PERTANYAAN MAUT

" Halo sayang. Kamu boleh datang kerumah sekarang kan? Oma nyariin kamu kata nya, ada yang mau di sampaikan." Nampak nya Allea sedang menghubungi kekasih nya.

" Nyampaiin tentang apa sayang? Aku lagi kerja Masalah nya," nampak nya Deniro sang pujaan hati Allea, sedang mencari alasan. Memang ia tidak terlalu suka jika bertemu dengan keluarga Allea, terutama dengan Oma riana.

" Gak papa sayang. Dadi juga ada disini, biar aku suruh supir aku jemput kamu ke kantor sekarang." Ucap Allea membenarkan.

" Aku takut sayang kalau sama Oma," keluh Deniro yang sudah mulai merasa resah.

" Tidak apa-apa sayang. Kan kamu nya juga gak ngelakuin masalah, tenang saja ada aku dan Dadi yang jaga kamu. Lagian Oma gak bakal apa-apa in kamu kok! Hanya saja mau ngomong sebentar," Allea menenangkan sang kekasih.

Sejenak Deniro terdiam, di Hela nya nafas nya terlebih dahulu.

" Oke sayang!"

*

Tanpa menunggu lama, Deniro mendapat panggilan dari resepsionis. Bahwa supir pribadi Allea sudah datang menjemputnya.

" Selamat siang pak Deniro. Mari saya antarkan," sapa supir pribadi Allea.

" Siang. Mari pak," jawab Deniro.

Deniro sedang dalam perjalanan menuju kediaman Darmawan, tak lupa dengan jantung yang tak karuan. Pikiran negatif sudah datang menghantui pikiran nya, bagaimana kalau oma Riana nanti menanyakan tentang harta kepemilikan. Serta pikiran buruk lainnya, sudah menghinggapi pikiran nya.

" Sayang!" Pekik Allea yang setia menunggu kedatangan Deniro.

" Halo sayang," sapa Deniro menerbitkan senyuman nya, tak lupa dengan menunjukkan sikap gagah dan perkasa nya. Tidak mungkin kan, kalau sampai, ia harus seperti gembel bertemu dengan kedua orang tua Allea. Terutama Oma Riana! Bukan kah begitu?.

" Ayok! Mommy, Dadi, Oma juga udah nungguin kamu!" Ajak Allea untuk memasuki rumah nya.

" Ayok!"

Mereka berdua berjalan berdampingan, dengan sengaja Deniro menyematkan tangan nya di pinggang sang kekasih atau calon istri. Mendekat kan badan Allea, dengan badan nya. Supaya terkesan lebih romantis, sangat indah permainan Deniro ini!.

" Oma, Dadi, Mommy. Calon suami aku udah datang," Allea menyapa dengan senyuman mengembang, rasanya ia sangat senang jika berdekatan dengan laki-laki di samping nya. Terutama ketika sedang berkumpul dengan keluarga, entah mengapa memiliki kesan tersendiri bagi Allea.

" Silahkan duduk!" Pinta Oma Riana dengan wajah datar nya, sementara Mommy Queen dan Dadi Tito masih mengembangkan senyum nya. Menyambut kedatangan calon menantu.

" Baik Oma!" Jawab Deniro tak kalah tegas.

" Ada yang mau Oma sampaikan," ucap Oma Riana, yang masih setia dengan wajah datar nya.

" Silahkan Oma," walaupun jantung nya berdegup dengan kencang, namun ia masih berusaha memaksakan senyum nya supaya terkesan ramah.

" Nenek buyut ni seram juga bejir! Gila banget emang, jantung gue udah mau copot aja. Sepertinya nenek ni galak, jantungan gue. Beda banget sama om Tito dan Tante Queen, gila banget emang nenek buyut ni. Kenapa gak mati aja sekalian, nek." Dalam hatinya, Deniro mengucapkan sumpah serapah kepada Oma Riana. Karna setiap bertemu dengan nenek ini, jantung nya selalu saja berdegup tak karuan.

Pernah sekali, sewaktu keluarga Allea mengajak nya ke Jerman untuk bertemu dengan Oma Riana. Sekaligus perkenalan juga healing, ia di pergoki Oma Riana bercakap bar-bar dan random dengan teman-teman nya melalui sambungan telepon. Sejak saat itu, Oma Riana melayangkan tatapan tak suka kepada Deniro.

