The Fatalist: Legenda Para Nuswantarian

The Fatalist: Legenda Para Nuswantarian

ch 001_Nazzares Abhiseka

...Ledakan energi mengguncang tanah, dan tubuh Nazzares terlempar jauh ke belakang. Hujan deras turun dari langit yang gelap, petir menyambar dan menggambar kilatan kematian di seluruh medan perang yang kini hanya dipenuhi oleh darah dan mayat. Pahlawan yang dulu bertempur berdampingan kini tergeletak tak bernyawa, terhimpit oleh keganasan pertarungan ini....

...'Kau akan mati di sini, Fatalis,'...

...suara Azrahell bergema, mengalir seperti dingin yang menusuk hati. Nazzares mengangkat pedangnya, Abhiseka, dengan tangan yang gemetar, namun setiap gerakan terasa seperti mengangkat beban batu besar. Matanya yang memerah mencerahkan suasana gelap, namun di dalam dirinya, kebimbangan mulai tumbuh.**...

...Dalam satu gerakan, Azrahell menyerang, dan Nazzares tahu—ini adalah serangan terakhir. Dia sudah kelelahan, dan Azrahell, meskipun tidak terluka, tetap seperti makhluk tak terhentikan....

...Nazzares tidak tahu apakah dia bisa bertahan lebih lama. Tapi ada satu hal yang dia tahu—pertempuran ini belum berakhir, dan ia tidak akan menyerah. Tidak, tidak sekarang."...

...___~V~___...

...Nazzares abhiseka - Awal dari takdir...

Di malam yang sunyi di Desa Gousan, sebuah perkampungan kecil di pinggiran hutan Blora bagian barat, wilayah Kerajaan Majapahit, berdiri sebuah rumah sederhana. Di dalamnya, tinggal Abail, seorang mantan tabib kerajaan yang kini menjalani masa tuanya dengan damai, bersama putranya, Nazzares Abhiseka.

Seorang anak berusia 12 tahun dengan rambut hitam panjang dan wajah rupawan, memiliki pupil mata merah yang diturunkan dari mendiang ibunya.

"Mmm... sepertinya semuanya sudah siap," gumam nazzares dalam hati sambil, memandangi deretan ramuan, yang telah selesai dan siap dikirim

"Ayah! Aku sudah menyelesaikan semuanya. Sisanya kuserahkan padamu!" teriak Zares ke arah ayahnya.

"Baiklah, anakku. Kau tidur saja." Abail menatap ramuan terakhir yang harus ia selesaikan.

"Hmm, sepertinya tinggal satu lagi. Ini ramuan kuat 'sayang istri' yang banyak dipesan oleh keluarga bangsawan kerajaan. Hahaha," katanya sambil tersenyum kecil, kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Keesokan harinya..

Kukuruyuuukkkk! Suara ayam jantan membangunkan pagi.

Rutinitas nazzares hampir setiap hari adalah membantu ayahnya membuat obat dan mengambil tanaman di hutan. Dan terkadang jika waktu sedang senggang ia akan pergi bermain dengan teman temanya.

"Ayah, aku sudah siap!" Teriak zares didepan rumah dengan menggendong keranjang besar di punggungnya.

"Tunggu sebentar anakku!" jawab ayahnya didalam rumah yang sedang mempersiapkan semuanya.

Kini nazzares siap dengan rutinitas biasanya. Mencari tanaman obat setiap pagi sampai siang. Namun, jika belum mendapatkan apa yang ayahnya inginkan terkadang pencarian bisa mencapai sore hari.

"Nazzares" suara perempuan terdengar ditengah duduknya menunggu ayahnya keluar.

"Eh kandhita, waw, pagi sekali" ujar nazzares yang melihat kandhita pagi pagi sudah datang.

"Iyah.. kau mau mencari tanaman lagi bersama ayah?" Tanya kandhita dengan lembut.

"Iyah tentu" jawab nazzares dengan senyum.

