Ch.5 -

Ao Bing mendapatkan cukup banyak informasi dari pria yang memperkenalkan dirinya dengan nama Xing itu.

Xing berasal dari sebuah sekte di Wilayah Gurun Purba. Dia adalah salah satu murid dari Sekte Kelabang Hitam dengan kultivasi Alam Master tingkat 3.

Xing sebelumnya bertarung dengan beberapa kultivator dan berakhir terluka parah. Beruntung ia bisa melarikan diri ke dalam Hutan Iblis hingga orang-orang yang mengejarnya tidak berani masuk, terlebih situasi sudah malam.

Xing menjelaskan ada 5 Sekte kelas menengah yang menjadi sekte terkuat di Wilayah Gurun Purba, salah satunya adalah Sekte Kelabang Hitam.

Informasi yang Xing berikan cukup jelas, dia bahkan sampai memberikan peta Wilayah Gurun Purba meskipun peta itu tidak mencantumkan semua wilayah dan tempat-tempat khusus lainnya.

Informasi tentang Wilayah 1000 Pegunungan lebih lengkap. Meskipun Xing tidak memiliki peta, informasi yang dia berikan sudah jelas tergambar di kepala Ao Bing.

Sementara untuk Wilayah Iblis Kuno sangat minim, tapi Ao Bing cukup puas dengan informasi yang di berikan Xing. Mulai dari kekuatan besar yang ada di sana serta beberapa hal umum lainnya.

Setidaknya pengetahuannya tentang ketiga wilayah itu sudah lumayan.

“Aku sudah memberikan semua informasi yang kau ingin tau, sekarang bisakah kau memberi ku penawar racun ini..” Xing masih merasa terganggu dengan gatal di tubuhnya karena rasa gatal itu mulai semakin parah padahal sebelumnya sudah membaik.

“Sebenarnya karena tidak ada bahan yang cukup, aku hanya bisa membuat racunnya dan tidak bisa membuat penawarnya.” Ao Bing mengangkat bahunya.

“Apa maksud mu?” Xing mengerutkan keningnya. “Jika kau tidak bisa membuat penawarnya maka apa yang kau berikan pada ku sebelumnya?”

“Oh itu sebenarnya bukan penawar, tapi racun gatal yang lebih kuat. Karena efeknya lebih kuat, kedua racun di tubuh mu saling melawan hingga efek gatal di tubuh mu jadi berkurang. Tapi sekarang karena efek racun yang lebih kuat sudah sepenuhnya menghabiskan racun yang sebelumnya, efek gatalnya akan mulai semakin parah.”

“Apa? Jadi kau berbohong pada ku?” Xing melebarkan matanya.

“Siapa yang menyuruh mu untuk percaya? Kau adalah kultivator iblis jadi kau seharusnya sudah tau trik dan tipuan sangatlah biasa. Membunuh dengan cara kejam bukanlah sesuatu yang langka.” Ao Bing sama sekali tidak peduli dengan kehidupan orang lain. “Karena urusan ku sudah selesai, jadi aku pergi dulu.”

Ao Bing pun melesat meninggalkan Xing.

“HEI! TUNGGU! BERIKAN AKU PENAWAR RACUN INI!”

Xing berteriak tapi ia sama sekali tidak di hiraukan. Ia mulai merasakan gatal yang lebih parah, terus berteriak menyumpahi Ao Bing dalam kemarahan dan penderitaannya.

**

Ao Bing memutuskan untuk pergi ke Wilayah 1000 Pegunungan terlebih dahulu. Ia sama sekali tidak peduli dengan nasib Xing apakah dia mati atau masih hidup.

Para kultivator iblis di sana kebanyakan berada di Alam Pemurnian Qi sampai Alam Master jadi ia bisa bergerak lebih leluasa di sana.

Lapisan luar Hutan Iblis merupakan area pepohonan yang bentuknya terlihat mirip semua. Orang yang tidak mengetahui jalan bisa dengan mudah tersesat.

Sekarang Ao Bing sudah keluar dari wilayah pepohonan tersebut. Ia melihat ada banyak gunung sejauh mata memandang. Memang sesuai dengan sebutannya Wilayah 1000 Pegunungan.

