Rhodes lahir dan tinggal di jalanan kerajaan. Sejak kecil ia sudah hidup sendirian. Orang tuanya telah meninggal. Karena tak memiliki kerabat dan kenalan, ia menjadi terlantar. Walaupun begitu, Rhodes menjalani hidupnya dengan senyuman.
Hingga suatu ketika, hidupnya berubah saat ia diasuh oleh seorang petualang. Petualang itu membawa Rhodes ke rumahnya yang berada di kaki gunung. Ia diajari cara bertahan hidup. Perlahan, Rhodes juga diajari seni pedang. Ia menemukan bakat berpedangnya tidak terlalu buruk. Ia terus belajar pedang hingga beberapa puluh tahun dan menjadi satu dari sepuluh orang terkuat di kerajaannya kala itu.
Saat itulah petualang yang mengasuh dirinya itu menjelaskan siapa dirinya. Ia bernama Arthur dan memiliki misi menumpas habis bangsa Demon yang mulai membangkitkan kekuatannya kembali. Arthur berhasil mendapatkan sebagian pusaka iblis yang ia sembunyikan di berbagai tempat. Arthur memberikan kepercayaannya pada Rhodes dan berkata misinya tak boleh gagal. Jika Rhodes tiada, ia harus mewariskan job yang ia miliki kepada orang lain untuk meneruskan perjuangannya.
Beberapa tahun berselang, Arthur pun wafat. Sebelum wafat ia sempat memberikan catatan yang berisi letak semua pusaka Demon yang ia sembunyikan. Bangsa iblis pun tahu bahwa Rhodes adalah penerus dari Arthur, jadi ia pun di buru. Beberapa puluh tahun berlalu, ia terus memerangi ras Demon. Ia telah tua dan memilih bersembunyi di kota kecil bernama Rosevelt. Saat itulah ia menemukan pria menarik bernama Rey. Ia berpikir akan mewariskan Job serta pusaka pedang kembar yang ia miliki pada pemuda itu.
******
Kira-kira, begitulah Rey menyimpulkan isi dari catatan kehidupan Rhodes. Rhodes dengan jelas berkata akan mewariskan pedang yang dimaksud Rhodes dalam catatannya itu, tetapi Rey tak menemukan pedang kembar yang dimaksud. Di catatan itu disebutkan nama pedang itu adalah Cosmos Sword dan Chaos Sword. Namun, Rey tak menemukan sebilah pedang pun di peti itu.
Rey terus membaca buku itu. Di halaman terakhir, terdapat nama beberapa tempat. Ia mengenal hampir separuh dari tempat itu. Satu tempat yang menarik perhatiannya adalah Ancient Ruin. Rey menghela nafas berat. Ia baru menyadari ternyata ia telah bermain MMO lebih dari enam jam. Dan bisa dipastikan di tempatnya saat ini telah pagi. Rey pun memilih log out karena harus bekerja di sebuah kafe.
*****
Raihan segera bangkit dari tempat tidur dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, ia segera berpakaian dan berangkat menuju tempat kerjanya. Walaupun semalaman ia tak tidur, pria tinggi itu tak merasa ngantuk sedikitpun. Bisa dibilang ia telah biasa bergadang semalaman. Jadi sudah menjadi hal wajar jika ia tetap segar walau tanpa tidur sekalipun.
Tak butuh waktu lama untuknya tiba di tempat kerjanya yang bernama "Caya Cafe". Raihan bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe. Ia segera memasuki kafe siber itu. Terlihat juga ada beberapa karyawan lain. Raihan segera pergi ke ruangan karyawan dan mengganti pakaiannya dengan seragam pelayan. Setelah selesai ia lalu kembali lagi ke depan untuk membersihkan ruangan kafe itu. Sejam berselang, kafe itu pun dibuka. Kafe siber itu cukup banyak menarik pengunjung. Raihan juga membaca ulasan para artis sosial media tentang pelayanan kafe itu yang memuaskan. Ditambah dengan menyediakan fasilitas internet secara gratis untuk pelanggannya. Kafe ini biasanya buka dari jam 9 pagi hingga 9 malam.