Kandhita, gadis kembang desa, rutin memasak untuk keluarga Nazzares setiap hari. Pagi ini pun, ia melakukannya seperti biasa.

"Baiklah, nanti siang makanan sudah siap" ucap kandhita dengan senyum menawan.

"Waah, baiklah pasti masakanmu enak sekali" jawab nazzares.

Tiba-tiba, Abail, ayah Nazzares, keluar dari pintu dan terkejut melihat calon menantunya sudah datang pagi-pagi.

"Waahh menantuku, pagi pagi sudah datang" abail dengan penuh senyum menyambut kandhita.

"Iya ayah, aku akan membuatkan masakan enak buat kalian makan siang nanti" jawab kandhita ke abail.

"Baiklah aku percayakan rumah kepadamu"

Abail selalu mempercayakan rumahnya kepada Kandhita saat ia dan anaknya pergi ke hutan. Alasannya, Nazzares dan Kandhita adalah dua anak yang telah dijodohkan sejak bayi. Pada usia lima belas tahun, mereka akan resmi dinikahkan.

...___~V~___...

...Serangan raksha...

Ditengah hari, dibawah sinar matahari yang terik, Nazzares dan ayahnya berada dihutan blora yang dipenuhi pohon dengan dedaunan rimbun, untuk tujuan mencari tanaman obat yang langka. Langkah mereka terdengar hening di atas tanah yang lembap, namun ketenangan itu segera pecah ketika sesosok makhluk menyeramkan tiba-tiba muncul menghadang mereka.

"Ayah, apa itu?" tanya Zares dengan suara gemetar.

Abail mencoba menenangkannya. "Tenanglah," jawabnya singkat. Namun, matanya tetap waspada.

"Kenapa ada Raksha di sini? Apa yang dilakukan para prajurit kerajaan? Mereka seharusnya berjaga dan membasmi makhluk seperti ini," pikir Abail sambil berkeringat, memandangi Raksha yang menakutkan di depannya.

"Anakku, ketika aku menyerang Raksha itu, lari lah sekuat tenaga," ucap Abail dengan nada cemas.

"Bagaimana denganmu, Ayah?" tanya Zares, suaranya penuh kekhawatiran.

"Hei, jangan banyak bicara..." Perkataannya terhenti saat ia menyadari Raksha itu telah berdiri tepat di belakangnya, mengeluarkan suara lirih yang menyeramkan.

"Hkhhhhhrrrhhhkk" suara Raksha itu membuat Zares menjerit.

"Aaaa!" teriak Zares.

Abail, dengan penuh keberanian, mencoba menyerang dengan pisaunya. "Slashhhh!" Namun, serangannya hanya menimbulkan goresan kecil. Raksha itu tampak tidak terpengaruh.

"Rrrrrkrk" suara Raksha bergema tatapannya penuh nafsu membunuh.

Dengan cekatan, makhluk itu mencekik Abail hingga tubuhnya terangkat.

"Hegg! hegg!" Abail mencoba melepaskan diri saat dicekik oleh raksha itu.

Melihat itu, Zares tanpa berpikir panjang langsung menyerang, tetapi sekali tampar oleh Raksha, tubuhnya terpental jauh.

"Aaaaa!" Zares teriak saat tubuhnya menghantam tanah.

Dalam pandangan Zares yang mulai memudar, ia melihat ayahnya yang masih dicekik.

Tiba-tiba..

"Slaasshhh, sring, srak, srak, srak, srak!"

Puluhan pedang bercahaya menancap ke tubuh Raksha itu. Lalu, beberapa saat kemudian, Raksha itu perlahan menghilang menjadi abu.

Zares, yang sudah tidak kuat menahan berat di kelopak matanya, akhirnya pingsan.

Dua hari kemudian..

Saat ia terbangun, ia sudah berada di tempat tidur dengan kepala dibalut perban, dengan rasa nyeri di kepalanya.

"Ahhh... sakit sekali. Apa yang terjadi?" gumamnya bingung.

