Bab Tiga Puluh Sembilan

Di salah satu sudut kafe yang ramai, Mita menatap ke luar jendela. Hujan rintik-rintik membasahi jalanan, menciptakan suasana dingin meski sore itu, matahari berusaha menyinari bumi dengan cahayanya yang hangat. Namun, hatinya justru terasa dingin. Di tengah keramaian itu, ia hanya merasa sepi.

Mata...

Terpopuler

Comments

Radya Arynda

Radya Arynda

haduh kalau ada niat jadi pelakor yo pasti akan jadi pelakor,,,ter gantung lanangane iki,,,kalau masih ingin balikan,,,,suatu sa"at pasti menyesal yang dalam.....semangat cil...jangan biar kan ulat bulu pelakor,ber kedo sahabat atau patner kerja,,atau telek kucing lah.....kamu harus menjaga milik mu👍👍👍👍

2024-11-09

4

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

ya udahlah mita move on sana kan km yg pergi knp skr km yg merasa tersakiti aku paling benci pelakor dan perempuan yg mau dipoligami kita kan sama2 perempuan knp mau merusak kebahagiaan perempuan lain

2024-11-09

0

Putu Suciptawati

Putu Suciptawati

kak thor aku msh penasaran sosok mira yg katanya sangat dicintai kevin kmn dia? apa dia hanya pemuas nafsunya sekevin atau gmn? kok hilang dari cerita malah ada tokoh baru mantannya atalla

2024-11-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!