Raihan terus bekerja sepenuh hati hingga ia diberitahu oleh salah satu karyawan lain jika ia dipanggil pemilik kafe. Ia sedikit terkejut mendengarnya. Dengan buru-buru, ia segera melangkahkan kakinya. Tak butuh waktu lama untuknya tiba di ruangan sang pemilik kafe ini. Ia mengetok pintu beberapa dan terdengar suara seorang yang berkata "Masuklah!"
Raihan membuka pintu perlahan. Aroma yang berada di dalam ruangan itu segera tercium olehnya. Raihan mengerutkan dahinya karena selain mencium aroma pewangi ruangan, ia juga mencium parfum wanita. Ia segera menoleh dan menemukan seorang wanita cantik duduk di hadapan bosnya yang bernama Randi Kurniawan itu. Raihan menyipitkan matanya saat merasa wanita cantik itu terasa tak asing. Ia berjalan mendekat dan menatap wanita itu. Raihan begitu terkejut begitu tahu wanita yang sedang duduk di kursi itu adalah kekasihnya sendiri. Wanita itu berdiri setelah menyadari keberadaan Raihan. Ia tersenyum kecut melihat Raihan yang mematung kebingungan.
"Raihan," panggil wanita itu. "Aku rasa hubungan kita tak berjalan ke arah yang benar. Kau tak lagi memiliki waktu untukku. Aku rasa lebih baik kita akhiri saja hubungan ini."
Raihan serasa disambar petir. Memang benar jika waktunya ia habiskan untuk bekerja. Namun itu bukanlah sebuah alasan untuk memutuskan hubungan ini. Ia lalu menatap Randi yang menyaksikan kejadian itu. Raihan mengepalkan tangannya keras.
"Ada yang mau kau katakan?" tanya Raihan sinis ke arah bosnya sendiri. Randi menghela nafas. Ia pun berdiri dan mendekati Alina, wanita yang kini telah menjadi mantan Raihan.
"Dengar. Aku masih menganggap dirimu karena kau adalah salah satu temanku saat SMA dan orang yang menjaga Alina setahun terakhir ini. Karena itu aku berterima kasih untukmu. Namun, aku hanya bisa bilang..."
"Teman? Ini yang akan dilakukan seorang teman?" Raihan cepat-cepat memotong perkataan Randi. Ia menatap 'temannya' itu sinis. Ia lalu menatap Lina yang serasa tak bersalah.
"Aku akan memberikan kompensasi atas ini. Jika kau bermain MMO, kau bisa mencari Guildku. Kau akan menjadi tangan kananku. Nama Guildku Light Crusader. Ini konpensasi atas kejadian ini" Randi pun mulai meraba kantongnya. Ia lalu mengeluarkan sebuah amplop putih. Ia menyodorkan amplop itu ke arah Raihan. Raihan tersenyum kecut sambil mengambil amplop itu. Tak lama berada di tangannya, ia segera melemparkan benda itu tepat ke wajah Randi. Emosinya segera tersulut. Ia segera menyebut segala sumpah serapah dan hendak memukul Raihan sebelum dihentikan Alina. Raihan hendak melangkah pergi.
"Kau akan menerima surat pengunduran diriku besok," ucap Raihan dingin.
"Kalau aku tahu di mana kau berada, aku tidak akan membiarkan kau bermain nyaman di MMO," ucap Randi setengah berteriak. Raihan tak menghiraukan itu dan segera mengambil barang-barangnya. Ia bergegas kembali ke apartemen dengan emosi yang belum padam.
