Bab Dua Puluh

"Bagaimana menurut kamu? Apakah aku berbohong jika aku ada hubungan khusus dengan Cecil?" tanya Kevin dengan tersenyum sinis.

Tante Tari tak tahu harus berkata apa. Ingin rasanya tak mempercayai, tapi bukti mengatakan kebenaran. Namun, yang dia ragukan sang putra merebut gadis itu.

Kevin yang melihat perubahan wajah Tari lalu mencibir. Dia tahu jika wanita itu masih berpikir dengan apa yang telah dia perlihatkan.

"Jika bukti video itu belum membuatmu percaya, aku memiliki banyak foto berdua dengan Cecil!" seru Kevin.

"Akan aku katakan pada Athalla nanti," jawab Tante Tari dengan lemah.

Kevin kembali tersenyum mendengar ucapan wanita itu yang tampak pasrah. Dia sangat berharap, dengan mengatakan semua ini, wanita itu akan meminta sang putra menjauhi Cecil.

"Aku akan memaafkan kamu dan janji akan memperbaiki hubungan ini, jika kamu berhasil membuat Athalla meninggalkan Cecil!" seru Kevin selanjutnya.

Tante Tari menarik napasnya kembali. Dia hanya bisa tersenyum sebagai balasan atas ucapan anak tirinya itu.

Kevin lalu berdiri dari duduknya. Sebelum melangkah pergi, dia kembali mengingatkan wanita itu.

"Aku menunggu kabar darimu. Aku yakin kau bisa meyakinkan putramu untuk segera meninggalkan Cecil. Dia itu milikku dan selamanya akan jadi milikku!" seru Kevin dengan nada mengancam.

Setelah mengucapkan itu, Kevin pergi meninggalkan Tante Tari sendirian. Wanita segera pulang setelah membayar tagihan. Sepanjang perjalanan dia terus berpikir tentang hubungan putranya dan Cecil. Baru kemarin Athalla mengatakan tentang keseriusannya untuk meminang gadis itu.

Tante Tari jadi berpikir jika apa yang Kevin katakan itu benar. Dia takut kebencian anak tirinya makin bertambah karena masalah ini.

***

Pagi itu, langit memperlihatkan nuansa biru cerah yang menyenangkan. Cahaya matahari menyinari halaman rumah Mama Tari yang dipenuhi tanaman hias. Suara burung berkicau menyambut hari baru, sementara aroma kopi hangat menyebar dari dapur. Dikatakan bahwa senja adalah waktu yang indah untuk merenung, namun bagi Mama Tari, pagi adalah saat yang tepat untuk menggali kebenaran.

Setelah selesai menyiapkan sarapan, Mama Tari memanggil putranya, Athalla, yang sedang asyik dengan laptopnya di ruang tamu.

“Athalla! Sarapan dulu, Nak!” teriak Mama Tari dari dapur.

“Ya, Ma! Sebentar!” jawab Athalla sambil tetap terpaku pada layar laptopnya.

Setelah beberapa saat, Athalla muncul dengan rambut acak-acakan dan mata yang sempat terpejam. Dia tampak lesu, seolah kurang tidur semalam. Mama Tari menatapnya dengan penuh perhatian. Dia tahu putranya ini sering begadang, apalagi saat akhir bulan begini.

“Mau sarapan apa, Sayang?” tanya Mama Tari sambil menyodorkan piring berisi nasi goreng, telur, dan potongan mentimun segar.

“Mmm … Apa saja, Ma,” jawab Athalla sambil mengambil kursi dan duduk.

Mama Tari mulai menyantap sarapan, namun ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Dia ingin bertanya tentang kebenaran hubungan Athalla dengan seorang gadis bernama Cecil. Beragam informasi yang ia dapatkan dari teman-temannya di lingkungan sekitar membuatnya semakin penasaran. Apakah benar anaknya sedang berpacaran? Dan apakah Cecil adalah gadis yang telah direbut Athalla dari Kevin, anak tirinya.

Jika benar, walau sang putra dan Cecil saling mencintai, terpaksa dia meminta untuk berpisah saja. Tak ingin membuat Kevin makin membenci dirinya dan Athalla. Lagi pula, mereka bersaudara, satu ayah.

“Ma, kenapa diam saja?” tanya Athalla sambil menyendok nasi gorengnya.

“Hmm, nak. Mama mau tanya sesuatu. Tapi, kamu harus jawab jujur, ya?” Mama Tari menatap mata Athalla dengan serius.

