Hari ini Afra sedang libur dan jika ia libur maka kegiatannya adalah membantu Ibu Mila di pasar, dengan telaten Afra melayani pembeli hingga tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan preman pasar.
"Eh ada Neng Afra, gimana kabarnya Neng Afra" tanya Kang Kholil.
"Alhamdulillah baik," jawab Afra seadanya dan ia tetap melanjutkan membungkus pesanan lauk pembeli.
"Udah punya calon belum? Kalau belum, bisa kali sama Akang," tanya Kang Kholil.
Afra hanya diam tanpa merespon godaan Kang Kholil, Afra sendiri sudah biasa mendapat godaan darinya, Afra juga seringkali menegur Kang Kholil bahkan sering memarahinya, namun tetap saja tidak ada perubahan hingga Afra lelah menegurnya dan memilih untuk tidak menanggapinya.
"Kok diem aja Neng," godanya lagi.
"Udah kamu pergi sana jangan ganggu Afra terus," ucap Bu Sekar, salah satu pemilik warung di dekat sana.
"Padahal mah cuma temu kangen sama Neng Afra," ucap Kang Kholil.
"Halah, udah pergi sana," usir Bu Sekar lalu Kang Kholil pun pergi.
"Gak usah di ladenin orang kayak Kholil gitu, udah kerja gak jelas. Tapi, sok-sokan," ucap Bu Sekar.
"Iya, Bu. Bu Sekar mau ambil lauk ya?" tanya Afra.
"Iya, saya udah pesen kemarin," ucap Bu Sekar lalu Afra pun mengambil pesanan Bu Sekar.
"Ini uangnya," ucap Bu Sekar.
"Terimakasih, Bu," jawab Afra lalu Bu Sekar pun pergi.
"Afra, kamu ke Ayah dulu, kasihkan air kepala ini. Biar Ibu yang jagain warung," ucap Ibu Mila.
Afra pun berjalan kearea pasar dan mencari Ayah Amar, hingga beberapa saat kemudian Afra melihat Ayah Amar yang istirahat.
"Yah, ini minumannya," ucap Afra.
"Iya, makasih ya. Ini udah mau siang, kamu gak pulang? lagipula warung kan mau tutup," tanya Ayah Amar.
"Sebentar lagi Yah, di warung lagi ramai tadi," ucap Afra lalu kembali ke warung.
Ketika Afra baru saja sampai di warung tiba-tiba ia melihat Abah Bahar yang merupakan pengusaha beras di daerah tersebut keluar dari warung dan melihat Afra dengan senyuman menggoda.
"Kenapa A ah Bahar kesini, Bu? Biasanya juga gak pernah kesini," tanya Afra.
"Oh tadi cuma mampir kok," ucap Ibu Mila.
Afra pun percaya saja dengan apa yang dikatakan Ibu Mila, lalu ia kembali membantu membereskan barang-barang karena warung sebentar lagi tutup.
Setelah membereskan barang-barangnya, Afra dan Ibu Mila pulang. Ketika mereka sampai di rumah, Ibu Mila langsung menahan tangan Afra yang hendak masuk ke kamar.
"Ada apa, Bu?" tanya Afra.
"Sebenarnya Abah Bahar tadi ke warung, dia ingin menikahi kamu," ucap Ibu Mila.
"Terus?" tanya Afra.
"Terus apanya?" tanya Ibu Mila.
"Apa jawaban Ibu?" tanya Afra.
"Ya, Ibu setuju aja. Lagipula kamu kan gak punya pasangan, daripada kamu sama pria gak jelas mendingan sama Abah Bahar. Dia juragan beras loh, kamu gak akan kesusahan kalau sama Abah Bahar, semua kebutuhan kamu pasti terpenuhi," ucap Ibu Mila.
"Yasudah kalau begitu, Ibu saja yang menikah dengan Abah Bahar," ucap Afra.
"Gak bisa dong, kok malah Ibu yang disuruh nikah. Abah Bahar maunya kamu, tadi Abah Bahar juga nawarin mahar besar. Mumpung kamu gak lunya pasangan mendingan kamu sama Abah Bahar aja," ucap Ibu Mila.
