"Dia menikah sebelum ayah meninggal." Khumaira menunduk. Rangga mengusap bahu Khumaira, memberi kekuatan agar sahabatnya itu tidak kembali bersedih.
"Ya Tuhan, pertanda apa ini? Apa aku akan kalah dari Rangga Hyung, seperti dalam mimpiku?" Yoongi merutuki dalam hati. Menatap sekilas pada Rangga.
Handphone Yoongi berdering.
"Dimana Hyung?" Suara disebrang telpon.
"Masih diluar. Kenapa?"
"Cepat ke lokasi syuting. Kami semua sedang menuju kesana."
"Hm baiklah." Yoongi mematikan sambungan telpon.
"Maaf, aku tidak bisa berlama-lama. Mereka sudah menungguku untuk syuting."
"Ya tidak apa Yoon. Sukses selalu untuk kalian semua. Sampaikan salam kami pada mereka." Khumaira tersenyum ramah.
"Oke. Terimakasih atas waktunya. Senang bertemu dengan kalian." Yoongi memperlihatkan gummy smile nya.
"Kami juga. Bukankah begitu Aira?" Rangga menaik turunkan alisnya, menggoda Khumaira. Tapi Khumaira malah melototi nya. Rangga tertawa. Yoongi beranjak dari duduknya.
"Sebentar." Instruksi Rangga. Dia berdiri disamping Yoongi, merangkulnya.
"Aku beritahu, Aira itu salah satu fans kalian." Bisik Rangga.
"Benarkah?" Yoongi melirik Khumaira.
Rangga mengangguk. "Sudah, pulang sana. Mereka sudah menunggumu." Rangga menepuk pundak Yoongi.
Dibalik maskernya Yoongi tersenyum. Melambaikan tangan. Matanya masih tertuju pada Khumaira. Sebenarnya Yoongi tidak rela harus pergi. Dia masih ingin bercengkrama dengan Khumaira. Sepanjang jalan menuju parkiran, senyumnya terus terukir.
"Hey! Dia udah jauh. Ngapain masih ngeliatin aja?" Rangga melambaikan tangan didepan wajah Khumaira.
"Isssh ganggu aja."
"Jangan bilang kamu jatuh cinta sama dia."
"Apaan sih. Udah ah. Mau pulang, apa mau lanjut beresin kerjaan?"
"Santai dululah. Nanti di kontrakan aja lagi ngerjainnya. Butek nih otak." Rangga kembali duduk. Khumaira mengikuti. Keduanya menikmati suasana di tepi sungai Han.
Rangga dan Khumaira memang sudah bersahabat sedari kecil. Apakah persahabatan diantara mereka tidak ada rasa cinta? Jawabannya, tentu ada. Rangga sebenarnya mencintai Khumaira. Pernah dua kali dia nekat menyatakan perasaanya saat kuliah dulu, namun selalu ditolak. Khumaira tidak mencintai Rangga. Dia lebih nyaman menjadikan Rangga sebagai sahabat. Apa Rangga kecewa? Tentu iya. Tapi dia tidak pernah egois untuk memaksakan perasaannya tersebut.
...****************...
Yoongi tiba ditempat syuting. Senyum masih menghiasi wajahnya. Hobi yang menyadari tingkah Yoongi, menyikut lengan Jimin yang berada disampingnya.
"Kenapa?"
"Itu, lihat. Dari tadi dia tersenyum terus. Apa kau tahu kenapa?"Hobi menunjuk ke arah Yoongi.
"Mungkin menang lotre." Balas Jimin sekenanya. Hobi memukul lengan Jimin.
"Kau kenapa Hyung?" Pertanyaan Jungkook mewakili rasa penasaran Hobi.
"Apa?" Yoongi balik bertanya.
Hobi menepuk jidatnya.
"Jatuh cinta." Tebak Jin. Kelima member lain langsung menatap ke arah Yoongi, meminta jawaban.
"Kenapa kau mengatakan itu, Hyung?" Protes Yoongi.
"Kalau bukan jatuh cinta, lalu kenapa?" Balas Jin tersenyum meledek.
"Kalian pasti tidak akan percaya kalau aku mengatakannya."
"Memangnya apa yang terjadi, Hyung?" Taehyung penasaran.
"Setelah syuting, aku ceritakan."
Ketujuhnya mulai syuting reality show bertemakan BTS In the Soop. Reality show yang menampilkan kegiatan BTS ketika istirahat dari kesibukan mereka di kota.
Syuting acara ini dilakukan di sebuah rumah danau yang bernama Lake 192. Bangunan yang memenangkan penghargaan Korean Architecture ini terletak di Gangwon-do Chuncheon. Lokasi nya sangat indah dengan hamparan Padang rumput hijau serta danau dan perbukitan. Benar-benar sangat cocok untuk melepas penat dari padatnya jadwal konser mereka.
