Lama-lama Clara merasa bosan karena para suster saja menceritakan tentang pasien yang menyebalkan kemarin itu. Entah apa istimewanya pasien itu, yang jelas dia benar-benar merasa kesal melihatnya.
"Dokter, mau kemana?" tanya seorang suster ketika melihat Clara ingin pergi meninggalkan mereka.
"Untuk apa Saya berada di sini? waktu saya tidak dihabiskan untuk mendengar ocehan ocehan tidak masuk akal kalian ini. Jadi lebih baik saya pulang. Lagi gula jam saya sudah selesai, jadi ya lebih baik pulang!" jawab Clara yang langsung pergi meninggalkan rumah sakit begitu saja.
Dia ingin pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan karena di rumahnya sudah tidak ada lagi bahan makanan yang tersisa. Jadi sepertinya dia harus berbelanja hari ini.
Ya, Clara lebih memilih tinggal sendirian dan jauh dari kedua orang tuanya daripada harus bersama dengan mereka. Lagi pula ibunya sudah meninggal dan ayahnya memilih untuk menikah lagi, maka dari itu dia lebih memilih tinggal sendirian karena dia memiliki saudara tiri bawaan dari istri baru ayahnya.
Clara mengendarai mobilnya sendirian, dan saat dia keluar dari parkiran tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan nomor yang tidak dikenal.
Di lihatnya dengan benar nomor itu dan dia tidak mengenal nomornya. Tapi, nomor itu terus saja menghubunginya sampai di mana Dia memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.

"Halo, siapa?" tanya Clara ketika menjawab panggilan telepon tersebut.
Mendengar suara wanita yang diincarnya menjawab mengantarkan darinya membuat seseorang di sana langsung tersenyum.
"Halo," ulang Clara ketika ucapannya tidak di jawab.
Karena sudah merasa kesal, akhirnya Clara memutuskan sambungan telepon tersebut.
Namun, ketika baru saja dia memutuskan sambungan teleponnya, tiba-tiba saja ponselnya kembali berdering dan itu panggilan masuk masih dari nomor yang sama.
"Halo! jangan macam-macam. Saya bisa melaporkan anda ke polisi atas tuduhan yang tidak menyenangkan!" seru Clara hingga membuat laki-laki itu kembali tersenyum.
"Dasar aneh!" umpat Clara lagi setelah tidak mendapatkan jawaban apa pun dari orang tersebut.
"Jangan terlalu sering berteriak. Kau tau jika orang yang suka berteriak itu kemungkinan besar memiliki riwayat hyper tensi bukan?" ujar orang tersebut yang membuat Clara menatap tidak percaya pada ponselnya saat ini.
"Siapa anda?" tanya Clara yang masih penasaran dengan si penelpon tersebut.
"It's me," ucapnya yang membuat Clara langsung berbalik arah hingga menemukan sosok bertubuh tinggi tegak di belakangnya.
"Kamu?" gumam Clara yang terkejut ketika melihat siapa yang berada di depannya saat ini.
Bagaimana bisa laki-laki ini mengetahui nomor ponsel. Bahkan mengetahui di mana keberadaannya. Itu artinya dia melakukan sesuatu hingga membuat dirinya bisa mengetahui dimana keberadaan Clara saat ini.
"Apa yang Anda lakukan? kenapa Anda bisa mengetahui nomor ponselku dan bahkan anda mengetahui di mana keberadaan ku. Katakan, apa yang Anda lakukan? apa anda memata-mataiku?" tuding Clara karena dia yakin bahwa laki-laki ini benar-benar melakukan hal itu padanya.
"Katakan apa yang anda lakukan?" tunjuknya pada Robert yang membuat laki-laki itu langsung menarik tangan Clara dan memeluk pinggulnya.
"Hati-hati, Tuan. Aku bukan wanita murahan yang bisa anda perlakukan sesuka hati anda. Jika anda berpikir bahwa aku adalah wanita yang bisa diperlakukan dengan begitu mudahnya maka anda salah besar. Anda salah jika berpikir seperti itu!" ucap Clara dengan nada kesal.
Dia bukan hanya kesel saja dengan laki-laki tetapi dia juga marah karena diperlakukan dengan buruk. Berani sekali laki-laki ini melakukan hal itu padanya.
