Bab 5

Saat ini anara sedang membersihkan diri di dalam toilet

"bagaimana ini aku tidak membawa pakaian ganti, tidak mungkin aku trus memakai pakaian ini sedangkan pakaian ini sudah basah dan kotor" gumam anara sambil sedikit membersihkan pakaian yang tertumpah jus tadi.

"tidak ada pilihan lain aku terpaksa harus memakai pakaian ini saja" gumam anara lagi

"anara apakah kamu di dalam?" terdengar suara Vanya dari luar

"ya aku di sini Vanya, sebentar aku akan keluar" ucap anara

saat anara keluar Vanya langsung menyodorkan sebuah sepasang pakaian kepada anara

"ambil lah ini Nara gunakan pakaian ini" ucap Vanya

"tidak Vanya aku tidak apa-apa dengan pakaian ini sebentar lagi juga bakal kering" ucap anara menolak pakaian yang di berikan oleh Vanya

"kamu ini ya, kamu bakal pakai pakaian yang basah dan kotor seperti ini, udah cepat ambil ini dan segeralah ganti sebelum kelas masuk" ucap Vanya dengan memberi pakaian untuk anara serta mendorong anara masuk ke dalam toilet.

"baiklah aku akan memakai ini" ucap anara dan segera masuk ke dalam toilet.

Vanya pun menunggu anara sambil berkaca membenahi riasan nya walaupun tipis karena Vanya tidak suka dengan riasan yang tebal yang menurut dia akan seperti tante-tante.

"wahh.....Vanya kenapa kamu bisa cantik seperti ini?" ucap Vanya sambil melihat dirinya di kaca.

tidak lama dari itu terdengar suara pintu terbuka dan muncul lah anara dengan pakaian yang tadi di beri oleh Vanya.

"wahh... apakah ini benar kamu anara, ternyata pakaian ini sangat cocok untuk mu" ucap Vanya sambil tersenyum melihat anara

"Terima kasih Vanya kamu telah mambantu aku, woh iya, pakaian ini kamu dapatkan dari mana?" tanya anara

"sebenarnya itu adalah pakaian aku, aku selalu membawa pakaian cadangan bila sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap ku aku tidak susah untuk mencari-cari pakaian lagi" ucap Vanya

"ayo sekarang kita ke kelas 5 menit lagi kelas akan di mulai" ucap Vanya

anara dan Vanya pun segera keluar dari toilet dan bergegas menuju kelas mereka.

...****************...

tok...tok....

terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari ruangan alvaro

"masuk" ucap Alvaro

"permisi tuan, saat saya ingin memberi laporan kerja sama kita dengan perusahaan tuan Bram tadi" ucap Aldo sambil menyerahkan berkas kerja sama dengan perusahaan Bram.

"setelah ini, apa lagi jadwal ku do" tanya Alvaro

"setelah ini tidak ada jadwal tuan" ucap Aldo

"sudah berapa kali aku bilang pada mu do jika kita sedang berdua jangan kamu panggil aku dengan sebutan tuan" ucap Alvaro sambil menatap tajam Aldo

Aldo pun yang di tatap menggarukan kepalanya sambil tersenyum kepada Alvaro

"maaf kak, karena aku sudah terbiasa memanggil kakak tuan saat di kantor jadi susah jika memanggil kakak saat sedang di sini" ucap Aldo

Alvaro yang mendengar pun menatap malas Aldo

"kak ayo lh aku sudah terbiasa jika di kantor memanggil kakak tuan, jadi tolong maaf kan aku" ucap aldo memohon pada Alvaro

"sudah lah tapi ingat kedepannya jika kita hanya berdua jangan sekali-kali kamu memanggil aku dengan sebutan tuan" ucap Alvaro

"baik kak" ucap Aldo tersenyum

"kamu tidak capek berdiri di situ terus, kemari lah duduk di sini" ucap Alvaro

"hehehe.....iya kak" ucap Aldo

sebenarnya Alvaro dan Aldo ini orang yang hangat namun hanya dengan keluarganya saja, seperti sekarang ini walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah namun karena sudah terbiasa sejak kecil bersama mereka berdua pun saling menyayangi.