Disela-sela break syuting, Yoongi menepati janjinya mengenai alasan dia yang terlihat bahagia hari itu.
"Dari mimpi menjadi nyata? Ini benar-benar gila. Kau tidak sedang berhalusinasi kan Yoon?"
"Tidak Hyung, ini nyata." Yoongi mengambil handphone nya. Mencari satu kontak nama.
"Lihat, ini nomor telepon nya." Yoongi memperlihatkan nomor telepon atas nama Khumaira kepada member lain. Semua terperangah tidak percaya.
"Lalu, apa dia mengenalimu, Hyung?"
"Tentu saja kook, dia itu army."
"Wah hebat. Aku jadi penasaran ingin bertemu dengannya." Jimin terlihat antusias.
"Bagaimana kalau selesai syuting dari sini, kita ajak dia ketemuan?"
"Saranmu boleh juga Taehyung." Jin mengangkat kedua jempolnya.
"Hm kalau dia army, siapa biasnya Hyung?"
"Pasti Yoongi Hyung lah, kook." Samber Hobi dengan muka jahil nya.
"Ah sepertinya bukan." Sergah Jimin, menatap jail pada Yoongi.
"Dan pastinya juga bukan kau." Balas Yoongi. Jimin hanya mengulum senyum saat mendengar respon Yoongi. Dia tahu, Hyung nya itu sedang kesal.
"Yoon, apa kau akan mengejarnya?" Tanya Jin penasaran.
"Hmmm."
"Berarti kau harus siap bersaing dengan sahabatnya itu, Hyung." Ucap Hobi.
"Kenapa sih, harus ada cinta dalam persahabatan?" Protes Jungkook.
Semua member menatap pada member termuda itu.
"Kau tahu film India Kuch Kuch Hota Hai?" Tanya Taehyung.
Jungkook mengangguk. Dia memang pernah menonton film itu bersama Taehyung.
"Rahul berkata, cinta adalah persahabatan. Kalau ada lawan jenis bersahabat, sudah pasti ada cinta di dalamnya. Entah itu keduanya saling mencintai, atau salah satunya saja yang mencintai. Pokoknya, persahabatan yang terjalin antara lawan jenis itu tidak murni hanya sebatas sahabat." Jelas Taehyung.
Semua member bertepuk tangan mendengar penjelasan Taehyung.
"Wah hebat Taehyung. Aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal seperti itu." Namjoon merangkul Taehyung.
"Hehe aku juga merasa heran, kenapa aku bisa berkata seperti itu, Hyung."
"Ini pasti pengaruh dari film India yang sering dia tonton." Ucap Jimin tertawa. Yang lain menimpali.
"Lain kali, kalau mau nonton film India lagi, ajak Yoongi."
"Kenapa?" Yoongi menoleh ke arah Jin.
"Ya! Apa kau lupa sesuatu?"
Yoongi mengerutkan alisnya, berfikir.
"Astaga. Aira, Yoon. Bukankah dia suka sesuatu yang berbau Bollywood?"
"Ah, kau benar Hyung!" Yoongi menepuk pundak Jin.
"Kenapa aku melupakan itu?" Tambah Yoongi tersenyum penuh arti.
"Aku sih tidak masalah kalau Yoongi Hyung mau ikut nonton film India. Tapi...."
"Tapi kenapa?"
"Tidak jadi." Jawab Taehyung cengengesan.
Yang lain memutar bola mata. Hobi tentu dengan ekspresi julid nya.
...****************...
Di lain tempat. Khumaira masih disibukkan dengan pekerjaannya. Entah kenapa, malam ini barcode-barcode itu membuat kepalanya sakit. Beberapa kali dia berdiri mondar mandir untuk merilekskan otot badan. Kopi sudah habis secangkir.
"Sepertinya harus nambah." Khumaira kembali membuat secangkir kopi. Bukan kopi hitam seperti sebelumnya. Kali ini, dia ingin meminum kopi instan gula aren.
"Nikmatnya." Gumam Khumaira, sesaat setelah menyeruput kopi keduanya.
Dia santai sejenak, berselancar di dunia maya. Memutar video yang menampilkan tujuh bujang dari grup BTS. Sesekali dia menimpali nyanyian grup tersebut. Dia memang Army. Namun tidak ada satu pun foto member BTS yang terpajang di kamar nya. Hanya ada boneka BT21 yang tersebar di rumah kontrakan nya. untuk album, pasti dia juga punya. Pergi ke konser? Itu juga kalau tidak bentrok dengan jadwal kerjanya. Lalu, siapa yang menjadi biasnya? Itu rahasia dia dan Rangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
saidah nafisah
next k
2024-06-30
0