TOK!
TOK!
TOK!
“Nyai, ini saya—Madun.” Suara berat Madun menyusup ke balik pintu kamar Nyai Lastri.
Pintu dibuka perlahan. Nyai Lastri berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh waspada.
“Masuk cepat!” desisnya.
Madun melangkah masuk sambil menenteng buntalan kain lusuh. Ia meletakkannya di atas meja kecil dekat ranjang. Gemerincing suara logam langsung terdengar begitu buntalan itu menyentuh permukaan kayu.
“Ini semua yang diserahkan dari tangan perampok. Uang dan beberapa perhiasan ... untuk rempah-rempah, sudah saya masukkan ke gudang penyimpanan.” Ia membuka buntalan, memperlihatkan isi hasil rampokan. Mata Nyai Lastri langsung berbinar saat melihat hasil jarahan bertebaran di dalamnya.
“Bagus!” bisiknya pelan. Jemarinya yang kurus, gemetar saat menyentuh kalung berlian dan cincin berpermata mungil. Ia tersenyum puas.
Namun raut puasnya tak bertahan lama. Sorot matanya menajam.
“Lalu kenapa dia masih hidup? Bukankah aku sudah bilang, Madun, sekalian lenyapkan dia!” desis Nyai Lastri dengan gigi terkatup.
Madun menunduk dalam-dalam. Suaranya berat, pelan, tapi jelas terdengar getirnya.
“Saya sudah atur, Nyai. Namun, entah kenapa ... mereka tak melakukannya. Tapi, Anda tenang saja, Nyai. Saya sudah beri mereka pelajaran.”
Nyai Lastri memejamkan mata sejenak, rahangnya mengeras.
“Pelajaran?” desisnya tajam. “Apa gunanya pelajaran, kalau dia masih hidup dan makin disayang Juragan?! Kau pikir itu cukup?!”
Madun menggigit bibir, tak berani menjawab.
Nyai Lastri berjalan mondar-mandir seperti harimau di kandangnya sendiri. Kemarahannya menyesakkan udara kamar.
“Ini semua karena kau terlalu lunak, Madun. Akhir-akhir ini, kau sering tak becus! Seharusnya, kau sendiri yang turun tangan!”
“Saya mohon ampun, Nyai ....” Madun semakin menunduk. “Tapi ... perampok yang menyandera Arum bilang, waktu hendak menghabisi gundik itu, tiba-tiba badannya terasa kaku, seperti ditahan sesuatu yang tak terlihat.”
Nyai Lastri menghentikan langkahnya. Tatapannya tajam mengarah pada Madun.
…
DENDAM GUNDIK
DG 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
Yuyun oh Yuyun emang orang kek dia itu bahaya sihh... patut lah dibungkam wkwkwkwk. keren ya klo yuyun innalilahi kna ketelan duitt😂 klo yuyun matii tak ada lagi kahh yg jdi telinga nyai Lastri? Gundikk yg lain mksdnya. masa iya Madun yg jadi telinga nyai Lastri di paviliun
2025-07-15
3
Sayuri
bisa jadi karta gk bs cinta sma dirimu ya krna sifatmu ini las
2025-07-15
2
vj'z tri
😅😅😅😅wih makan koin ,kuda lumping kalah cuma makan beling 🤣🤣🤣🤣🫣🫣🫣
2025-07-15
1