Zahir memasuki mobilnya dan meninggalkan lobi hotel tersebut, setelah mobil sang papah tak terlihat Nessa memasuki hotel untuk check ini meski dia tak akan menginap di hotel tersebut.
Dia tak mungkin membuat orang tuanya curiga jika dia tak menggunakan kartunya untuk check ini di hotel tersebut orang tuanya akan berpikir dimana putri mereka tidur.
***
Setelah check in Nessa segera mengirimkan sebuah pesan pada Samuel untuk menemuinya di apartemen.
Nessa menaiki taksi untuk menuju apartemennya yang terletak tak jauh dari Perusahaan ZyroCorp.
Saat ini Nessa telah sampai di apartemennya dia segera membuka sandi pada pintu apartemen tersebut dan melangkahkan kakinya.
Nessa segera menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sudah lelah, sedangkan saat ini tepat pukul 8 malam Samuel baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan dia baru saja memeriksa ponselnya.
Matanya membulat saat mendapati sebuah pesan dari Nessa yang meminta untuk menemuinya di apartemen.
Tanpa membuang waktu lagi Samuel segera meraih jasnya dan berlari ke arah basement menuju mobilnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Samuel telah sampai di depan pintu apartemen milik Ervina, sebelum menekan sandi pintu tersebut Samuel lebih dulu mengatur nafasnya.
"Huh .."
"Apakah dia benar ada di dalam, karena tak sembarang orang yang mengetahui kombinasi sandi yang di gunakan oleh nona" ucap Samuel menekan sandi apartemen tersebut.
Klik.
Terdengar suara pintu terbuka Samuel memasuki apartemen secara perlahan, saat di ruang tengah Samuel dapat dengan jelas melihat sebuah koper di sana.
Sekarang dia yakin jika Nessa saat ini ada di apartemen tersebut dan hal itu semakin menambah rasa penasaran Samuel terhadap Nessa bagaimana mungkin gadis itu bisa masuk kesini.
Samuel berjalan ke arah kamar dia membuka sedikit pintu kamar tersebut dan dia melihat seorang gadis tengah terlelap di sana, jadi dia memutuskan untuk menunggu sampai gadis tersebut terbangun dengan sendirinya.
Nessa terbangun dari tidurnya dan melirik ke arah jam dinding yang tergantung.
"Udah malem aja" ucap Nessa.
Nessa keluar dari kamar dan dia melihat jika Samuel tengah berada di ruang tengah.
"Udah lama Sam" ucap Nessa yang langsung duduk di sofa ruang tengah tersebut.
"Saya tadi datang pukul 8 nona" ucap Samuel.
"Jadi apa kau sudah mengamankan tikus itu" ucap Nessa.
"Ya saya sudah mengamankannya, tapi apa bisa nona menjelaskan pada saya siapa anda sebenarnya" ucap Samuel.
Nessa yang mendengar ucapan Samuel memijit pelipisnya dia tak tahu harus bagaimana lagi memberitahu Samuel tentang keadaannya.
Karena menurutnya keadaannya ini akan sulit di terima oleh akal sehat.
"Sam bukan kan kau melihat sendiri jika jet pribadi yang di operasikan oleh Ervina meledak" ucap Nessa.
Samuel mengangguk karena dia melihat tragedi tersebut dengan mata kepalanya sendiri.
"Saat aku mengalami ledakan itu aku pikir ini akhir dari hidupku, tapi tiba tiba saja aku membuka mata di sebuah tubuh dan tempat yang asing. Setelah aku sadar dengan situasi saat ini ternyata aku mengalami perpindahan jiwa seperti cerita novel yang sering aku baca" ucap Nessa.
Samuel yang mendengarkan ucapan gadis di hadapannya merasa itu hanya omong kosong bagaimana mungkin hal seperti itu ada.
"Mana mungkin hal seperti itu terjadi di dunia nyata seperti ini, jangan mengarang cerita" ucap Samuel.
Nessa yang mendengar respon dari Samuel menggeleng mungkin jika dia tak mengalaminya sendiri dia akan berpikiran hal yang sama dengan Samuel.
"Mungkin jika aku tak mengalaminya aku akan sependapat dengan mu Sam, tapi sekarang aku mengalaminya sendiri aku tahu kau pasti tak akan langsung percaya karena awalnya aku pun berpikir ini tak masuk akal, tapi ini lah yang terjadi Sam aku benar benar Ervina" ucap Nessa.
Samuel masih tak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Gadis di hadapannya itu, dia harus dapat membuktikannya sendiri.
"Baik anggap aku memang percaya jika kau nona Ervina, jika begitu katakan sesuatu yang hal yang dapat membuatku percaya jika kau nona Ervina" ucap Samuel.
Samuel menatap dengan lekat gadis di hadapannya jika dia benar nona Ervina dia pasti akan mengatakan sesuatu yang hanya di ketahui oleh Ervina dan dirinya.