*******
[Name: Rey
Ras: Human
Level: 14
Job: Twin Heart
Str: 256
Vit: 156
Int: 136
Dex: 219
Lck: 215
Skill:
-Slash (Active )
-Sword Mastery (Passive)
-Chaos Heart (Active)
-Sky Alchemist (Production)
Bonus:
-saat bertarung seorang diri All Stat +50%
-saat menggunakan pedang str +20%
-jika menggunakan dua pedang yang seimbang mendapatkan bonus Str +5%, Dex +15%
-dapat menggunakan semua senjata
-dapat menggunakan semua armor
-dapat mempelajari semua skill]
Rey telah menghabiskan dua jam untuk menaikkan levelnya. Setelah mendapatkan Job Special-Tier, ia harus mengulang kembali levelnya. Dan saat ini ia telah berlevel 14. Ia kini tengah beristirahat dibawah sebuah pohon sambil memulihkan HP miliknya yang berkurang 15%.
Salah satu fitur MMO adalah memiliki sistem Auto Regen. Sistem ini akan aktif jika seseorang tidak sedang bertarung. Dam kecepatan Regen sistem ini adalah 1 Hp per detik. Rey sendiri memiliki poin nyawa sebesar 400.
Selain fitur Auto Regen, MMO juga memiliki fitur lain. Seorang player akan terasa kelelahan jika bertarung terlalu banyak. Player juga bisa merasa lapar dan haus. Fitur inilah yang membuat MMO seperti di dunia nyata.
Sambil beristirahat dan memulihkan staminanya, Rey membuat beberapa Small Potion. Ia telah mempelajari Skill Book Alchemy dan mempunyai bahannya. Karena Skill Alchemy miliknya masih rendah, ia hanya bisa membuat Potion level rendah seperti Small Potion.
Walaupun Rey sedang membuat Small Potion, pikirannya berada di tempat lain. Ia masih bingung dengan pembunuh Rhodes dan kemana hilangnya kedua pedang pusaka yang ditulis di buku catatannya. Sejauh ini, Rey hanya bisa menduga bahwa ras iblis yang membunuh sekaligus mengambil pusaka tersebut, mengingat Rhodes dicari banyak ras Iblis.
Saat bahan Small Potion yang dimilikinya telah habis, Rey membuka buku yang ditinggalkan Rhodes. Ia kembali membaca buku itu. Di buku itu di jelaskan bahwa ia berhubungan baik dengan suatu kelompok di Midgard Tengah yang bernama Saints. Rey menghela nafas berat. Midgard Tengah merupakan tempat dimana para pemain profesional berkumpul. Rata-rata level pemain di sana adalah level 100. Paling rendah mungkin adalah level 50. Sedangkan Rey masih berada di level 14. Ia butuh tempat untuk menaikkan level yang sesuai dengan levelnya.
Di tengah kebingungannya itu, sebuah pesan singkat masuk. Ia melihat Yun berusaha menghubunginya. Pesan itu berbunyi " Aku bersama Guildku akan menyerang desa goblin yang tak jauh dari desa. Kami akan berangkat besok. Jika kau mau ikut, besok datanglah ke gerbang barat kota Rosevelt."
Rey tersenyum lebar dan segera bangkit menuju kota. Ia berniat memperiapkan armor dan segala macam yang ia perlukan untuk mengikuti perburuan ini. Jadi ia akan menjual Small Potion yang ia miliki untuk menambah copper yang ia miliki. Tak butuh waktu lama, ia segera tiba di kota. Ia segera membentangkan kain dan menaruh Small Potion yang ia miliki di kain itu. Ada lebih dari lima puluh Small Potion. Beberapa player segera mendatangi Rey saat ia mengeluarkan cairan hijau muda itu.
"Kau menjual Small Potion? Berapa harga satu ramuannya?" tanya seorang pria Swordman itu. Beberapa orang juga segera mengerubungi barang dagangan Rey. Sejujurnya Potion begitu langka akhir-akhir ini.
"Satu Small potion 10 copper. Jika kau membeli 3, kau hanya perlu membayarnya 25 copper," jawab Rey. Orang-orang yang mendengarnya terkejut. Sejauh yang mereka ketahui, harga Small Potion adalah 15 copper. Yang paling murah pun berharga 12 copper. Namun pria di hadapan mereka berani menjual dengan harga 10 copper.
