Billionaire'S Wife Transmigration
Bab 3
Lexa (Jia)
[ Melepaskan ikatan kedua anak tersebut ]
Lexa (Jia)
Kamu bisa jalan?
Lexa (Jia)
[ Menara khawatir anak yang tadi minta tolong padanya ]
Jiko Putrajaya
Hikss.. B--bisaa..
Lexa (Jia)
[ Mengangkat tubuh Ciko yang pingsan ]
Jia mengedarkan mata nya, ia menelisik rumah yang berantakan itu sembari menggendong Ciko ala bridal style.
Jiko Putrajaya
Itu.. Disana
[ Menunjuk kamar nya dan Ciko ]
Jia pun membuka pintu kamar itu, saat masuk ia di buat melotot karena ruangan di rumah itu begitu sumpek dan pengap.
Belum lagi barang-barang di sana sudah kotor dan tidak layak di gunakan lagi.
Lexa (Jia)
Astaga! Benarkah ini kamar?
Lexa (Jia)
Tidak ada kamar lagi kah?
Lexa (Jia)
[ Menoleh pada Jiko ]
Jiko Putrajaya
I-ituu...
[ Bingung dengan Lexa ]
Jiko pun menunjukan pintu kamar yang bercat merah, kamar asli Lexa yang sangat tabu untuk nya masuk ke sana.
Lexa (Jia)
[ Membawa Ciko ke kamar itu ]
Lexa (Jia)
"Syukur lah ranjang kamar ini masih bagus walaupun sekitar nya berantakan"
Lexa (Jia)
[ Membaringkan Ciko di kasur ]
Lexa (Jia)
[ Memeriksa ke adaan nya ]
Lexa (Jia)
Dia berkeringat...
[ Mendekat kan hidung nya ]
Singkat cerita Jia pun mengelap tubuh Ciko. Memakai kan pakaian baru yang lusuh, karena mau bagaimana lagi. Pakaian dalam lemari nya lusuh semua, bukan cuma lusuh ada juga bolong-bolong kecil.
Ciko Putrajaya
[ Bergumam tak jelas ]
Rasanya Jia benar-benar ingin menangis, keadaan anak di depan nya sungguh menyentuh hatinya.
Lexa (Jia)
"Anak tadi memanggilku Ibu"
Lexa (Jia)
"Apakah aku Ibu mereka? "
Lexa (Jia)
"Apakah aku kejam tidak memberinya makan minum? "
Lexa (Jia)
"Tapi bagaimana bisa aku menjadi Ibu mereka? "
Jia pun keluar menuju dapur sekedar untuk memasak bubur.
Lexa (Jia)
[ Melihat anak tadi ]
Jiko Putrajaya
[ Diam menatap makanan di atas meja ]
Jiko Putrajaya
[ Menyentuh perut nya yang kadang-kadang bunyi ]
Jiko Putrajaya
[ Melihat teko air ]
Jiko Putrajaya
[ Menelan saliva nya ]
Lexa (Jia)
Hei..
[ Panggil lembut ]
Jiko Putrajaya
[ Terkejut ]
Jiko Putrajaya
[ Menunduk ]
Jiko Putrajaya
[ Menatap Lexa lalu menunduk ]
Melihat gelagat anak di depan nya, Jia pun paham. Anak ini paham namun ragu dan takut.
Jia Menarik lembut tangan Jiko, mendudukan nya di kursi makan.
Lexa (Jia)
[ Melihat makanan ]
Lexa (Jia)
"Sepertinya makanan ini sudah basi"
Lexa (Jia)
"Bagaimana bisa basi? "
Tiba-tiba kepala Jia terasa sangat sakit, sebuah ingatan tiba-tiba berputar di kepalanya.
Jia berteriak merasakan kesakitan.
Membuat Jiko yang duduk diam menjadi panik.
Jiko Putrajaya
Ibu.. Ibu... Ibu kenapa??
Jiko Putrajaya
[ Mulai menangis kembali ]
Jiko Putrajaya
Ibu kenapa 😭
Jiko Putrajaya
Huwaa... Ibu jangan sakit
Jiko Putrajaya
Jiko janji gak akan minta makan
Jiko Putrajaya
Tapi Ibu jangan sakit 😭
Comments
Xavier~
bukan Ibu Tapi Mama..
2024-11-05
1
Dewi Maisaroh
novel yang indah
2024-10-01
1
Jejak Rimba
lanjut
2024-06-22
3