"Maaf, Bu. Tapi, aku gak mau menikah dengan Abah Bahar. Yang menikah ini aku dan aku gak mau terjebak ke dalam sebuah pernikahan yang bukan keinginanku sendiri," ucap Afra.
"Halah kamu ini, umur kamu itu udah 27 tahun dan waktunya kamu menikah. Ibu itu sering banget denger orang-orang bilang kalau kamu perawan tua ya, harusnya kamu sadar kalau umur kamu gak muda lagi. Mumpung ada yang mau menikahi kamu, lebih baik kamu terima aja," ucap Ibu Mila.
"Astaghfirullah Ibu, Ibu ini kenapa sih? Ibu dapat uang dari Abah Bahar?" tanya Afra.
"Kamu jangan nuduh Ibu ya, gini-gini Ibu gak terima apa-apa dari Abah Bahar. Ibu masih baik ya nanya sama kamu dulu," ucap Ibu Mila.
"Kalau begitu jawaban Afra tetap sama, Afra menolak menikah dengan Abah Bahar," ucap Afra.
"Kalau begitu bawa pasanganmu dihadapan Ibu, baru Ibu akan setuju penolakanmu," ucap Ibu Mila.
"Ibu!" Afra begitu histeris ketika mendengar hal itu.
"Kenapa? ada yang salah? kamu menolak menikah dengan Abah Bahar artinya kamu harus sudah punya pasangan," tanya Ibu Mila.
"Ibu kenapa jadi kayak gini sih? Bu, Afra yang menjalankan pernikahan nanti jadi biarkan Afra yang menentukan kapan dan siapa yang harus Afra nikahi, bukan Ibu," ucap Afra.
"Ibu tidak peduli, pokoknya kamu harus bawa pasangan kamu ke hadapan Ibu, itu syarat dari Ibu kalau kamu gak mau menikah dengan Abah Bahar," ucap Ibu Mila lalu masuk ke dalam kamar.
"Ya Allah Ibu, kenapa Ibu jadi bikin Afra susah kayak gini sih, ini hidup Afra harusnya Afra yang menentukan apa yang terbaik untuk Afra, Ibu tau apa tentang hidup Afra sampai nyuruh Afra ini itu? yang Ibu tau cuma nyuruh Afra kerja keras cari uang, kalau uangnya kurang Ibu pasti nyuruh Afra hutang sana hutang sini, terus uangnya Ibu buat foya-foya!" teriak Afra.
Setelah beberapa saat, Afra pun mulai tenang lalu ia pun masuk ke dalam kamar. "Ya Allah, maafkan hambamu ini Ya Allah. Hamba mengaku khilaf karena sudah berteriak ke Ibu tadi. Terus gimana ini? aku bingung banget, aku harus bawa siapa, aku gak punya pasangan. Tapi, aku gak menikah dengan Abah Bahar, Ibu kenapa sih akhir-akhir ini terlalu memikirkan soal uang padahal sebelumnya Ibu gak sebegitu mementingkan uang," gumam Afra dan karena terlalu lelah, Afra pun tertidur.
Ketika Afra bangun, ia melihat jam ternyata sudah malam lalu Afra membersihkan tubuhnya, Afra tengah berhalangan sehingga Afra tidak melaksanakan shalat.
"Aku capek banget Ya Allah, belum lagi soal Ibu," gumam Afra.
Ketika tengah membaca novel tiba-tiba saja Afra teringat tentang Faiz, "Bagaimana ya? apa aku terima aja ajakan Gus Faiz, tapi aku gak mau memanfaatkan ini apalagi dia adalah seorang Gus. Tapi selain dia aku gak tau lagi siapa yang harus aku ajak," gumam Afra.
Cukup lama Afra memikirkan tentang hal tersebut dan akhirnya Afra memutuskan untuk tidak membawa-bawa Faiz ke dalam masalah ini, biarlah Afra menyelesaikannya sendiri.
"Mungkin aku harus menolak ajak Gus Faiz, aku belum menemukan petunjuk apapun tentang Gus Faiz. Aku gak mau ngasih harapan palsu buat Gus Faiz," gumam Afra lalu ia mengambil ponsel dan menghubungi Hilya.
.
.
.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Naufal Affiq
lanjut thor
2025-03-21
0