"Kalau begitu aku beli 3 botol," ucap Swordman tadi. Rey tersenyum lebar dan memberikannya 3 botol ramuan berwarna hijau muda itu. Setelah membayar, pria Swordman itu menatap ramuan ditangannya itu lekat-lekat.
"Kau tidak memberikan barang palsu padaku kan?" celetuk orang itu. Sebenarnya Rey juga paham jika ia menjual Small Potion ini lebih murah daripada yang lain. Namun Rey memang tidak membutuhkan bahan yang mahal untuk membuat ramuan tersebut. Dengan percaya diri, Rey berkata "Silahkan diperiksa."
Pria itu memeriksa sejenak. Ekpresinya segera berubah. Ia begitu terkejut.
"Memulihkan 100 Hp? Seharusnya Small Potion hanya memulihkan 50 Hp," ucap orang itu tak percaya. Rey sendiri tersenyum lebar. Awalnya ia juga terkejut karena Small Potion yang ia hasilkan sedikit berbeda. Namun saat ia memeriksa Skill Alchemy miliknya, ia segera menyadari bahwa Skill Alchemy miliknya sedikit spesial yang bernama Sky Alchemist.
Sontak ucapan orang itu segera menimbulkan keributan. Beberapa orang segera membeli Small Potion miliknya dalam jumlah banyak. Tak butuh waktu lama, setengah menit berselang barang dagangan Rey telah habis terjual. Beberapa pembelinya segera memeriksa Small Potion yang baru saja mereka beli.
"Serius?"
"Ini bukan Small Potion biasa"
"Harganya begitu murah. Namun barangnya berkualitas"
Segera terjadi perdebatan antara mereka. Beberapa orang yang tidak kebagian segera mendesak Rey untuk mengeluarkan lebih banyak. Rey hanya tersenyum canggung sebelum menjelaskan dia telah kehabisan Small Potion. Rey segera bangkit dan menyimpan kain yang digunakannya sebagai alas tadi. Rey hendak berniat pergi. Namun ia berhenti saat seseorang menepuk pundaknya. Rey segera menoleh dan menemukan beberapa orang dengan Job yang berbeda-beda. Namun yang menepuk pundaknya tadi adalah Assasin. Rey mengetahuinya karena orang itu memiliki dua pisau yang tersarung di pinggangnya.
"Perkenalkan, namaku RobKing." Pria itu menundukkan badannya sejenak sebelum kembali berucap. "Aku lihat kau seorang Alchemist yang sangat ahli. Bagaimana jika kau menjadi Alchemist pribadi Guild Light Crusader? Tentunya kau akan mendapatkan posisi yang menarik."
Rey tersenyum kecut mendengar nama Guild Light Crusader. Ia tak akan mungkin lupa begitu saja nama Guild itu. Namun, tak seharusnya ia memancing keributan sekarang. Setidaknya, ia harus berlevel 50 baru bisa menyinggung Guild itu secara terang-terangan. Dengan sopan, Rey menolak tawaran RobKing. Beberapa orang segera terkejut. RobKing sendiri hendak memberikan penawaran lain. Namun, Rey bergegas pergi dari sana untuk membeli Armor dan persiapan untuk besok. Sebenarnya alasan terbesar Rey adalah menghindari Guild Light Crusader.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Fahmi Challen Atlanta
alchemist itu bukannya job?
2022-04-26
0
ARSY ALFAZZA
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
2020-12-28
0
NekoNyaa
hahhahaha
kebalikan dari hero saga
kalau hero saga tokohnya putus cinta dulu kalau mmo"main dulu baru putus cinta+ alur nya lho jangan dibuat cepat tiap peristiwa y di buat tulisan biar kesannya bagus" jangan buat alur cepat gak ada kesan nya banget lv dari 1 kok tiba2 jadi 14, orng buat jelas lah.....
2020-10-21
1