"Ayah! Ayah!" panggil Zares, mencari ayahnya.

Abail muncul di pintu. "Iya, anakku. Tidurlah kembali. Kau masih dalam masa pemulihan. Sudah tiga hari lamanya kau tidak sadarkan diri," ucap Abail.

"Baiklah. Tapi... aku sangat lapar."

Kandita masuk ke kamar membawa makanan sambil menangis.

"Ha.. aku kira kau akan mati! Haaaaa" tangisnya pecah.

"Hei..! apa-apaan itu?" ucapnya, merasa bingung sekaligus terharu.

Tubuh Zares yang masih lemah membuatnya tidak bisa makan sendiri, sehingga Kandita menyuapinya.

"Ayah, siapa yang menolong kita waktu itu?" tanyanya saat teringat kejadian di hutan.

Abail, sambil menghisap cangklong, menjawab: "Dia seorang Fatalis dari kerajaan"

Nazzares yang mendengar itu hanya terdiam dan melanjutkan makan dengan suapan penuh perhatian dari sang calon istri.

...___~V~___...

...Pertemuan dengan sang Elf...

Kesokan harinya, Zares bangun dengan rasa pusing yang masih terasa di kepalanya.

"Aarhkk," Zares menguap.

"Aww, sial... kenapa masih terasa pusing?"

zarres pun langsung mencuci mukanya dan pergi ke depan rumahnya.

Saat ia melamun, ia tak sengaja melihat sosok si Fatalis yang pernah menolongnya. Rasa penasaran memicunya untuk mengikuti sosok itu secara diam-diam. Lalu ia pun melancarkan aksinya.

Tap tap tap : berjalan pelan dengan mengendap ngendap

"...huhh? Kenapa bocah itu?" Sang elf yang menyadari anak kecil itu mengikutinya.

Zares terus membuntuti Elf tersebut, bergerak hati-hati dari balik pohon ke pohon. Ia ingin tahu apa yang dilakukan sang Fatalis di dalam hutan. Namun, Elf yang sudah menyadari keberadaannya sejak awal. Tiba-tiba, Elf itu berbelok dan menghilang bak ditelan bumi.

Woooosshh

"Apa? Kemana dia? Kenapa tiba-tiba menghilang?" Ia menengok ke kiri dan kanan, mencari sosok itu.

Namun, tiba-tiba..

"Hei... apa yang kau cari?" Suara itu muncul dari belakangnya, membuat Zares terkejut dan berbalik cepat.

"Mmm.. aaa.. tidak.. aa.. aku hanya ingin berterima kasih karena kau telah menolongku tempo hari," ucap Zares dengan gugup.

"Pulanglah. Warga desa dilarang pergi ke hutan untuk sementara waktu," ucap sang Elf dingin.

Zares, yang kini memperhatikan lebih jelas, menyadari sesuatu. "Kau memiliki telinga yang panjang dan runcing. Jadi kau seorang Elf pantas saja kau sangat kuat. Ini pertama kalinya aku melihat Elf secara langsung," ucapnya kagum.

"Sudahlah. Aku bilang pulanglah. Nyawamu bukan tanggung jawabku jika ada Raksha yang kembali ke sini," tegas Elf itu.

"Baiklah, Tuan Elf. Tapi, bolehkah aku menjadi muridmu? Aku ingin menjadi Fatalis yang kuat sepertimu," pinta Zares penuh semangat.

Elf tertawa kecil "..hehh.."

"bocah! menjadi Fatalis bukan sesuatu yang bisa didapatkan dengan berlatih, duduk dan bermeditasi seperti dongeng bodoh KULTIVASI, bocah! Jadi pulanglah!"

Lalu, sang elf pun beranjak pergi memalingkan pandanganya dan menyuruh nazzares pulang.

Namun, Zares tidak menyerah, ia mengejutkan sang elf yang beranjak pergi itu dengan kekuatanya.