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa kau adalah wanita murahan. Aku juga tidak memperlakukanmu sama seperti wanita-wanita di luar sana. Apa atau bagaimana caraku melakukan seorang wanita?" jawab Robert yang sengaja memancing perdebatan diantara mereka berdua.
Dia hai jika saat ini anak buahnya sudah bersiap, karena memang ini pertama kalinya bagi dia mendapatkan sebuah tamparan dari seorang wanita karena biasanya di luar sana para wanita itu akan memuja dirinya dan berlomba-lomba untuk dekat dengannya. Bahkan ada yang dengan sukarela menyodorkan dirinya dan naik ke atas ranjangnya hanya untuk memuaskan hasratnya saja.
Tapi tidak semudah itu, karena Robert bukan laki-laki yang mudah tertarik dengan seorang wanita.
"I don't care! apapun yang anda lakukan di luar sana itu bukan urusanku sama sekali. Aku ingatkan sekali lagi untuk tidak melakukan hal yang sama dengan ku. Jika anda tetap berani melakukan hal ini, maka aku tidak akan segan-segan untuk membuat laporan atas diri Anda. Ingat itu!" ancam Clara yang membuat Robert semakin tersenyum.
Sikap wanita ini semakin membuatnya penasaran.
"Kita lihat seberapa jauh kau sanggup seperti ini terus. Karena tidak ada seorang wanita pun yang bisa menolak pesonaku!" ucap Robert dengan penuh percaya diri.
"Oh ya? sebelumnya tidak ada yang wanita yang bisa menolak kesana anda bukan? maka kali ini akan ada satu orang wanita yang menolak pesona anda, dan itu aku! Aku benar-benar menolak pesona yang anda katakan itu, cara menurutku anda tidak menarik sama sekali!" jawab Clara yang langsung pergi meninggalkan laki-laki itu.
Sementara Robert sendiri, jiwanya semakin menggebu-gebu ketika wanita itu berani mengatakan hal demikian padanya.
Menolak pesonanya bukan hal yang mudah, dan Robert akan membuat wanita itu jatuh bertekuk lutut di hadapannya. Dia benar-benar akan membuat Clara terpikat oleh pesonanya.
"Aku adalah Robert Morelli, dan aku sudah biasa mendapatkan apa yang aku inginkan sejak dulu. Jadi kau, Clara Anastasia. Kau yang akan datang padaku. Aku pastikan itu!" ucapnya penuh keyakinan yang mana membuat Clara semakin tidak habis pikir dengan laki-laki itu.
Menurutnya Robert benar-benar di luar kendalinya. Bagaimana bisa ada seorang laki-laki bersikap seperti itu. Kepercayaan dirinya sangat luar biasa sekali, dan hal itu pula yang membuat Clara merasa muak.
"Tidak masuk akal!" umpatnya setelah masuk ke pusat perbelanjaan dan meninggalkan laki-laki narsis itu di sana.
Lalu bagaimana dengan Robert?
Dia baik-baik saja bahkan dia semakin merasa tertantang untuk mendapatkan wanita itu. Bahkan dia mengatakan pada Jimmy, untuk mencari tahu segala sesuatu tentang Clara Anastasia. Karena apa yang dia inginkan akan dia dapatkan.
"Cari tahu semua tentang wanita itu, dan aku tidak ingin ada satupun yang terlewat. Bahkan jika bisa kau cari siapa laki-laki yang pernah dekat dengannya, karena aku ingin tahu seperti apa seleranya." titah Robert yang membuat Jimmy hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat sikap dan perilaku bosnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
💛⃟🤎🏠⃟ᴛᴇᴀᴍ ɢͩᴇͥɴͩᴀᷲᴘͪ🥑⃟𝐐⃟❦
berpikir dgn jernih dr Clara......modelan berUang kek Robert gk susah untuk melakukan apa yg di kehendaki.....sekalinya telunjuk bergerak udah deh tercapai....
2025-03-09
1
Owen daeli
di sipnosis namanya david kingston, trus di sini namanya robert morelli... jd nama sebenarnya itu siapa david robert kingston morelli yachhhhhh
2025-03-10
1
vitrienoor99
Robert tambah penasaran nie ma dokter Clara, semangat Robert menaklukkan hatinya Clara
2025-03-09
1