4

Setelah berbincang - bincang lama penuh dengan perdebatan bersama mama-nya, Angkasa memutuskan tuk kembali ke apartemen -nya. Ia mengingat akan melakukan sesuatu keesokan hari-nya, ada suatu rencana yang akan ia balaskan. Angkasa tidak terima dengan perlakuan wanita yang ia temui tadi siang, sungguh menyebalkan.. tidak seperti Keyla meski menyebalkan ia tetap suka. Mungkin karena ia mencintai Keyla itu sebabnya.

...•...

...•...

Keesokan harinya.

Arrabella di antar oleh kekasihnya yang tak lain Angga dan itu permintaan Angga sendiri.. padahal Arrabella sudah melarang -nya tuk menjemput. Bagaimana jika Bibinya tahu ia akan marah padanya.

Mobil itu berhenti tepat di depan restoran.. dimana Arrabella bekerja.

"Terima kasih Ngga, sebetulnya kamu tidak usah repot-repot untuk mengantarku." ucap Arrabella, merasa tidak enak hati meski ia kekasih nya sendiri.

"Tidak apa - apa, itu sudah kewajiban aku sebagai seorang kekasih mu la. sudah sana kamu kerja, entar telat.. nanti jika sudah jam pulang telpon aja aku.."Ujar Angga mengingatkan kekasih hatinya.

Arrabella mengangguk patuh.

"Kalau begitu aku kerja dulu ya..." ujarnya. disela sela membuka pintu mobil, ia menghentikan nya ada yang terlupakan lalu menatap pada Angga.

Lelaki itu mengernyit heran dengan gerak gerik Arrabella .

"Ada yang terlupa.." Ujar Arrabella mendekati Angga.. mencium pipi kekasih pujaannya.

Ia terkekeh kecil melihat tingkah Angga yang tersipu malu. "ya sudah aku pergi dulu.." ujar Arrabella.

"Agresip juga Bella ." Angga tersenyum menatap kepergian kekasih pujaan hati nya, berlari kecil masuk ke dalam restoran tempat ia bekerja.

Sementara Arrabella masuk ke dalam restoran, di sana sudah ramai teman - temannya mereka sudah ganti pakaian -nya dengan profesi mereka selama di restoran.

"Bella cepat kamu ganti pakaian mu, kamu langsung bekerja ya.. hari ini ada tamu penting dari luar kota yang akan mengadakan rapat di sini.. kamu bantu teman temanmu untuk menyiapkan makanan nya ya." ujar kepala pelayan yang bername tag Jenita.

"Baik kak." jawab Arrabella. Ia pun menaruh tasnya di loker miliknya, setelah itu baru ia ke ruangan ganti untuk menganti pakaian nya sebagai profesi nya sebagai pelayan untuk mengantar makanan keluar.

Sementara di dapur sudah banyak semua koki - koki bekerja membuat masakan menurut menu yang dipesan untuk tamu rapat meeting beberapa jam lagi.

Waktu pun berganti, masakan sudah jadi, kini giliran para pelayan untuk membawa semua makanan dan minuman itu ke luar di mana meja dan kursi panjang tertata dengan rapi.

Disela - sela dirinya menyajikan makanan dan minuman itu keluar masuk dari area dapur. Seseorang tiba - tiba menghampiri nya.

"Bella kamu di panggil pak Harto." Erlan berbisik pada Arrabella.

"Di panggil pak Harto? ada apa memanggilku?" tanya Arrabella, dengan wajah binggung. Karena setahunya pak Harto takkan mencarinya jika sedang tidak ada masalah. Apalagi dirinya tidak sedikitpun melakukan kesalahan.

"Kamu temui saja sana, takutnya pak Harto marah nanti ." ujar erlan.

"Sini biar aku aja yang gantiin bawa makanan ini semua." erlan mengambil alih pekerjaan Arrabella.

"Baiklah, aku temui pak Harto dulu, siapa tahu mungkin kalau bukan karena aku berbuat salah pak Harto kasih aku gaji bulanan tambahan." disela sela di saat tegang, Arrabella malah bercanda.

Erlan hanya bisa menggeleng menatap teman sepekerjanya suka bercanda.

Arrabella pun memutuskan pergi ke ruangan managernya yang tak lain, pria tua yang memperkerjakan nya menjadi seorang pelayan. Bahkan pak Harto sendiri, yang bisa membuat Arrabella bisa bekerja di sini.

"Ada sesuatu yang ingin bapak katakan pada saya??" tanya Arrabella setelah berhadapan dengan pak Harto.

"silahkan duduk Bella." ujarnya.

Terlihat dari raut wajahnya yang begitu sedih, ada sesuatu yang akan terjadi yang dirasakan Arrabella.

"Bella, mungkin ini berat bagi kamu.. maafkan bapak.. sebetulnya kamu dipecat, dan ini permintaan dari pemilik restoran.." ujarnya, tidak enak hati.

"tapi kenapa pak, saya bisa dipecat?? apa salah saya??" ucap Arrabella penuh tanya.

"Saya kurang tahu apa masalahnya tapi untuk sekarang lebih baik kamu cari pekerjaan lain.. maafkan saya tidak bisa membantu kamu lagi Bella ." jujur pak Harto tak tega, jika Arrabella harus berhenti bekerja di restoran ini. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena ia tak berhak akan hal itu.

"Baiklah, saya akan mencari pekerjaan baru.. tapi saya cukup berterima kasih pada bapak sudah pernah membantu saya bekerja diperusahaan ini." ujar Arrabella sebelum pergi dari ruangan pak Harto.

Ia merasa pasrah, jika memohon mohon untuk tidak dipecat tidak ada gunanya. Apalagi pak Harto bukan pemilik resto itu melainkan manager restoran itu.

Bersambung ~

SETELAH DIBACA MOHON DI LIKE ❤️

COMENTTTTTT....

FAVORIT

VOTEEE....

GIFT

KASIH BINTANG LIMA 🌟🌟🌟🌟🌟

BUBAYyyyy♥️

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт

iklan untuk Arabella 4 dan seikat mawar 🌹 🌹
nanti lanjut lagi
tetap semangat kak

2024-06-12

1

Elok Oren 🤎

Elok Oren 🤎

Ayo Bella semangat cari kerjaan baru lagi 💪

2024-06-11

1

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

seikat mawar 🌹🌹🌹🌹 untuk Arabella..semangat ya

2024-06-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!