"Baiklah, aku akan membuktikan padamu kalau aku bisa melakukannya" katanya sambil mengarahkan tangannya ke sebuah batu kecil di dekat mereka.

Zares fokus pada batu itu, hingga batu tersebut perlahan mulai melayang. "Aaaaaaaa" Zares mengerahkan seluruh kemampuannya.

Elf itu terkejut. Dalam hati, ia berpikir, "Bagaimana anak ini melakukannya, dengan hanya, mengarahkan tanganya saja ke batu dan melayangkan nya?"

Zares akhirnya menghentikan usahanya, terengah-engah.

"aahh.. ternyata masih melelahkan melakukan ini," keluhnya

Sang elf yang melihat itu langsung berisiniatif menanyakan siapa ibunya. Karena semua orang tahu hanya rahim seorang wanita fatalislah yang mampu melahirkan anak berkemampuan mistis seperti itu.

"Hei, bocah! Siapa ibumu?" Tanya sang elf ke nazzares. Dengan rasa ingin tahu.

"ibuku falguni abhiseka" jawab Zares sambil mengatur napas.

Mata guru vitjendra membulat, Yang tidak asing dengan nama itu. Lalu guru vitjendra bertanya kembali.

"siapa namamu, bocah,?" Tanya sang elf kepada bocah itu.

"Oh, namaku Nazzares Abhiseka," jawabnya dengan sedikit keras.

"Mmm jadi laki laki tua itu abail, dia sudah tua" ucap sang elf dalam hati. Lalu ia kembali memikirkan sesuatu pada masa lalu dengan teman baiknya.

Sang elf menyipitkan matanya dan melihat nazzares dengan seksama sembari memegang dagunya dengan tangan kananya.

Lalu ia berkata :

"Baiklah, bocah. Temui aku besok di tempat ini. mulai sekarang kau menjadi muridku. Hahaha!" Sang elf yang sedikit berbahagia, Karena menerima murid Dari keluarga yang dia kenal dimasa lalu.

"Benarkah? Horee! Aku akan memanggilmu Guru! Tapi, siapa namamu, Guru?" Zares yang sudah merasa sangat senang.

"Namaku Vitjendra," jawabnya dengan tenang. Sambil memegang rambutnya yang panjang.

"Baiklah, Guru Vitjendra. Aku akan menemui mu besok," kata Zares dengan penuh semangat, lalu berlari pulang sambil tersenyum.

nazzares pun pulang dengan menari nari di sepanjang jalan..

Vitjendra memandang punggung bocah itu, lalu bergumam, "Ternyata dia adalah cucumu? dunia memang sempit, tapi, mngkin ini hanya kebetulan karena aku menjalankan misi di desa ini?"

Namun, dari pertemuan itulah nazzares akan menjadi seseorang yang seutuhnya menjadi seorang Fatalis dan akan mengemban takdir yang sangat berat.

Bersambung...

