Kini sudah satu bulan Kayra tinggal dirumah Kaisar. Hari ini Kayra harus berangkat sekolah, namun Kanaya tak ingin lepas dari Kayra. Kayra sudah membujuk Kanaya namun tetap saja Kanaya masih ingin bersama Kayra.
“Aduh gimana ini ?” gumam Kayra.
Kaisar belum kunjung kembali dari luar kota, karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan disana.
Pada akhirnya Kayra terpaksa membawa Kanaya untuk ikut ke sekolahnya.
“Oke bocil ! Ikut Kak Kay sekolah saja kalau begitu !” ucap Kayra ia memasukkan susu dan pampers Kanaya ke dalam tasnya. Kemudian ia menggendong Kanaya dan membawa Kanaya ikut ke sekolah dengannya.
Begitu Kayra tiba di sekolah, ia menjadi pusat perhatian teman-teman di sekolahnya karena membawa balita.
Kayra membawa Kanaya ke kelasnya, dan mendudukkan Kanaya di kursi sebelahnya yang kosong, yang kebetulan Kayra sendiri duduk sendirian di bangku sudut paling belakang.
“Jangan nakal oke ? Kak Kay mau sekolah hari ini.” Bisik Kayra dengan lembut.
“Kayra ?” Reno terkejut ketika melihat ada anak kecil duduk di samping kursi Kayra.
“Kamu kenapa bawa bayi ?” tanya Reno bingung.
“Ini anak majikan ku ! Dia tidak mau Aku tinggal, jadi Aku terpaksa membawanya.” Lirih Kayra
“Astaga ! Kamu gak takut kena marah guru di sekolah ini karena mambawa bayi !” kata Reno
“Tolongin Aku, Reno. Aku janji Kanaya tidak akan ganggu kita di kelas ini !” kata Kayra memohon pada Reno, karena Reno adalah ketua kelas mereka.
Teman-teman di kelas Kayra bahkan merasa senang melihat bayi yang dibawa Kayra. Mereka ada yang memberikan Kanaya cemilan dan juga mainan kecil.
Namun tak sedikit juga ada yang bersikap tak peduli dengan Kayra mereka lebih memilih untuk fokus dengan tugas sekolah atau bercerita dengan teman-teman yang lain.
Reno kemudian menghela nafasnya, ia lalu menyuruh teman yang duduk di depan Kayra untuk pindah ke kursinya. Dan Reno duduk di belakang Kayra untuk menutupi tubuh Kanaya.
Saat jam pelajaran dimulai, seorang guru wanita masuk untuk mengisi mata pelajarannya di kelas Kayra. Awalnya ia tak menyadari jika di sebelah Kayra terdapat anak kecil, namun tiba-tiba ibu guru tersebut mendengar suara tawa anak kecil.
“Hahaha.”
Guru tersebut langsung menoleh ketika ia tengah menulis di papan tulis. Reno dengan sigap menutupi arah pandangan gurunya ke arahnya, dengan tersenyum ke arah guru tersebut.
Kanaya yang polos ia tak tahu kalau suaranya akan menjadi masalah untuk Kayra. Kanaya kemudian memanggil Kayra. Hingga guru tersebut penasaran dan berjalan ke arah meja Kayra.
“Kay…Kay..”
“Aduh, mampus Aku !” ucap Kayra dalam hati, sedangkan Reno hanya bisa memejamkan kedua matanya ketika Kanaya terus bersuara.
Lain halnya dengan Kaisar,
Ia baru saja pulang dari Surabaya setelah beberapa hari mengecek pekerjaannya disana. Ia masuk ke dalam rumah, dan hal yang pertama yang ia lihat adalah Kanaya.
“KANAYA ?”
Kaisar membuka pintu kamar Kanaya namun ia tak menemukan keberadaan putrinya itu. Ia kemudian mencari di kamar Kayra, namun Kayra juga tak ada di kamarnya. Ia lalu bertemu dengan Bik Sumi.
“Bik ? Dimana Kanaya ?” tanya Kisar
“Eh, Tuan sudah pulang. Nona Kanaya ikut ke sekolah dengan Kayra !” kata Bik Sumi jujur.
Kaisar terkejut, ketika tahu putrinya diajak ke sekolah dengan Kayra. Ia tentu saja langsung merasa cemas dan khawatir dengan putrinya. Tanpa menunggu penjelasan dari Bik Sumi, Kaisar langsung pergi menuju sekolah Kayra. Dimana saat ini Kayra tengah diceramahi oleh Gurunya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Firman Firman
terkadang orang lain bisa seperti saudara dan ibu buat kita tpi keluarga dan kerabat dekat bisa seperti orang asing 🤗
2025-01-11
3
Rosmah Asrul
mau bagaimana lagi kanayanya nda mau lepas ya terpaksalah bawa
2024-12-13
0
Lucia
Hahahahaha. Baby sister penuh dedikasinya 🫢
2025-02-17
0