Bab 16

Azalea pun menerima liontin pemberian pamannya dan menyentuh batu liontin yang berbentuk hati itu dengan penuh kasih sayang. Ia memandang liontin tersebut dengan tatapan mata yang penuh kekaguman dan keharuan.

Azalea kemudian meminta pamannya untuk mau memasangkan liontin itu ke lehernya. "Paman, bisakah paman membantuku untuk memakaikan liontin ini ke leherku?""

Zayn tersenyum dan mengambil liontin tersebut dari tangan Azalea. Ia kemudian mendekati Azalea dan memasangkan liontin tersebut ke lehernya.

Saat tangan Zayn menyentuh lehernya, Azalea merasa bergetar. Ia merasa sangat bahagia oleh sentuhan pamannya yang sangat lembut dan penuh kasih sayang di lehernya.

Azalea memandang mata pamannya dengan tatapan mata yang penuh cinta. Ia bisa melihat bahwa pamannya sangat mencintainya dan ingin membuatnya bahagia.

Zayn juga memandang mata Azalea dengan tatapan matanya yang penuh kasih sayang. Ia bisa melihat bahwa Azalea sangat bahagia dan terharu oleh kejutan ulang tahun yang diberikan olehnya.

Zayn berangan angan di dalam benaknya,andai saja keponakannya itu mengerti akan isi hatinya.Ia Ingin keponakannya itu tahu kalau selama ini kehadirannya telah menumbuhkan perasaan cinta yang tidak seharusnya dimiliki oleh paman dan keponakan.

Mereka berdua terdiam dalam beberapa detik,saling memandang satu sama lain dengan penuh kasih sayang dan cinta yang mulai mereka rasakan. Angin malam yang sejuk dan langit yang berbintang membuat momen tersebut semakin romantis dan tidak terlupakan untuk Zayn dan juga Azalea.

Malam pun semakin larut, Zayn pun akhirnya mengajak Azalea untuk pulang ke rumah. Saat berada dalam perjalanan pulang, Azalea yang mengantuk dan lelah pun akhirnya jatuh tertidur.

Zayn memandang Azalea dengan tatapan matanya yang penuh kasih sayang. Ia bisa melihat bahwa Azalea sangat lelah dan mengantuk. Zayn pun memutuskan untuk tidak membangunkan Azalea dan membiarkannya tidur.

Saat mereka tiba di rumah, Zayn berusaha untuk membangunkan Azalea. "Azalea, kita sudah sampai di rumah. Bangunlah," Zayn berkata dengan suaranya yang lembut.

Namun, Azalea tidak mau bangun. Ia hanya menggeliat dan membenamkan wajahnya ke dalam bantal yang ada di dalam mobil Zayn. Zayn pun tidak memiliki pilihan lain selain menggendong Azalea keluar dari mobil dan membawanya masuk menuju ke kamarnya.

Zayn menggendong Azalea dengan sangat hati-hati dan lembut. Ia bisa merasakan bobot tubuh Azalea yang sangat ringan dan lembut di tangannya. Zayn pun merasa sangat bahagia dan puas karena bisa menggendong keponakannya itu.

Saat Zayn memasuki kamar Azalea, Zayn memandang sekeliling kamar dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang. Ia bisa melihat bahwa kamar Azalea sangat rapi dan bersih. Zayn pun merasa sangat bangga dengan Azalea yang sangat rajin dan bersih dalam merawat kamarnya sendiri.

Zayn pun kemudian meletakkan Azalea di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati dan lembut. Ia memandang wajah Azalea dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang dan merasa sangat bahagia karena bisa melihat Azalea yang tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik dan lembut.

Seusainya menyelimuti tubuh keponakannya itu dengan selimut, Zayn pun akhirnya keluar dari kamar Azalea untuk kembali ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Zayn langsung menghampiri foto dirinya yang bersama dengan Aryo dan istrinya.

Saat memandang foto itu, Zayn berbicara dengan foto Aryo dan istrinya untuk memberitahu kepada mereka kalau Azalea anak mereka sudah tumbuh menjadi wanita yang dewasa dan cantik.

"Aryo, kamu tidak akan percaya kalau Azalea sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik dan dewasa. Ia sangat pintar dan rajin, dan aku sangat bangga dengan dirinya," Zayn berkata dengan suaranya yang penuh dengan kebanggaan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!