...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Surat apa ini?" tanya Iyo.
"Mau ku bacakan? Tangan mu tidak patahkan? Setelah kau baca aku tidak peduli kau setuju atau tidak, kalau kau tidak ingin nyawa melayang di alam lain," ucap Gealeksa.
Iyo membaca surat itu dan terbelalak.
"Kau ... aku akan setuju jika hubungan ini putus, tapi kau sudah mengambil kartu ku dan kau minta tambahan uang lagi!" ucapnya tak terima.
"Itu adalah tebusan karena ... pertama kau ingin aku menjadi istrimu, itu membuat aku malu dan aku kerugian batin ku. Kedua, kau ingin membunuh ku, itu membuat aku kerugian fisik dan mental ku. Uang segitu harusnya tidak seberapa, bagaimana jika aku orang lemah, mungkin aku sudah mati. Tapi itu tidak penting lagi kalau kau sayang nyawa mu!" ancam Gealeksa.
"Penga ...."
Gealeksa langsung menutup mulut Iyo.
"Kau tanda tangan dulu! Setelah itu baru kau boleh teriak pengawal mu!" ucap Gealeksa membelalakkan matanya.
"Tidak! Aku ...."
Gealeksa menekan mulut Iyo dan menekan kakinya yang patah itu.
Iyo sangat kesakitan, untuk berteriak ia tidak bisa karena mulutnya di tutup Gealeksa.
"Kau tidak ingin di siksa kan? Cepat tanda tangan dan kita selesai dan jangan pernah datang ke rumah Will lagi!" ancam Gealeksa.
Iyo mengangguk setuju.
Dengan tubuh gemetaran kesakitan, ia pun menanda tangani surat tersebut.
"He-he-he, sangat bagus. Cepat berikan kartu ATM mu lagi!" pinta Gealeksa.
Dengan berat hati, Iyo mengambil ponselnya.
"Di mana nomor rekening mu?" tanya Iyo lemah tak berdaya.
"Kau bisa kirimkan ke nomor rekening yang kartunya ku ambil kemaren," jawab Gealeksa duduk di sisi ranjangnya.
"Itu nomornya yang mana ya? Aku nggak ingat," ucapnya.
"Jangan berdalih kakek tua! Kau tetap ingin selamat kan?" ujar Gealeksa menatap Iyo tajam.
"Eh iya iya, aku carikan dulu nomor rekeningnya," ucap Iyo ketakutan.
Ia melihat di ponselnya dan mengirim sejumlah uang ke rekening tersebut.
"Sudah aku kirim," ucap Iyo.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengeceknya nanti, kalau tidak ada masuk, aku akan datang untuk menagihnya lagi kepada mu," ucap Gealeksa.
Gealeksa mendekati kaki Iyo dan ...
Krak!
"Aaaaaaaaaaaaa! Apa yang kau lakukan!" teriak Iyo menahan sakitnya.
"Jika kedua kaki mu patah itu membuat mu akan sembuh lebih lama, jadi dengan begitu, kau akan terus berada di sisi istri mu tercinta itu sampai akhir hayat mu, aku berbaik hati menyatukan kalian berdua meskipun dengan cara yang salah. Oh ya makasih banyak ya, aku pulang dulu," ucap Gealeksa melambaikan tangannya.
Gealeksa pun keluar dari ruangan tersebut.
"Pe ... pengawal!" teriak Iyo menahan sakitnya, hingga suaranya tertahan di tenggorokannya.
Gealeksa berjalan menuju parkiran mobil.
"Eh Dek, gimana? Kok nggak manggil kami?" tanya reporter itu saat melihat Gealeksa turun.
"Ah maaf ya Bang, ada beberapa pengawal yang sedang berjaga di sana, aku nggak berani datang untuk melihatnya, pintu kamarnya juga selalu tertutup dan nggak boleh sembarangan orang untuk datang melihatnya, maaf ya Bang," ucap Gealeksa.
"Oh ya lah Dek, nggak apa-apa," jawab reporter itu mengangguk setuju.
"Oh ya, bisa minta nomor ponsel mu?" tanya Reporter itu.
"Untuk apa Bang?" tanya Gealeksa.
"Untuk chat sama kamu donk," jawabnya tersenyum menggoda.
"Ponsel ku ketinggalan dan aku nggak ingat nomor ku," jawab Gealeksa masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah sakit tersebut secepatnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Fahmi Ardiansyah
enak aja minta no ponsel.di bikin keok Ama Gea Bru rasa
2024-11-25
0
Queen Sha
cara yang absurd tp bener juga biar tidak berkeliaran kemana-mana
2024-10-26
0
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣 aku suka GEALEKSA nya hancurkan semuanya termasuk kakek tua si will itu kalau papa mu bersuara patah kan aja tangan atau kaki nya deh sama dengan si tua wil itu biar tau rasa deh enak aja menumbalkan kamu jadi yang kedua pria tua bangkotan itu deh ...mending jual aja cucu2 mu yang lain deh kan sama aja kan yang mana mau harta itu lho ...lanjutkan thor
2024-08-11
1