2. Tak Menerima Penolakan

Awalnya menolak untuk pergi ke acara wisuda bersama kedua orang tua juga opa dan Oma. Gyan tahu apa yang akan terjadi nanti. Pemaksaan mereka tak bisa dibantah hingga akhirnya dia manut saja.

Hall diadakannya wisuda begitu ramai. Gyan hanya bisa menghela napas kasar. Baru juga turun dari mobil, tatapan para perempuan lapar sudah mampu dia lihat. Inilah yang Gyan tak suka. menjadi pusat perhatian. Bukan salahnya, tapi salah rupanya yang begitu tampan sehingga semua mata tertuju padanya.

Sang mama yang peka akan hal itu mengusap lebih lengan sang putra. Lalu berkata, "sabar dulu ya, Kak."

Gyan memilih membuka aplikasi pesan yang sudah dua tahun ini jarang sekali dia buka. Begitu banyak pesan yang masuk terutama pesan dari singa bujang dan perawan. Sudut bibir sedikit demi sedikit terangkat membaca pesan yang dikirim oleh para singa kecil yang kini sudah tumbuh jadi singa remaja. Senyum itu melengkung dengan sempurna ketika wajah ikan buntal Achel dijadikan stiker.

"Terkadang sebuah luka yang menyakitkan membuat manusia lupa akan caranya tersenyum."

Senyum yang baru saja mengembang kini menghilang mendengar kalimat penuh tamparan dari seseorang yang sangat dia kenal. Ya, sang opa. Gyan memberanikan diri untuk menatap wajah kakeknya. Namun, wajah yang sangat datar ditunjukkan. Dia yang biasanya tak takut, kini terlihat segan dan mulai mengalihkan pandangan karena kebetulan acara sudah dimulai.

Semuanya mulai terfokus pada acara wisuda Anggasta. Dan ketika nama Gafi Anggasta Wiguna disebut sebagai pemilik IPK tertinggi lengkungan senyum penuh kebahagiaan juga kebanggaan terukir di wajah Gyan. Bukan hanya dia, kedua orang tua serta kakek neneknya ikut bahagia dan bangga.

Setelah acara selesai, Anggasta segera menghampiri keluarganya. Memeluk tubuh sang mama dengan sangat erat. Ya, papa Agha selalu mengajarkan untuk mendahulukan sang mama dibandingkan papa.

"Selamat datang di dunia yang sesungguhnya," ucap sang papa dan membuat Anggasta tersenyum. Lalu, berhambur memeluk tubuh lelaki yang telah mendidiknya dengan penuh kesabaran. Padahal, kesabarannya setipis tisu dibagi dua.

Selanjutnya Anggasta berhambur memeluk tubuh sang kakak. Punggungnya ditepuk lembut oleh Gyan.

"Kamu keren."

Perlahan, pelukan itu terurai. Mata Gyan tak bisa berdusta. Sangat menunjukkan kebanggan juga kebahagiaan yang tak terkira.

"Mau hadiah apa?" tanya Gyan tanpa basa-basi. Dia berhak memberikan hadiah untuk adiknya yang sudah bekerja keras.

"Tetap stay di Jakarta."

Permintaan yang tak mendapat jawaban. Bahkan, kedua orang tuanya serta kakek neneknya ikut terdiam.

"Jangan meminta hal yang tidak mungkin Kakak beri. Hidup harus realistis." Gyan menatap serius ke arah Anggasta.

"Di Wiguna pusat sudah banyak menusia-manusia hebat. Dan kamu pun akan masuk ke sana. Tapi, tidak dengan Wiguna Internasional. Setidaknya, ada perwakilan dari keluarga untuk mengurus perusahaan di sana."

Siapapun tak akan ada yang bisa berkutik jika Gyan sudah berkata perihal perusahaan. Pemikirannya yang logis juga cara kerja kerasnya memang sangat memajukan perusahaan yang ada di Singapura. Belum lagi dia juga diminta untuk sedikit membantu AdT. Corp.

Di keheningan mereka, suara yang sangat familiar terdengar.

"Congratulation, Kak Gagas!!"

Mata mereka mulai beralih, termasuk Gyan. Gadis cantik dengan senyum manis sudah menghampiri mereka. Gyan yang sudah lama tak melihatnya sedikit terpana akan gadis itu.

Gadis itu berlari ke arah Anggasta dan tanpa ragu memeluk tubuh adik dari Gyan. Ya, mereka berdua memang sangat akrab dan juga dekat. Beda dengan Gyan. Mereka berdua layaknya musuh bebuyutan.

Rachella Bumintara Ranendra belum menyadari kehadiran Gyan. Setelah pelukannya dengan Anggasta terurai, tubuhnya sedikit menegang ketika melihat Gyan Abhiseva Wiguna yang tak lain teman bertengkarnya tepat di depan mata. Wajahnya yang jauh lebih tampan dari sebelumnya membuat Achel tak bisa mengedipkan mata. Apalagi aura dewasanya begitu terpancar.