Ao Bing melesat, bergerak di antara pepohonan, melewati pegunungan. Ia tentu tidak melakukan perjalanan secara sia-sia, ia mengumpulkan tanaman herbal dan tanaman racun yang bisa ia gunakan nanti.

Ao Bing memiliki cincin penyimpanan yang ia dapatkan dari Xing. Ia tidak memiliki cincin penyimpanan karena Kekaisaran Jin menyerang tiba-tiba hingga ia tidak sempat membawa apa-apa kecuali Kubus Asura yang di berikan oleh ayahnya.

Setelah melewati beberapa gunung, Ao Bing melihat sebuah kota. Kota Daun Merah, kota yang merupakan kekuasaan Sekte Daun Merah.

Ao Bing ingin mencari lebih banyak informasi di kota tersebut.

Ia mendarat cukup jauh dari gerbang lalu berjalan. Setibanya di sana, penjaga yang memiliki wajah garang meminta bayaran masuk 10 keping perak.

Mata uang di bagi menjadi 3, mulai dari perunggu, perak dan emas. 1 koin emas setara dengan 100 koin perak. Sementara satu koin perak setara 100 koin perunggu.

Bayaran masuk kota seharusnya tidak sampai 10 koin perak. Tapi Ao Bing yang merupakan pendatang baru tidak ingin membuat masalah jadi ia memberi penjaga tersebut 10 perak lalu masuk ke dalam kota.

Meskipun ada cukup banyak orang yang berlalu lalang, kota ini sama sekali tidak menunjukkan suasana ramai sebagaimana kota pada umumnya.

Para kultivator itu berjalan dengan kelompok masing-masing dalam diam, sama sekali tidak ada berbicara jika tidak di perlukan.

Mereka menggunakan jubah dengan tedung kepala untuk menyembuhkan identitas masing-masing. Ao Bing tentu melakukan hal yang sama, jubah bertedung kepala.

Ao Bing berjalan, melirik kiri kanan secara diam-diam, berjalan hingga ia masuk ke sebuah gang kecil. Ao Bing terus berjalan melewati gang kecil tersebut hingga ia tiba di gang yang lebih besar.

Di gang tersebut ada banyak orang yang menjajakan barang dagangan di pinggir jalan. Bahkan meskipun di pasar, suasana sangat sepi, memberi kesan dingin dan gelap. Bahkan orang-orang yang menawar barang mengeluarkan suara kecil hingga sulit di dengar.

Ao Bing melangkah dengan suara tapak kaki yang pelan. Melihat barang-barang di pinggir jalan hingga ia melihat sebuah lapak dagang yang menjual herbal.

Ao Bing berjongkok, melihat setiap herbal yang di jajakan. Meskipun itu hanya herbal kelas rendah, Ao Bing bisa memanfaatkannya untuk beberapa hal nanti.

“Berapa harga semua herbal ini?” Ao Bing bersuara pelan sebagaimana orang-orang yang ia lihat.

Pemilik toko menaikkan alisnya, tidak di sangka ia akan ada pelanggan yang sangat baik menghampirinya.

“Ini semua adalah herbal kelas rendah, meskipun ada beberapa yang bagus, tapi itu sudah sedikit busuk, apa kau yakin ingin membeli semuanya?”

“Ya, berapa harganya?” Ao Bing berkata tanpa ragu.

“Masing-masing berharga 10 koin perak. Aku memberi mu harga 1 koin emas jika ingin membeli semuanya.”

Ao Bing memberi pemilik toko 1 koin emas lalu mengambil semua herbal tersebut. Ia pun pergi setelahnya, mencari penginapan untuk ia istirahat dan meneliti semua herbal itu.

Setelah mendapat kamar penginapan, Ao Bing duduk di tepi ranjang lalu mengeluarkan salah satu herbal.

“Semua herbal ini memang hanya kelas rendah, ada beberapa yang sudah tidak layak di gunakan. Tapi di tangan ku, ini masih bisa berguna. Yah, meskipun sekarang tidak akan bisa aku gunakan karena belum memiliki tungku untuk menyuling pil. Membuat obat sederhana dengan herbal

ini hanya akan menyia-nyiakan bahan, jadi aku akan menyimpannya untuk sementara ini.’

Terpopuler

Comments

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

gassss pollll manggh A O...

2025-02-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!