panggung kecil di ujung ruangan.

Saat Noah berhenti di hadapan sang ibu, semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru tersebut. Gendis terbelalak seketika. Dia menggenggam erat gelas dalam tangannya.

"Apa kabar, Gendis?" tanya Noah dengan senyuman mengejek.

"Baik, No. Lama nggak ketemu." Gendis tersenyum lembut.

"Dia ... pacarmu?" tanya Gendis ragu sambil melirik Ivy penuh kesedihan.

"Bukan."

Mendengar jawaban itu membuat Ivy langsung mendongak dan menatap tajam sang suami. Rahangnya mengeras. Dia merasa sedang dipermalukan serta dipermainkan oleh Noah.

Di sisi lain, raut wajah Gendis mendadak cerah. Senyumnya merekah dengan kedua tulang pipi yang semakin merah. Akan tetapi, hal itu tak bertahan lama setelah kalimat selanjutnya keluar dari bibir Noah.

"Dia istriku, kami baru saja menikah kemarin." Noah membungkuk, lalu mencium pipi Ivy.

Awalnya Ivy terbelalak, jantungnya mendadak berpacu begitu kencang. Ciuman Noah seakan masih membekas di pipinya. Wajahnya pias seketika.

Sedetik kemudian, Ivy tersadar. Dia langsung mengimbangi drama yang dimulai oleh Noah. Perempuan itu tersenyum dan langsung bergelayut manja pada lengan sang suami.

"Ivy, perkenalkan ... dia Gendis, teman kecilku." Noah menoleh kepada Ivy dan disambut oleh senyum merekah istrinya itu.

"Saya Ivy, ISTRI Noah." Ivy mengulurkan tangannya kepada Gendis.

Gendis terlihat berkaca-kaca dengan senyuman kecut menghiasi wajah cantiknya. Perempuan tersebut terlihat menarik napas panjang kemudian mengembuskannya perlahan. Dia menyambut uluran tangan Ivy sambil tersenyum kaku.

"Saya Gendis, teman kecil Noah. Senang bertemu dengan Anda." Senyuman Gendis terlihat lembut, tetapi penuh kegetiran.

Di sisi lain, Mentari hanya menatap Noah dengan tatapan tajam. Perempuan itu sesekali mendengus sambil tersenyum miring. Tatapan merendahkan kembali diberikan perempuan itu kepada Ivy.

Noah yang menyadari situasi kurang kondusif, akhirnya mengajak Ivy meninggalkan panggung kecil itu. Dia mengajak sang istri untuk berkeliling dan memperkenalkannya kepada beberapa kerabat serta kolega. Tatapan mereka sama.

Sama-sama menghakimi dan memandang rendah Ivy. Namun, Noah yang selalu berada di samping sang istri terus mengalihkan pembicaran mereka jika ingin mengulik informasi pribadi Ivy. Sebuah panggilan dari sahabat lama Noah terpaksa membuat lelaki tersebut meninggalkan Ivy sendirian.

"Jangan lama-lama, Sayang." Ivy tersenyum tipis kemudian memeluk Noah.

Noah membalas pelukan Ivy dan mengecup puncak kepala istrinya. Lelaki itu menunduk untuk menyamakan tinggi badannya dengan Ivy. Sebuah senyum miring diulaskan Noah saat bibirnya mendekati telinga sang istri.

"Nggak salah aku memilihmu menjadi istri sewaan. Kamu aktris yang ulung, Vy!" bisik Noah.

"Kamu adalah saksinya, No. Kamu tahu kalau aku bisa diandalkan untuk hal kecil seperti ini."

Noah menoleh, Ivy tersenyum tipis. Tatapan mereka beradu sehingga bayangan masing-masing terpantul pada manik mata keduanya. Ivy memberikan kecupan kecil pada pipi Noah sebelum akhirnya melepaskan pelukannya.

