"Afra capek banget, Bu. Afra istirahat dulu ya, nanti kalau udah mendingan Afra bicara lagi sama Ibu," ucap Afra lalu ia pun masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar, Afra segera membersihkan tubuhnya lalu setelah itu Afra memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu, niat Afra hanya berbaring sebentar. Namun, Afra justru ketiduran hingga tanpa sadar ketika ia terbangun Ternyata sudah jam 9 malam dan untung saja Afra sudah melaksanakan sholat tadi sehingga Afra pun merasa tenang.
"Udah jam 9," gumam Afra.
Saat Afra hendak kembali terlelap tiba-tiba ia teringat pemberian Hira tadi, mau tidak mau Afra pun bangun dan membuka isi dari paperbag pemberian Hira. Begitu Afra membukanya ternyata di dalam paperbag tersebut berisikan sebuah kue lapis dengan berbagai macam rasa, bukan hanya kue lapis, ternyata di dalamnya juga terdapat buah kering.
"Alhamdulillah, Mbak Hira baik banget," ucap Afra.
Afra pun mengambil kue dan cemilan tersebut hendak membawanya ke luar. Namun, ia teringat dengan amplop yang di berikan Hira lalu Afra pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengambil amplop yang ada di tasnya lalu membuka dan betapa terkejutnya Afra ketika melihat uang sebesar 500 ribu tersebut.
"Astagfirullah, ini Mbak Hira gak salah ngasih apa. Haduh aku tadi gak minta nomornya Mbak Hira lagi, aku gak mungkin ambil uang ini," gumam Afra.
Namun, tiba-tiba perkataan Ibu Mila tadi saat Afra baru sampai di rumah membuatnya ragu, ia ingin menggunakan uang tersebut, namun ia takut.
"Ya Allah, maafin Afra. Mbak Hira kalau suatu saat Afra ketemu lagi sama Mbak Hira, Afra bakal ganti uangnya Mbak Hira, Afra janji," gumam Afra lalu ia pun memutuskan untuk menggunakan uang tersebut.
Afra pun keluar dari kamar dan ia menuju ruang tamu dimana disana sudah ada Ibu Mila, Ayah Amar dan juga Fia. "Mbak," panggil Fia.
"Ini, tadi Mbak ada rezeki ada orang baik ngasih kue ke Mbak," ucap Afra.
"Dari siapa? kamu gak minta-minta ke orang kan? Ra, Ibu tau kalau kita ini memang dari keluarga yang serba kekurangannya, tapi kamu jangan pernah minta-minta sama orang," ucap Ibu Mila.
Afra pun tersenyum mendengar ucapan Ibu Mila, "Alhamdulillah, Bu. Afra gak minta-minta kok, Afra di kasih, Afra sudah menolaknya berulang kali, tapi sepertinya memang rezeki Afra makanya Afra ambil," ucap Afra dan diangguki Ibu Mila.
"Ini, makan Dek," ucap Afra dan memberikan kue lapis tersebut ke Fia.
Mereka pun menikmati makanan tersebut dnegan nikmat, "Enak Mbak kue lapisnya, ini kayaknya pertama kalinya Fia makan kue kayak gini," ucap Fia.
"Adek kamu suka, Ra. Kapan-kapan kamu tanya ke orang yang ngasih ini ya, nanti kamu beli lagi," ucap Ibu Mila.
"Iya, Bu. InsyaAllah kalau ada rezeki ya, Afra bakal beliin," ucap Afra.
"Oh iya, ini Bu. Untuk uang buat biaya sekolahnya Fia, Afra udah ada," ucap Afra.
"Biaya apa Mbak?" tanya Fia.
"Anak kecil gak usah tau," ucap I u Mila.
"Ibu minta uang ke Afra lagi?" tanta Ayah Amar.
"Salah ya?" tanya Ibu Mila dengan tanpa rasa bersalah lalu mengambil uang tersebut dan menghitungnya.
Namun, baru saja Ibu Mila hendak menaruh uang tersebut ke sakunya, Fia terlebih dahulu mengambil uang tersebut dan mengembalikannya pada Afra.
"Mbak, uangnya buat apa sebenarnya? apa yang Ibu bilang ke Mbak? Ibu diam, jangan bicara apa-apa," tanya Fia.
"Kata Ibu biaya sekolah kamu belum dibayar, Mbak udah ngasih beberapa waktu yang laku. Tapi, uangnya di pakai Ibu buat kebutuhan lain," ucap Afra.