Melihat Achel dan Gyan terus bertatap tanpa berkata membuat seulas senyum teramat tipis terukir di salah satu dari mereka.

"Jangan bertengkar dulu, ya," ujar mama Salju dan membuat keduanya segera tersadar.

Di rumah besar sudah banyak yang menunggu mereka. Acara makan-makan sebagai bentuk syukur atas pencapaian Anggasta. Akan tetapi, bukan Anggasta yang menjadi bintang di acara tersebut. Melainkan Gyan.

"Apa lu enggak iri sama Kak Gyan, Kak?" Suara Niko, anak ketiga Apang dan Naira sudah mendekat.

"Dari dulu selalu saja Kak Gy yang jadi peran utama," tambahnya.

Anggasta tersenyum mendengar pertanyaan Niko. Dia menatap Niko dengan begitu serius.

"Denger ya, Ko. Gua sama sekali gak pernah iri sama kakak gua. Opa selalu mengajarkan kepada gua dan yang lainnya untuk tidak iri dan melarang menganggap saudara saingan. Itu akan membuat hubungan keluarga tidak sehat," papar Anggasta dengan sangat santai.

"Kalau Kak Gy terus menjadi bintang, berarti ada nilai plus yang enggak gua dan yang lainnya punya. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Makanya, bukan rasa iri yang harus dipunyai, tapi rasa saling melengkapi yang harus tertanam di diri."

.

Satu per satu keluarga sudah meninggalkan rumah besar. Gyan mulai melangkahkan kaki menuju kamar di lantai dua. Di depan kamar dia berpapasan dengan Achel. Mereka hanya saling pandang tanpa saling menyapa. Gyan memutus pandang dan masuk ke kamar yang sedari kecil dia huni. Sedangkan Achel masih berdiri di sana. Perlahan, kepalanya dia arahkan ke belakang di mana pintu kamar sudah tertutup. Hembusan napas kasar pun keluar dari bibirnya.

Keesokan harinya kembali rumah besar itu didatangi keluarga. Suasana pun begitu riuh. Gyan yang baru turun ke lantai bawah mulai mengabsen satu per satu keluarganya lagi. Dan kembali ada yang kurang, Achel. Dihampirinya seorang remaja yang tengah duduk sendiri sambil memainkan ponsel.

"El," panggilnya kepada Radja Elang Ranendra.

"Em." Sesama manusia kutub duduk bersama.

"Si Achel ke mana?"

Elang segera menatap lelaki yang ada di sampingnya setelah mendengar nama Achel disebut. Namun, itu tak lama. Kembali dia memfokuskan pandangan ke ponsel.

"Dia lagi siap-siap."

"Mau ke mana?" Elang hanya menggedikkan bahu.

Keesokan paginya, Gyan sudah siap untuk kembali ke Singapura. Keluarga sudah harus siap ditinggalkan pemilik tahta tertinggi. Namun, matanya memicing ketika melihat gadis yang dia cari kemarin, pagi ini sudah berada di meja makan bersama kedua orangtuanya dan papi Restu.

"Jam berapa berangkatnya?" tanya sang opa.

"Jam delapan, Opa. Soalnya Gy ada meeting penting selepas makan siang."

Tak ada pembicaraan apapun lagi di sana. Gyan yang sudah selesai sarapan sudah hendak berpamitan. Namun, kalimat sang opa membuat tubuhnya menegang.

"Achel akan pindah kuliah ke Singapura dan tinggal bersama kamu di sana."

Gyan terkejut bukan main mendengarnya. Dia seperti mendapat hadiah yang tidak dia sukai.

"Tapi--"

"OPA TAK MENERIMA PENOLAKAN APALAGI BANTAHAN."

...*** Bersambung ***...

Yuk, coba atuh jangan pelit komen ..

Terpopuler

Comments

sum mia

sum mia

nah loh... kalau Daddy Aksa sudah bersabda tidak ada yang bisa menolak .
ternyata bener ... Achell tinggal bareng Gyan karena kuliah .
gak kebayang , musuh bebuyutan tinggal bareng satu atap di negeri orang pula . yo wis lah Gyan..... aku jamin hidupmu akan kembali berwarna dengan adanya Achell .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2025-05-16

5

sum mia

sum mia

ternyata ada skenario dari keluarga besar singa untuk menyatukan Gyan dengan Achell . selain agar bisa akur , juga biar gak canggung setelah lama tak jumpa .

2025-05-16

1

Salim S

Salim S

kata kata sakti keluarga singa sudah keluar dari sang raja...udah lah Tuan terima aja lagian lumayan buat teman berantem dan berdebat /Tongue//Tongue//Tongue/supaya tidak sepi lagi...