Sambil menunggu Noah menyelesaikan urusan, Ivy berjalan sendirian untuk mengambil minuman. Dia tiba-tiba disapa oleh seorang pria muda, berkacamata dan berpenampilan rapi.

"Kamu istri barunya Noah, ya? Namaku Elvano. Sepupu jauhnya," ucap lelaki itu ramah.

"Ya, saya Ivy." Ivy menjabat tangan Elvano sedikit canggung.

Elvano menatap Ivy cukup lama. “Kamu terlihat tidak seperti perempuan dari lingkungan ini. Kamu bukan dari kalangan atas, ya?”

Ivy mendengus, dia tersenyum miring dan bibirnya mulai terbuka. Akan tetapi sebelum sempat menjawab, Noah sudah muncul dan merangkul bahunya.

“Kalau kamu mau tahu, aku yang memilih Ivy. Aku tidak pernah menyesalinya. Dia wanita pemberani dan baik hati. Aku yang suaminya saja tidak masalah dia berasal dari kalangan mana pun. Lalu, kenapa kamu terlihat sangat keberatan?”

Ivy menoleh cepat ke arah Noah, terkejut. Namun, Noah hanya memandangi Elvano tajam, seolah memberi peringatan. Elvano terkekeh dengan tubuh sedikit membungkuk ke depan selama beberapa saat.

"Kamu masih sama seperti Noah yang dulu, dia akan membela dan mempertahankan apa yang seharusnya menjadi miliknya." Elvano terkekeh kemudian mengembuskan napas kasar.

"Kalau begitu, aku turut berbahagia atas pernikahan kalian. Semoga kalian terus mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tangga." Elvano balik kanan dan menghilang di antara kerumunan tamu undangan lain.

"Aku lelah, sebaiknya kita pulang sekarang." Noah menoleh ke arah Ivy yang masih mematung.

Terpopuler

Comments

Esther Lestari

Esther Lestari

Lingkungan keluarga Noah mengerikan...semoga Ivy kuat menjadi istri sewaan Noah😂.
Ini ulangtahun ibu tiri Noah ?