“Mau nanya apa, Ma?” Athalla mulai merasa tidak nyaman.

“Benarkah kamu sedang berhubungan dengan Cecil?” Mama Tari langsung melontarkan pertanyaannya, tak ingin bertele-tele.

Athalla terdiam sejenak. Dia menatap ibunya, lalu menghela napas panjang. "Aku sudah pernah mengatakan pada Mama, bukan? Jika aku saat ini sedang mendekati Cecil!"

“Jadi, kamu memang suka sama Cecil? Apa benar Cecil dan Kevin pacaran, dan kamu ingin merebutnya?” tanya Mama Tari, memperhatikan setiap gerak-gerik putranya.

“Aku memang suka sama Cecil, Ma. Tapi bukan berarti aku merebut dia dari Kevin! Itu tidak benar!” Athalla terlihat emosi, tetapi ia tahu tidak seharusnya melawan ibunya.

“Mama tidak bilang begitu. Mama hanya ingin memastikan. Kevin mengatakan kalau dia sudah lama berpacaran dengan Cecil. Mereka belum putus,” kata Mama Tari mencoba menenangkan suasana.

"Mereka sudah putus, Ma. Kevin bohong jika mengatakan mereka masih ada hubungan!" seru Athalla.

"Tapi kamu tahu jika Cecil itu pernah pacaran dengan Kevin?" tanya Mama Tari. Dia ingin memastikan ucapan Kevin.

“Aku tahu, Ma. Tapi … bagaimana kalau Cecil juga suka sama aku? Apa salahnya kalau kita saling mengenal?” jawab Athalla berusaha mempertahankan sisi pandangnya.

“Mama mengerti, nak. Tapi kamu juga harus berpikir tentang perasaan Kevin. Dia abangmu dan sudah sangat dekat dengan Cecil. Jangan sampai hubungan ini merusak kekeluargaan." Mama Tari memberikan pendapatnya.

“Jadi, Mama lebih pilih hubungan kekeluargaan dengan Kevin daripada aku?” tanya Athalla, nada suaranya mulai melunak.

Mama Tari menarik napas dalam. Dia tak ingin menyakiti hati sang putra, tapi juga tak ingin membuat anak tirinya, Kevin, makin membenci dirinya.

Memang awalnya dulu, dia ingin menjodohkan Cecil dengan Athalla, tapi setelah mengetahui kalau ternyata gadis itu memiliki hubungan dengan anak tirinya, tak mungkin dia menjodohkan dengan putranya.

"Bukan begitu, Nak. Mama tak mau karena ini hubungan kita makin memburuk dengan Kevin," balas Mama Tari dengan hati-hati.

"Bukan karena Cecil, Ma. Tanpa aku berpacaran dengan Cecil, hubungan kita sudah buruk," jawab Athalla.

"Apakah kamu tau sejauh mana hubungan mereka? Kamu tau tentang video mereka berdua?" tanya Mama Tari.

Athalla menarik napas dalam saat mendengar pertanyaan mamanya. Dia langsung berpikir jika Kevin telah mengatakan hal buruk tentang dia dan Cecil. Pria itu ingin meyakinkan sang mama jika hubungan Cecil dan Kevin selama ini adalah toxic love.

Terpopuler

Comments

Dwi MaRITA

Dwi MaRITA

hayo lo.... tari lebih percaya Kevin ato anaknya sendiri? 🫣🙄

2024-11-01

0

Aprisya

Aprisya

bu tari , napa harus mikirin perasaan anak tiri anda,, padahal ada anak kandung yang harus dijaga perasaannya

2024-10-31

0

Kotin Rahman

Kotin Rahman

bu tari bijaklah dlam brsikap.....apa yg di katakan athala itu bnar sblm adanya cecil hubungan klian dengan kevin itu emg udh gk bagus.....jngn karna ingin mnjga hubungan baik dengan kevin anda mngorbankn perasaan anak kndung sendiri Buu.....kevin itu sngat egois.....lebih baik bu tari cari tahu smua tntang hubungan kevin jga cecil....jngn trmkan ama tajemnya mulute kevin 😞😞😞😞😞

ayux thala jelaskn smua tentqng kevin pda mamamu biar mamamu sdikit ngerti betapa buruknya prilaku saudara tirimu ituu 🙃🙃🙃🙃🙃

2024-10-31

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!