Nessa tersenyum mengingat ada sesuatu yang hanya di ketahui oleh dirinya, dan dia yakin itu dapat membuat Samuel percaya padanya 100%.
"Apa kau yakin ingin aku mengatakannya Sam" ucap Nessa.
"Ya katakan saja" ucap Samuel mantap.
"Saat itu aku datang ke apartemen mu saat kau sedang berbelanja dan aku tak sengaja masuk ke dalam kamar di sebelah kamar pribadimu Sam, apa kau tahu apa yang ku lihat di sana?" Ucap Nessa menahan tawanya.
Samuel mulai mengingat cerita itu.
"Aku melihat deretan poster barbie bukan hanya poster tapi pakaian sampai dalaman bergambar barbie ada di kamar itu" ucap Nessa terpingkal pingkal.
Sedangkan Samuel yang mendengarkan ucapan Nessa merasa malu sekaligus bahagia karena gadi yang berada di hadapannya benar benar Ervina.
Sedangkan saat ini di perjalanan menuju kota Fortisia Jack memperhatikan putranya sejak dari pertemuan dengan ZyroCorp Diego banyak melamun.
"Apa yang sedang kau pikirkan Digo" ucap Jack.
Diego yang sedang melamun memikirkan Nessa seharian ini menatap sang daddy.
"Iya dad" ucap Diego.
"Sejak tadi pertemuan sampai sekarang daddy perhatikan kau banyak melamun, sebenarnya ada apa" ucap Jack.
"Ah aku tidak memikirkan apapun dad, aku hanya tak percaya jika gadis yang aku temuin kemarin malam adalah putri dari om Zahir" ucap Diego.
"Maksud mu boy" ucap Jack.
"Bukan kan mommy telah cerita ke daddy soal apa yang aku alami kemarin malam, pasti mommy juga bilang kalau aku bertemu dengan seorang gadis yang memberikan saran padaku" ucap Diego.
Jack mulai paham apa yang di maksud oleh putranya.
"Jangan jangan gadis itu" ucap Jack.
"Ya seperti dugaan daddy, gadis itu Nessa putri om Zahir" ucap Diego.
"Wah daddy tak menyangka jika gadis yang menyadarkan dirimu adalah Nessa" ucap Jack.
Diego hanya diam saja tak menanggapi ucapan sang daddy dia masih merasa aneh dengan kelakuan Nessa saat pertemuan.
Apalagi saat Nessa mengirimkan pesan tak lama dari itu tuan Samuel datang dengan tergesa gesa seperti ada orang yang sangat penting menunggunya.
Saat ini Zahir telah sampai di mansion dia di sambut oleh sang istri.
"Pah benar Nessa akan berlibur disana?" Ucap Lestari yang melihat suaminya pulang sendirian.
"Iya mah, Nessa akan berlibur di sana beberapa hari sebelum dia kembali kuliah" ucap Zahir.
"Apa Nessa akan baik baik saja pah di sana sendirian" ucap Lestari.
"Dia pasti akan baik baik saja mah, bukan kah kau lihat sendiri perubahan putri kita" ucap Zahir menenangkan sang istri.
Zahir merangkul sang istri untuk masuk ke dalam mansion karena Zahir di bombardir oleh pertanyaan sang istri saat masih di halaman depan.
Setelah acara penjelasan Nessa akhirnya Samuel dapat mempercayainya jika gadis yang saat ini berada di sampingnya adalah Ervina atasan sekaligus penyelamatnya.
Saat ini Nessa tengah berada dalam mobil bersama dengan Samuel mereka dalam perjalanan menuju markas prajurit naga.
"Jadi bagaimana kau dapat menangkap tikus itu dengan cepat" ucap Nessa.
"Entah sengaja atau tidak dia meninggalkan jejak saat melakukan penggelapan dana perusahaan nona" ucap Samuel.
"Lalu bagaimana dari hasil penyelidikan kalian mengenai ledakan bom yang terjadi padaku" ucap Nessa.
Samuel tak lngsung menjawab pertanyaan Nessa karena sampai saat ini dia belum menemukan titik terang mengenai kejadian ledakan yang menimpa Ervina.
Nessa yang melihat jika Samuel tak langsung menjawab menyadarinya pasti dia masih belum menemukan sesuatu.
"Kau tak perlu memberitahuku kau pasti belum menemukan sesuatu bukan, pelaku kali ini sangat teliti tapi kau jangan khawatir karena aku akan segera menangkapnya dan mengantarkan dia ke inti bumi" ucap Nessa menyeringai.
Samuel yang melihat Nessa menyeringai seketika bergidik ngeri meski dengan wajah yang berbeda tapi perasaan itu tetap sama dapat membuat siapa saja yang melihatnya merinding.
Asal kalian tahu jika Ervina telah menyeringai dapat di pastikan akan datang sebuah badai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Fahmi Ardiansyah
iya perempuan juga harus bisa kuat n pemberani demi membela diri ataupun di pihak yg benar.bentar LG bakal ada lautan jadi darah.
2025-01-17
0