Bab 3

Hari-hari berikutnya, Zayn dan Azalea mulai membentuk rutinitas baru mereka. Setiap pagi, Zayn akan mengantar Azalea ke sekolah sebelum ia berangkat ke tempat kerjanya. Setiap sore, Zayn akan menjemput Azalea dari sekolah dan mereka akan pulang bersama.

Saat makan malam, Zayn dan Azalea akan berbicara tentang hari mereka. Zayn akan bertanya tentang pelajaran Azalea di sekolah, dan Azalea akan menceritakan tentang teman-temannya.

Zayn juga mulai memperhatikan kebiasaan Azalea. Ia tahu bahwa Azalea suka makan es krim setelah makan malam, jadi ia akan membelikan es krim untuk Azalea setiap hari.

Azalea juga mulai merasa lebih nyaman dengan Zayn. Ia tahu bahwa Zayn selalu ada untuknya, dan ia merasa aman dengan kehadiran Zayn.

Suatu hari, saat mereka sedang makan malam, Azalea tiba-tiba bertanya kepada Zayn, "Paman Zayn, apa yang terjadi dengan Ibu dan Ayah?"

Zayn terkejut dengan pertanyaan Azalea. Ia tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Namun, ia tahu bahwa ia harus menjawabnya dengan jujur.

"Azalea, Ibu dan Ayahmu telah meninggal dunia," Zayn berkata dengan suara yang lembut. "Mereka telah pergi ke tempat yang lebih baik."

Azalea memandang Zayn dengan tatapan matanya yang penuh tanya. Ia tidak mengerti apa yang terjadi. Namun, ia tahu bahwa ia harus kuat untuk Paman Zayn.

"Baiklah, Paman Zayn," Azalea berkata dengan suara yang lembut. "Aku akan kuat untuk menghadapi semuanya demi paman Zayn."

Zayn tersenyum dan memeluk Azalea dengan penuh cinta kasih. "Aku sangat bangga denganmu, Azalea," Zayn berkata dengan suara yang lembut. "Kamu sangat kuat dan berani."

Suatu ketika saat Zayn sedang bekerja di kantornya, ia dihubungi oleh guru Azalea, Ibu Sri. Ibu Sri terdengar khawatir di telepon.

"Pak Zayn, saya ingin memberitahu Anda bahwa Azalea tiba-tiba mengalami sakit demam," Ibu Sri berkata dengan suara yang khawatir. "Saya pikir Anda harus segera menjemputnya."

Zayn terkejut dengan berita itu. Ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan bergegas ke sekolah Azalea. Ia merasa khawatir tentang kondisi Azalea dan ingin segera menjemputnya.

Saat tiba di sekolah, Zayn langsung menuju ke ruang kelas Azalea. Ia melihat Azalea yang sudah terbaring di atas meja dengan wajahnya yang pucat.

"Azalea, apa yang terjadi?" Zayn berkata dengan suaranya yang terdengar khawatir.

Azalea membuka matanya dan memandang Zayn dengan lemah. "Paman Zayn, aku merasa tidak enak badan," Azalea berkata dengan suaranya yang lemah.

Zayn langsung memeluk Azalea dan membawanya ke mobil. Ia membawa Azalea ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Di rumah sakit, dokter memeriksa Azalea dan menyatakan bahwa ia mengalami demam tinggi karena infeksi saluran pernapasan. Dokter memberikan obat kepada Azalea dan meminta Zayn untuk merawatnya di rumah.

Zayn membawa Azalea pulang ke rumah dan merawatnya dengan baik. Ia memberikan obat kepada Azalea dan memastikan bahwa ia mendapatkan istirahat yang cukup.

Saat malam, Zayn duduk di samping tempat tidur Azalea dan memandangnya dengan khawatir. Ia merasa lega bahwa Azalea sudah mendapatkan perawatan yang tepat, namun ia masih khawatir tentang kondisi Azalea.

"Azalea, paman akan selalu ada untukmu," Zayn berkata dengan suara yang lembut. "Paman akan merawat mu sampai kamu sembuh."

Azalea membuka matanya dan memandang Zayn dengan lemah. "Terima kasih, Paman Zayn," Azalea berkata dengan suara yang lemah.

Zayn tersenyum dan memeluk Azalea dengan lembut. "Paman akan selalu ada untukmu, Azalea," Zayn berkata dengan suara yang lembut.

Terpopuler

Comments

Cappie

Cappie

semangat untuk up eps teruzz

2025-03-18

0

Hanniiiii

Hanniiiii

semangaaatt

2025-03-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!