RataRena ( Dasi Gantung Fanfic)
JANGAN TUTUP PINTUNYA!
Pikiran itu tidak berlanjut karena bel masuk berbunyi. Sekarang waktunya pelajaran yang membosankan dan panjang. Mereka bertiga ogah - ogahan.
Serena
" pelajaran ibu weh. Sudah siap mental kah kau Mon? " tanya Serena.
Monika
" pelajaran ibu weh. Sudah siap mental kah kau Mon? " tanya Serena. " Belum lah ser. Banyak - banyakin doa aja lah kita! " kata Monika polos.
Setengah mati mereka mengikuti pelajaran karena guru ngajar sangat membosankan. Terkadang ibu itu sama sekali tidak peduli bahwa bel istirahat sudah berbunyi dan tetap mengajar hingga pelajaran selanjutnya dimulai yang akibatnya satu kelas tidak ada yang istirahat sama sekali.
Mereka semua menahan lapar. Jika beruntung guru berikutnya mau mengijinkan mereka membeli jajan untuk dimakan di dalam kelas sambil belajar. Jika tidak mereka kelaparan hingga jam sekolah berakhir.
Bu guru
" Ya semua minggu depan kalian akan praktek membaca puisi ya bersama teman sebangku. Siapkan puisinya baik - baik nanti ibu panggi satu - satu untuk maju kedepan", kata ibu guru memberi tahu.
" Ya bu. " jawab semua penghuni kelas serentak.
Semua menghela nafas lega karena kali ini mereka lolos dari ceramah ibu guru yang senantiasa merebutnya jam istirahat mereka.
Serena
" Yes kita lolos bah dari ceramah ibu biasanya. " ucap Serena girang.
Monika
" Iya nah. Kayaknya memang kita harus berdoa lebih dahulu kalau pelajaran ibu. Biar ibunya lupa waktu", timpakan Monika.
Momen seperti ini langka bagi murid kelas hutan. Mereka mulai berspekulasi tentang Mengapa ibu guru mereka hari ini beda dari sebelumnya. ada yang tercetus prasangka yang normal seperti" mungkin Ibu guru sedang banyak tugas lainnya jadi tidak bisa lama-lama mengajar" sampai membuat teori konspirasi bahwa sebenarnya ibu guru sengaja melonggarkan peraturannya untuk membantai mereka saat pengambilan nilai membaca puisi nanti. karena nyatanya Ibu guru ini adalah orang yang penuh dengan kejutan yang tidak bisa diprediksi oleh BMKG sekalipun.
Serena dan Monika tidak mau ambil pusing tentang kejadian ajaib yang baru saja terjadi. mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kantin untuk mengisi perut. saat mereka mulai memesan makanan mata mereka menatap sosok yang mereka kenali "ibu guru".
Monika
"Lah itu ibu. makan rupanya beliau", kata Monica
Serena
"Mana- mana ",kata Serena celingukkan mencari sosok ibu
Monika
"Itu Weh ser! ibu duduk di pojok itu nah makan soto betawi", ucap Monica rinci
Serena
" Wah iya nah itu ibu. Rupanya ibu kelaparan makanya langsung istirahat. Hem... Misteri ini telah terpecahkan. Bagus bagus", kata Serena mangut-mangut.
Disisi lain, dipojok kantin yang berbeda rupanya duduk si Ratara yang sedang memperhatikan Serena dalam diam. Dia memperhatikan setiap gerak gerik Serena sambil makan. Ada apa gerangan dengan Ratara? Apa yang dia pikirkan tentang sosok Serena? Apa benar dia tertarik pada Serena? Hal itu masih menjadi sebuah misteri.
Comments