" Apa yang hal yang membuat mu, mau menikahi cucu saya?" Tanya Oma Riana dengan tatapan serius.

" Karna saya mencintai nya Oma, juga saya ingin bertanggung jawab dengan kehidupan nya. Membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah, saya ingin memberikan kehidupan yang bahagia kepada nya semampu saya Oma. Seumur hidup saya, hanya dia yang akan saja jadikan istri saya satu-satunya." Jawab Deniro dengan mantab, memuaskan hati Allea, Dadi, Mommy. Namun tidak dengan Oma Riana.

" Apa kamu bisa menjamin kehidupan nya dengan hidup nya sekarang? Termasuk mewah?" Tanya Oma Riana lagi, dengan menatap penuh intimidasi kepada Deniro.

Mendengar pertanyaan itu. Berhasil membuat Allea, Dadi Tito, Mommy Queen gelisah.

" Saya tidak berjanji akan memberikan kehidupan yang mewah, seperti kehidupan nya sekarang ini Oma. Tapi saya berjanji, akan berusaha semampu saya. Memenuhi kebutuhan dan keinginan nya, dengan hasil jerih payah dan keringan saya sendiri Oma!" Lagi-lagi Deniro dengan mantab menjawab, setiap pertanyaan yang di lontarkan Oma Riana kepada nya.

Allea, Dadi Tito, Mommy Queen. Bisa bernafas dengan lega, karna bisa menjawab pertanyaan dengan tepat.

" Baik lah. Saya akan memegang janji mu, tapi bukan berarti saya belum bisa menerima kamu sepenuh nya. Masih ada rasa ragu di hati saya tentang mu, jika kamu ingkar janji dan menyakiti cucu saya. Habis kamu di tangan saya!" Ancam Oma Riana kepada Deniro.

" Saya tidak masalah dengan keraguan Oma tentang saya, itu masih hal wajar. Saya juga tahu, hal apa yang Oma ragukan pastinya itu tentang harta. Tapi saya akan berusaha semampu saya, kalau keraguan Oma itu salah. Walaupun tidak dengan kemewahan yang saya miliki, namun memberikan rasa kenyamanan, kebahagiaan, keamanan. Kerap sekali di dunia ini, orang yang memiliki harta berlimpah belum tentu memiliki kehidupan yang bahagia."

Mungkin siang ini, Deniro sedikit bisa meyakinkan Oma Riana dengan jawaban nya yang tidak nampak keraguan di sana. Membuat Allea tersenyum haru, mendengar jawaban dari calon suami nya nanti. Hati nya tersentuh, mendengar jawaban tulus suaminya untuk kehidupan mereka di kemudian hari.

Percakapan di lanjut, mengenai acara yang akan di gelar nanti nya. Tapi Oma Riana tidak ikut andil di dalam nya, setelah menyampaikan pertanyaan Oma Riana mengambil langkah memasuki kamar nya. Meninggalkan mereka ber-empat, sementara Richman pergi keluyuran menemui kenalan nya yang tidak banyak itu di Indonesia ini.

*

Hari sudah mulai gelap, Deniro berpamitan pulang. Di antarkan oleh supir tadi yang menjemput nya, tak bisa di pungkiri Deniro mendapat kan kenyamanan jika bersama orang tau Allea karna menyalurkan kasih sayang nya. Tidak membeda-bedakan persoalan tentang harta kepunyaan. Menganggap sama rata semua manusia, dan siap membantu orang yang sedang membutuhkan.

" Astaga selesai juga urusan dengan monster, sangat menguras energi yang banyak. Seperti nya malam ini aku butuh belaian, untuk melepas penat dan keganjalan yang ada di hati ku!" Monolog Deniro, ketika ia telah tiba di rumah nya.

Deniro membersihkan tubuh nya, lalu menggunakan stelan keren nya menuju tempat yang sudah di rencanakan. Untuk melepas penat, yang terpendam di atas dan di bawah.

...****************...

Halo guys... Aku mau promosiin buku kedua ku, jangan lupa mampir ya teman-teman.

Halo guyss, jangan lupa jempolnya ya. maaf kalau banyak typo, aku butuh dukungan kalian semua, aku hanya penulis yang menuangkan haluan ku. Bagi yang suka mari lanjutkan keseruan ceritanya, bagi yang tidak suka tidak apa-apa boleh di skip. Timaaciiiiii❤️

Jangan lupa follow Ig aku ya@kesyaaa_V

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!