2025-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. Si Tukang Tantrum Yang Kini Penuh Kharisma
2 2. Tak Menerima Penolakan
3 3. Dikira Berubah, Ternyata Masi Sama
4 4. Senyum Yang Disuka
5 5. Mood Berantakan
6 6. Ada Apa Sebenarnya?
7 7. Jahat dan Berujung Benci
8 8. Bentuk Marah
9 9. Meyeleksi Perlahan
10 10. Fakir Senyum
11 11. Menjaganya Dengan Baik
12 12. Bocah Bangor
13 13. Sama-sama Penasaran
14 14. Belum Diakhiri
15 15. Harta Tak Membuat Bahagia
16 16. Saudara
17 17. Menyayangi Kakak Sendiri
18 18. Kekosongan Hati
19 19. Fair
20 20. Ajakan Pertama dan Terakhir
21 21. Sakit Tak Berdarah
22 22. Mulai Curiga
23 23. Lelaki Frustasi
24 24. Antara Ego dan Hati
25 25. Menjauhi Najis Besar
26 26. Hanya Saudara
27 27. Jangan Meragu
28 28. Tertampar Perkataan
29 29. Rasa Bersalah
30 30. Perasaan Tak Tenang
31 31. Pengakuan Hati
32 32. Cinta Yang Sama-Sama Besar
33 33. Sudah Dewasa
34 34. Effort
35 35. Lu Jual, Gua Beli
36 36. Lelaki Yang Setara
37 37. Masa Lalu x Masa Depan
38 38. Dikira Baik Ternyata Bikin Sakit
39 39. Berita Yang Menggemparkan
40 40. Cara Elegan
41 41. Membunuh Tanpa Menyentuh
42 42. Tukang Palak Kena Palak
43 43. Membatalkan
44 44. Tak Ingin Bahagia Di Atas Sedihnya Keluarga
45 45. Intimate Wedding
46 46. Mission Success
47 47. Aduan Berharap Didengar Tuhan
48 48. Melindungi
49 Maaf
50 49. Sedih dan Kecewa
51 50. Tung Tung Junior
52 51. Kental Kok
53 52. Tak Biasanya Seperti Itu
54 53. Jeruk
55 54. Di Luar Prediksi
56 55. Yang Normal-Normal Aja
57 56. Ini Yang Paling Jauh
58 57. Masuk Akal
59 58. Masih Diungkit
60 59. Begitu Sempurna
Episodes

Updated 60 Episodes

1
1. Si Tukang Tantrum Yang Kini Penuh Kharisma
2
2. Tak Menerima Penolakan
3
3. Dikira Berubah, Ternyata Masi Sama
4
4. Senyum Yang Disuka
5
5. Mood Berantakan
6
6. Ada Apa Sebenarnya?
7
7. Jahat dan Berujung Benci
8
8. Bentuk Marah
9
9. Meyeleksi Perlahan
10
10. Fakir Senyum
11
11. Menjaganya Dengan Baik
12
12. Bocah Bangor
13
13. Sama-sama Penasaran
14
14. Belum Diakhiri
15
15. Harta Tak Membuat Bahagia
16
16. Saudara
17
17. Menyayangi Kakak Sendiri
18
18. Kekosongan Hati
19
19. Fair
20
20. Ajakan Pertama dan Terakhir
21
21. Sakit Tak Berdarah
22
22. Mulai Curiga
23
23. Lelaki Frustasi
24
24. Antara Ego dan Hati
25
25. Menjauhi Najis Besar
26
26. Hanya Saudara
27
27. Jangan Meragu
28
28. Tertampar Perkataan
29
29. Rasa Bersalah
30
30. Perasaan Tak Tenang
31
31. Pengakuan Hati
32
32. Cinta Yang Sama-Sama Besar
33
33. Sudah Dewasa
34
34. Effort
35
35. Lu Jual, Gua Beli
36
36. Lelaki Yang Setara
37
37. Masa Lalu x Masa Depan
38
38. Dikira Baik Ternyata Bikin Sakit
39
39. Berita Yang Menggemparkan
40
40. Cara Elegan
41
41. Membunuh Tanpa Menyentuh
42
42. Tukang Palak Kena Palak
43
43. Membatalkan
44
44. Tak Ingin Bahagia Di Atas Sedihnya Keluarga
45
45. Intimate Wedding
46
46. Mission Success
47
47. Aduan Berharap Didengar Tuhan
48
48. Melindungi
49
Maaf
50
49. Sedih dan Kecewa
51
50. Tung Tung Junior
52
51. Kental Kok
53
52. Tak Biasanya Seperti Itu
54
53. Jeruk
55
54. Di Luar Prediksi
56
55. Yang Normal-Normal Aja
57
56. Ini Yang Paling Jauh
58
57. Masuk Akal
59
58. Masih Diungkit
60
59. Begitu Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!