"do, bagaimana dengan Vanya di kampus nya?" tanya Alvaro sambil menandatangani berkas yang di beri Aldo tadi

"dari laporan anak buah kita yang mengawasi Vanya di kampus nya, dia sempat berkelahi kak namun hanya cekcok tidak sampai melukai fisiknya" ucap Aldo

"berkelahi? kenapa dia bisa berkelahi di hari pertama dia masuk ke sana" ucap Alvaro

"kata anak buah kita Vanya hanya membela teman baru dia di kampus kak, temannya tidak sengaja menabrak gadis lain yang saat itu sedang berjalan" ucap Aldo

"hanya karena itu mereka berkelahi? " tanya Alvaro

"iya kak, saat itu gadis yang di tabrak oleh teman Vanya sedang membawa bedak kesayangannya jadi dia marah karena bedak itu terjatuh di lantai dan rusak" ucap Aldo

"tapi teman Vanya udah meminta maaf terhadap gadis itu, tetapi gadis itu nggk Terima permintaan maaf dari temen nya Vanya, dan hari ini dua kali mereka berkelahi" sambung Aldo lagi

"dua kali? apalagi yang mereka lakukan? " tanya Alvaro

"setelah pertengkaran karena bedak gadis yang di tabrak oleh temen Vanya gadis itu tidak Terima dan saat di kantin gadis itu sengaja menumpahkan jus ke temen Vanya" ucap Aldo

"namun kakak tau tidak apa yang terjadi? " ucap sambung Aldo sambil tersenyum

Alvaro pun mengangkat sebelah alisnya

"apa yang terjadi?"tanya Alvaro

" temen Vanya tidak tinggal diam, dia pun membalas gadis yang menumpahkan jus di kepalanya dengan gantian juga menumpahkan jus di kepala gadis itu"ucap Aldo

Alvaro yang mendengar apa yang barusan di ucapkan Aldo pun tersenyum tipis

"menarik" batin Alvaro

aldo yang melihat Alvaro sedikit tersenyum pun heran

"ada apa dengan kakak, kenapa dia tersenyum seperti itu, tidak perna-perna kakak tersenyum seperti itu" gumam aldo

"hei..kak, kak varo" panggil aldo

Alvaro tidak menjawab dia masih setia dengan lamunannya tentang sosok anara. aldo yang geram pun memukul alvaro

"apa yang kamu lakukan do" ucap Alvaro sambil menatap tajam aldo karena kaget.

"huh.. seharusnya aku yang bilang gitu sama kakak, apa yang kakak pikirkan kenapa kakak senyum-senyum nggk jelas" ucap Aldo dengan wajah kesalnya

"ada apa dengan mu aku tidak memikirkan apa pun kamu salah liat aku tidak ada tersenyum sama sekali" ucap Alvaro sambil memalingkan wajahnya dari aldo

"ya... ya.. mungkin aku yang salah liat" ucap aldo

"hm... aldo kamu selidiki temen nya banyak dan gadis yang di tabrak nya" ucap Alvaro

"ada apa dengan kakak kenapa dia ingin tau tentang temen vanya"batin aldo

"baik kak" ucap aldo

"ayo kita kembali ke mansion" ucap Alvaro sambil berdiri dan merapikan jas nya

mereka pun keluar dari ruangan Alvaro

"sore Pak" ucap karyawan-karyawan yang sedang berpapasan dengan Alvaro dan Aldo

Alvaro dan Aldo hanya menganggukkan kepalanya. mereka pun berjalan menuju mobil yang sudah berada di depan lobi. aldo pun membuka pintu mobil untuk Alvaro.

"kita ke mansion tuan besar" ucap aldo pada supir

"baik tuan" ucap sang supir

mobil pun bergerak menuju ke mansion Dirgantara

...****************...

Hai semuanya beri like dan vote karya Aku lagi ya biar Aku makin semangat buat update nya🤗

semoga kalian suka dengan karya Aku🥰

Terpopuler

Comments

Taki

Taki

Omg, ending chapter ini bikin tergila-gila pengen next chapter! 😵

2024-05-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!