Episodes
1 ch 001_Nazzares Abhiseka
2 ch 002_Berlatih #1 : energi mistis dasar
3 ch 003_Berlatih #2 : penguatan fisik
4 ch 004_Berlatih #3 : manifestasi energi mitis
5 ch 005_Berlatih #4 : komite sundang majapahit
6 ch 006_Nazzares vs Raksha
7 ch 007_Penutupan portal dimensi ashura
8 ch 008_nazzares vs vitjendra
9 ch 009_pangkalan militer kerajaan majapahit hutan blora bagian timur
10 ch 010_kau melatih calon monster
11 ch 011_Desa Tropos agem #1
12 ch 012_Desa Tropos agem #2
13 ch 013_Desa Tropos agem #3
14 ch 014_anti mistis
15 ch 015_romansa anak muda
16 ch 016_desa gousan diserang
17 ch 017_anakku..! maafkanlah aku
18 ch 018_nazzares vs zubrel
19 ch 019_api pemakaman
20 ch 020_pernikahan
21 ch 021_dewi timur
22 ch 022_pertemuan para raja
23 ch 023_singa mistis
24 ch 024_hewan mistis
25 ch 025_merekontruksi rumah
26 ch 026_hari terakhir dihutan blora
27 ch 027_pertarungan sengit diatas awan
28 ch 028_penerimaan khusus
29 ch 029_tes masuk akdemi
30 ch 030_kembali ke desa gousan
31 ch 031_anti mistis #2
32 ch 032_anti mistis #3
33 ch 033_hari pertama di akademi
34 ch 034_bimbingan pertama
35 ch 035_kerajaan aksaravheda #1
36 037
37 038
38 039
39 040
40 041
41 042
42 043
43 044
44 045
45 046
46 047
47 048
48 049
49 050
50 051
51 052
52 053
53 054
54 055
55 056
56 057
57 058
58 059
59 060
60 061
61 062
62 063
63 064
64 065
65 066
66 067
67 068
68 069
69 070
70 071
71 072
72 073
73 074
74 ch 074_memperebutkan 7 posisi tersisa
75 ch 076_latihlah aku lagi guru..!!
76 ch 077_guru bartelsi dan sang murid harpii
77 ch 078_latihan keras
78 079_penyambutan para raja
79 ch 080_mencabut pedang
80 ch 081_altar maraton
81 ch 082_nazzeti vs azel
82 ch 083_nazzares vs abhirama
83 083
84 084
85 085
86 086
87 087
88 088
89 089
90 090_TAMAT
Episodes

Updated 90 Episodes

1
ch 001_Nazzares Abhiseka
2
ch 002_Berlatih #1 : energi mistis dasar
3
ch 003_Berlatih #2 : penguatan fisik
4
ch 004_Berlatih #3 : manifestasi energi mitis
5
ch 005_Berlatih #4 : komite sundang majapahit
6
ch 006_Nazzares vs Raksha
7
ch 007_Penutupan portal dimensi ashura
8
ch 008_nazzares vs vitjendra
9
ch 009_pangkalan militer kerajaan majapahit hutan blora bagian timur
10
ch 010_kau melatih calon monster
11
ch 011_Desa Tropos agem #1
12
ch 012_Desa Tropos agem #2
13
ch 013_Desa Tropos agem #3
14
ch 014_anti mistis
15
ch 015_romansa anak muda
16
ch 016_desa gousan diserang
17
ch 017_anakku..! maafkanlah aku
18
ch 018_nazzares vs zubrel
19
ch 019_api pemakaman
20
ch 020_pernikahan
21
ch 021_dewi timur
22
ch 022_pertemuan para raja
23
ch 023_singa mistis
24
ch 024_hewan mistis
25
ch 025_merekontruksi rumah
26
ch 026_hari terakhir dihutan blora
27
ch 027_pertarungan sengit diatas awan
28
ch 028_penerimaan khusus
29
ch 029_tes masuk akdemi
30
ch 030_kembali ke desa gousan
31
ch 031_anti mistis #2
32
ch 032_anti mistis #3
33
ch 033_hari pertama di akademi
34
ch 034_bimbingan pertama
35
ch 035_kerajaan aksaravheda #1
36
037
37
038
38
039
39
040
40
041
41
042
42
043
43
044
44
045
45
046
46
047
47
048
48
049
49
050
50
051
51
052
52
053
53
054
54
055
55
056
56
057
57
058
58
059
59
060
60
061
61
062
62
063
63
064
64
065
65
066
66
067
67
068
68
069
69
070
70
071
71
072
72
073
73
074
74
ch 074_memperebutkan 7 posisi tersisa
75
ch 076_latihlah aku lagi guru..!!
76
ch 077_guru bartelsi dan sang murid harpii
77
ch 078_latihan keras
78
079_penyambutan para raja
79
ch 080_mencabut pedang
80
ch 081_altar maraton
81
ch 082_nazzeti vs azel
82
ch 083_nazzares vs abhirama
83
083
84
084
85
085
86
086
87
087
88
088
89
089
90
090_TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!