JANJI GAK LAGI

Aiden bersemangat sekali untuk pulang. Tak sabar bertemu dengan Naomi yang sudah menunggunya di apartemen. Sepanjang jalan, dia terus bersenandung saking bahagianya, tak peduli jika beberapa saat yang lalu, mengerjakan ujian kurang maksimal. Bodo amat dengan hasil ujian, yang penting lulus. Saat berhenti di lampu merah, tak sengaja motornya bersebelahan dengan mobil pengantin. Mendadak, dia membayangkan jika yang ada di dalam mobil itu, adalah dia dan Naomi.

Kemarin saja, saat Naomi menyambutnya di apartemen ketika dia pulang sekolah, dirinya sudah membayangkan berumah tangga. Mungkin nanti akan seperti itu. Naomi akan selalu menunggu kepulangannya di rumah saat dia bekerja.

Setelah memarkirkan motor di Basement, dia berlari kecil menuju lift yang akan membawanya menuju lantai tempat unitnya.

"Assalamu'alaikum, Sayang," ucap Aiden begitu masuk.

Bug

Bukannya jawaban salam, dia malah mendapatkan penyambutan yang di luar ekspektasi. Naomi melemparkan sesuatu ke wajahnya.

"Bisa jelaskan, kenapa benda itu ada di laci nakas kamu?" tanya Naomi dengan nafas naik turun menahan emosi.

Aiden mengumpat dalam hati saat melihat benda apa yang dilempar tadi. Ceroboh, bisa-bisanya dia sampai lupa menyembunyikan itu.

"Kenapa benda itu ada di laci nakas kamu?" bentak Naomi. Saat ini, tubuhnya sudah gemetar, takut jika yang dia fikirkan tentang Aiden, ternyata benar.

"I-ini," Aiden membungkuk, mengambil benda yang adalah pengaman yang biasanya dipakai laki-laki saat berhubungan badan. "Ini punya temen aku. Dia nginep di sini dulu, terus ketinggalan."

Aiden mendekati Naomi, hendak memegang tangannya tapi di tepis kasar oleh cewek itu.

"Beneran, Yang, ini bukan punyaku, punya teman."

Naomi tersenyum getir sambil menatap Aiden. "Terus aja bohong."

"Aku gak bohong, sumpah."

Sumpah? Bahkan kata itu sudah membuat Naomi muak.

"Ngapain teman kamu kesini bawa itu, dia main disini?"

"Eng, enggaklah," jawab Aiden gugup. "Gak mungkin apartemenku dibuat gituan. Dia bawa doang, terus ketinggalan."

"Bawa doang?"

"I-iya."

"Bawa doang, sampai satu box, niat banget?"

Aiden menunduk, kehabisan kata-kata. Sadar jika Naomi terlalu pintar untuk dia bodohi.

Melihat Aiden tak lagi menyangkal, air mata Naomi mulai menetes. Dia tahu Aiden masih sering mabuk. Bisa dia maklumi itu mengingat usaha Papa Aiden seperti apa. Tapi jika melakukan se x bebas, dia tak bisa terima itu. Baginya, itu sudah sangat diluar batasan.

Merasakan kakinya mulai bergetar, Naomi berjalan ke arah sofa, lalu menjatuhkan bobot tubuhnya disana. "Sama siapa kamu melakukan itu?" lirihnya. Jawaban Aiden akan sangat menyakitinya, tapi dia ingin tahu. Dia ingin mendengar kejujuran cowok itu.

"Amanda."

Tangis Naomi makin pecah mendengar itu. Jadi dugaannya benar. Dia membekap mulut dengan telapak tangan, kembali mengingat kejadian di kelas waktu itu, seperti apa Aiden merendahkan Amanda, bahkan bilang jika cewek itu yang mengemis cinta padanya. Bisa-bisanya Aiden berbuat seperti itu pada cewek yang sudah dia tiduri. Jika melihat seberapa banyak pengaman yang disimpan Aiden, dia yakin, mereka tak hanya sekali melakukan itu, tapi berkali-kali.

Aiden mendekati Naomi, bersimpuh di bawah kaki gadis yang duduk di sofa itu. "Itu cuma masa lalu, Yang. Sekarang aku udah gak kayak gitu. Selama kita pacaran, apa pernah aku macam-macam sama kamu, enggakkan?"

"Jika wanita yang pernah kamu tiduri saja, begitu mudahnya kamu buang, gimana dengan aku?" Naomi menunjuk dirinya sendiri.

Aiden menggeleng cepat. "Enggak, itu gak akan mungkin terjadi. Aku sudah pernah bilang, jika hatiku cuma untuk kamu."

"Aku mau kita putus," lirih Naomi. Dia tak siap menjalin hubungan dengan laki-laki penganut se x bebas, takut jika suatu saat, dirinyalah yang berikutnya. Dia sadar diri, imannya tak terlalu kuat, takut jika karena cintanya yang berlebihan, dia malah terjerumus kesana.

"Enggak," Aiden menggeleng cepat. "Aku gak mau," dia memegang kedua kaki Naomi. "Jangan putusin aku Yang. Aku gak bisa hidup tanpa kamu," mata Aiden mulai berkaca-kaca.

"Aku gak bisa sama kamu Ai, gak bisa," Naomi menggeleng sambil sesenggukan.

"Bisa, Yang, bisa."

Naomi terus menggeleng. "Aku gak bisa kayak Kak Manda."

"Enggak," Aiden menggeleng cepat. "Aku berjanji gak akan ngerusak kamu. Aku juga gak pernah berharap kamu mau melakukan seperti yang Manda lakukan. Aku sayang sama kamu, Nom. Aku tulus. Please, jangan putusin aku. Aku lagi ujian, Yang, tolong."

Naomi berada di dalam dilema. Satu sisi, dia tak bisa mentolerir perbuatan Aiden, satu sisi lagi, dia juga memikirkan jika saat ini, cowok itu sedang ujian.

"Aku memang berengsek, tapi itu dulu. Sejak kamu ada di hidup aku, aku udah gak kayak gitu. Aku udah gak pernah ngelakuin itu lagi. Aku udah berubah, Yang, udah insaf."

"Kamu janjikan, gak akan ngelakuin itu lagi? Juga gak akan minta macam-macam sama aku?"

"Iya, aku janji."

Ini hanya masa lalu. Semua orang, punya hak untuk berubah jadi lebih baikkan? Jadi kali ini, Naomi memutuskan untuk percaya pada janji Aiden, jika dia tak akan melakukan itu lagi.

"Makasih."

Terpopuler

Comments

Yeni Fitriani

Yeni Fitriani

pacaran bahkn punya suami org kek aidin itu adalah musibah....karna baiknya diapun tetap menyakiti hati....cowok kek aidin biasanya klo cinta sm cewek ya dia jaga dgn baik biar besok jd istrinya dan jd ibu buat anak2nya dia gak akan nyentuh si cewek sblemum halal tp dibalik itu biasanya dia akan tetap hubungan badan sm cewek2 lajur yg bisa di beli yg bisa dia setir.....makanya musibah bgt klo cewek dpt cowok modelan aidin....entah karma apa atau anugerah apa yg bisa mbuat cowok modelan aidin bisa tobatan nasuha

2025-01-16

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Naomi... Tp jaga sikap dan iman ya didpn ai...

2024-12-11

0

Mega Prasetya

Mega Prasetya

janji-janji nanti diulangi pasti

2025-03-22

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 67 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!