2025-07-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Tak Terduga
2 Bab 2. Pernikahan Kontrak
3 Bab 3. Harga Sebuah Pernikahan
4 Bab 4. Malam Pertama Tanpa Ranjang
5 Bab 5. Panggung Keluarga Palsu
6 Bab 6. Ivy yang Merongrong
7 Bab 7. Dior SS24
8 Bab 8. Ivy Menunjukkan Taring
9 Bab 9. Goresan Cemburu
10 Bab 10. Drama Gendis
11 Bab 11. Tak Gentar
12 Bab 12. Cemburu?
13 Bab 13. Fakta Pertama
14 Bab 14. Fakta Kedua
15 Bab 15. Terbongkar
16 Bab 16. Dunia Ivy yang Runtuh
17 Bab 17. Rencana Jahat Mereka
18 Bab 18. Tiba-Tiba
19 Bab 19. Perang
20 Bab 20. Gendis dan Pesonanya
21 Bab 21. Persiapan Nikah
22 Bab 22. Pion yang Sulit Tumbang
23 Bab 23. Sang Sekretaris
24 Bab 24. Senjata Gendis
25 Bab 25. Tak Ingin Rapuh
26 Bab 26. Kekuatan Terakhir Gendis
27 Bab 27. Masa Tenang
28 Bab 28. Tabir Lain
29 Bab 29. Gendis X Mentari
30 Bab 30. Kado Pernikahan
31 Bab 31. Bukan Sekadar Hadiah
32 Bab 32. Akhir dari Seorang Gendis
33 Bab 33. Mentari yang Gigih
34 Bab 34. Keraguan
35 Bab 35. Pengungkapan
36 Bab 36. Kabar Buruk
37 Bab 37. Dia Pergi Sebelum Noah Tahu Keberadaannya
38 Ban 38. Elio, Cahaya dari Kegelapan
39 Bab 39. Hambatan dari Sahabat
40 Bab 40. Batal Adopsi
41 Bab 41.Kelapangan Hati
42 Bab 42. Hanya Ayah yang Baik
43 Bab 43. Usaha Menyatukan Dua Hati
44 Bab 44. Trik
45 Bab 45. Wanita Penggoda
46 Bab 46. Sebuah Kabar
47 Bab 47. Tetap Di Sini
48 Bab 48. Fakta Lain yang Terungkap
49 Bab 49. Lubang Besar di Hati Ivy
50 Bab 50. Undangan Tak Terduga
51 Bab 51. Namanya Violet
52 Bab 52. Pasti Bukan Kebetulan
53 Bab 53. Derita yang Sama
54 Bab 54. Diterima
55 Bab 55. Operasi
56 Bab 56. Akhir untuk Nuri
57 Bab 57. Senja Terakhir
58 Bab 58. Intim
59 Bab 59. Cobaan Usai Keindahan
60 Bab 60. Solusio Plasenta Parsial
61 Bab 61. Total
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Tak Terduga
2
Bab 2. Pernikahan Kontrak
3
Bab 3. Harga Sebuah Pernikahan
4
Bab 4. Malam Pertama Tanpa Ranjang
5
Bab 5. Panggung Keluarga Palsu
6
Bab 6. Ivy yang Merongrong
7
Bab 7. Dior SS24
8
Bab 8. Ivy Menunjukkan Taring
9
Bab 9. Goresan Cemburu
10
Bab 10. Drama Gendis
11
Bab 11. Tak Gentar
12
Bab 12. Cemburu?
13
Bab 13. Fakta Pertama
14
Bab 14. Fakta Kedua
15
Bab 15. Terbongkar
16
Bab 16. Dunia Ivy yang Runtuh
17
Bab 17. Rencana Jahat Mereka
18
Bab 18. Tiba-Tiba
19
Bab 19. Perang
20
Bab 20. Gendis dan Pesonanya
21
Bab 21. Persiapan Nikah
22
Bab 22. Pion yang Sulit Tumbang
23
Bab 23. Sang Sekretaris
24
Bab 24. Senjata Gendis
25
Bab 25. Tak Ingin Rapuh
26
Bab 26. Kekuatan Terakhir Gendis
27
Bab 27. Masa Tenang
28
Bab 28. Tabir Lain
29
Bab 29. Gendis X Mentari
30
Bab 30. Kado Pernikahan
31
Bab 31. Bukan Sekadar Hadiah
32
Bab 32. Akhir dari Seorang Gendis
33
Bab 33. Mentari yang Gigih
34
Bab 34. Keraguan
35
Bab 35. Pengungkapan
36
Bab 36. Kabar Buruk
37
Bab 37. Dia Pergi Sebelum Noah Tahu Keberadaannya
38
Ban 38. Elio, Cahaya dari Kegelapan
39
Bab 39. Hambatan dari Sahabat
40
Bab 40. Batal Adopsi
41
Bab 41.Kelapangan Hati
42
Bab 42. Hanya Ayah yang Baik
43
Bab 43. Usaha Menyatukan Dua Hati
44
Bab 44. Trik
45
Bab 45. Wanita Penggoda
46
Bab 46. Sebuah Kabar
47
Bab 47. Tetap Di Sini
48
Bab 48. Fakta Lain yang Terungkap
49
Bab 49. Lubang Besar di Hati Ivy
50
Bab 50. Undangan Tak Terduga
51
Bab 51. Namanya Violet
52
Bab 52. Pasti Bukan Kebetulan
53
Bab 53. Derita yang Sama
54
Bab 54. Diterima
55
Bab 55. Operasi
56
Bab 56. Akhir untuk Nuri
57
Bab 57. Senja Terakhir
58
Bab 58. Intim
59
Bab 59. Cobaan Usai Keindahan
60
Bab 60. Solusio Plasenta Parsial
61
Bab 61. Total

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!