"Astagfirullah, jadi selama ini Ibu bohongin Mbak Afra," ucap Fia.
"Bohongin maksudnya?" tanya Afra.
"Mbak, Fia itu dapat beasiswa dan Fia tidak perlu membayar uang sekolah lagi," ucap Fia.
Afra pun menatap Ibu Mila yang saat ini mengalihkan pandangan dari Afra, "Selama ini Ibu bohongin Afra. Bu, Afra udah capek-capek nyari sana sini nyari buat biaya sekolah Fia dan ternyata semua ini cuma akal-akalan Ibu," ucap Afra.
"Gak ikhlas kamu?" tanya Ibu Mila.
"Iya, Afra gak ikhlas. Ibu gak tau kan gimana Afra nyarinya susah payah, Bu. Terus buat apa uang itu? buat Ibu arisan iya?" tanya Afra.
"Kamu udah berani ya sama orangtua," ucap Ibu Mila.
"Kenapa? Ibu mau bilang Afra durhaka iya?" tanya Afra.
Afra langsung memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar, ia sedang tidak ingin bertemu dengan Ibu Mila. Sakit tentu saja sakit, selama ini Ibu Mila selalu menuntut Afra untuk membiayai sekolah Fia, namun nyatanya semua itu hanyalah tipu dari Ibu Mila.
Fia sendiri saat ini bersekolah di madrasah aliyah berbasis pondok pesantren di dekat rumahnya, Fia tidak masuk ke pondok pesantren dan hanya bersekolah di sana, Fia juga mendapat beasiswa dari ustadzahnya karena Fia adalah seorang penghafal Al-Qur'an dimana Fia sudah menghafal 5 juz.
Afra sendiri tidak tau mengenai beasiswa tersebut karena selama ini Ibu Mila yang sudah menipunya dan karena Afra tidak mau menjadi anak yang durhaka, Afra pun mengikuti apa saja yang dikatakan Ibu Mila dan kesalahan Afra adalah ia tidak menanyakan pada Fia terlebih dahulu mengenai biaya sekolahnya.
Fia sendiri juga tidak memberitahu Afra karena Ibu Mila mengatakan jika Afra sudah mengetahui mengenai beasiswanya, Fia tidak berpikir jika Ibunya akan membohongi Kakaknya.
Tak lama setelah itu, pintu kamar Afra diketuk dan suara Fia terdengar dari luar lalu Afra pun mempersilahkan Fia masuk, "Mbak, maafin Fia ya. Harusnya Fia dari awal bilang soal beasiswa yang Fia dapat," ucap Fia.
"Gapapa, Ibu pasti udah bohongin kamu juga kan?" tanya Afra dan diangguki Fia.
"Mbak," panggil Fia.
"Iya," jawab Afra.
"Kayaknya Fia mau mondok aja, Ustadzah Jihan nawarin Fia buat mondok biar hafalan Fia terjaga, Mbak gak perlu khawatir karena semua biaya sudah ditanggung sama beasiswa itu, tapi karena Fia memang maunya sekolah makanya Fia gak pakai beasiswa buat mondok nya dan setelah kejadian ini Fia jadi pengen mondok Mbak," ucap Fia.
"Mbak justru senang kalau kamu mau mondok, Dek. Mbak kan dari dulu juga pengennya kamu mondok," ucap Afra.
"Tapi, Ibu...," Ibu Mila memang tidak setuju jika Fi mondok, dengan alasan tidak ingin jauh dari anak-anaknya.
"Kamu gak usah khawatir soal Ibu, biar Mbak yang bicara sama Ibu," ucap Afra.
"Makasih ya Mbak," ucap Fia.
"Sama-sama, nanti kalau kamu udah mondok, kmu ambil semua ilmu yang baik-baik dan kamu gunakan di kehidupan sehari-hari kamu ya," ucap Afra.
.
.
.
Bersambung.....
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA SEMUANYA 🍒
Kalau kalian suka dengan cerita Author jangan lupa kasih LIKE, KOMENTAR, mau kasih HADIAH juga gapapa, VOTE juga boleh, jangan lupa juga buat kasih author bintang (⭐) di kolom komentar ya supaya author tambah semangat nulisnya dan bisa up bab setiap hari.
Follow juga akun instagram Author : @elaretaa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments