Nomin; Traitor Becomes Boyfriend (BxB)
10-Flashback (Penolakan)
n: bahasa campur baku dan tidak baku ya
Pangeran Mahkota
Ayah, bunda (membungkuk hormat)
Ratu Na
lagi ngapain sendirian di sini? (tersenyum)
Pangeran Mahkota
petik bunga yang mekar
Pangeran Mahkota
daripada bunga bunga di taman rusak, bukannya lebih baik dipetik?
Ratu Na
iya bener, lebih baik di petik
Pangeran Mahkota
bunda, kapan perangnya selesai?
Raja Na
sebentar lagi kok, kita udah menekan prajurit musuh
Ratu Na
Lupain itu, kita pasti menang
Jendral
Raja, maaf menganggu (datang dan membungkuk hormat)
Jendral
pasukan lawan saat ini sudah mundur dan kembali, ingin menyerang atau tidak?
Raja Na
tidak, tapi tetap jaga perbatasan
Jendral
tidak, maaf mengganggu
Jendral
saya pergi, silahkan lanjut berbincang (pergi)
Ratu Na
kenapa senyum ke anakku?
Raja Na
dia udah suka anak kita dari lama, makannya berusaha keras jadi Jendral kerajaan
Pangeran Mahkota
itu? (menatap kepergian Jendral)
Raja Na
tapi umurnya beda 18 tahun jauh, dan dulunya cuma prajurit biasa
Ratu Na
Anak kita masih terlalu muda
Raja Na
nak, mau pasangan seperti apa? pangeran kaya raya? atau anak perdana menteri yang cantik itu?
Pangeran Mahkota
anak perdana menteri? temen aku?
Pangeran Mahkota
mana mungkin, kita temen
Ratu Na
terus mau siapa? seperti apa?
Pangeran Mahkota
ksatria yang ada di dongeng atau putri yang cantik
Ratu Na
ya... setelah selesai, kita adakan pertemuan antar kerajaan, lihat mana yang anak bunda suka
Raja Na
jangan dengan jendral itu, dia orang rendahan yang dulunya anak peternak
Pangeran Mahkota
oh hanya anak seorang peternak
Pangeran Mahkota
terlalu rendah (lirih)
Ratu Na
memang, lebih baik dengan putri putri cantik
Pangeran Mahkota
(mengangguk)
Pangeran Mahkota
sesuai perintah ayah-bunda (membungkuk)
tanpa di sadari ada seseorang yang menguping di balik pilar istana
Jendral
Rendah? (mengepalkan tangan)
Jendral
8 tahun yang sia sia
Jendral
susah susah dapat gelar Jendral demi dapat atensi pangeran
Jendral
hahaha sakit banget, sialan kalian
Jendral
8 tahun sia sia yang berakhir tragis, kalo gitu perang 2 tahun ini juga harus berakhir tragis (batin)
Jendral
tuan pangeran Mahkota (datang)
Jendral
kenapa tidur di tanah?
Pangeran Mahkota
baru selesai latihan pedang
Jendral
malam malam begini?
Pangeran Mahkota
tuan jendral ngapain disini?
Jendral
hanya jalan jalan sambil memikirkan strategi
Pangeran Mahkota
tuan jendral se luang itu ya waktunya?
Jendral
pangeran, jangan panggil saya tuan
Jendral
haihh saya tidak setua itu
Pangeran Mahkota
(menodongkan pedang)
Pangeran Mahkota
ingin bertarung?
dengan pencahayaan minim dari rembulan, keduanya bertarung di dalam kegelapan
Jendral
tuan pangeran masih terlalu muda, sangat mudah saya kalahkan
Pangeran Mahkota
ajari aku kalo gitu (menangkis pedang)
Jendral
pangeran mau? (bisik dari belakang)
Pangeran Mahkota
h,hah? kok dibelakang
Jendral
jangan lena (menempelkan pedang tepat dileher)
Pangeran Mahkota
a,aku kalah
Jendral
Iya, tuan pangeran bakal kalah kalo kaget begitu
Jendral
jangan kaget dan berbalik, dorong pedangnya menjauh dengan pedang
Jendral
pangeran mengerti? (bisik)
Pangeran Mahkota
(menjauhkan telinga)
Jendral
pangeran kecil sekarang sudah tumbuh dewasa ya
Pangeran Mahkota
tuan jendral tolong lepaskan saya
Jendral
tuan Pangeran bukan orang yang memandang seseorang kan?
Pangeran Mahkota
tidak, aku bahkan sayang anak anak pengemis
Jendral
bukan itu masalahnya
Jendral
saya suka pangeran (bisik)
Pangeran Mahkota
banyak yang menyukai ku
Pangeran Mahkota
tapi aku tidak dan tidak mau
Pangeran Mahkota
tentang itu, aku memandang seseorang
Pangeran Mahkota
kamu mimpi saja
Raja Na
kembali ke kamar, nak
Jendral
Raja Na... (membungkuk)
Pangeran Mahkota
iya ayah (pergi)
Raja Na
meninggalkan pekerjaan, berani mengganggu putra saya
flashback masih lanjut (ノ◕ヮ◕)☞*.✧
Maaf baru up... harusnya kemarin, tapi sibuk siapin buat graduation author 😿
Comments
Mavitton
nama gw😌
2023-11-25
1
LDKS OSIS, PK Raden Affan
Hah? Lena?
2023-07-16
1
rubyya_rraenwo
owh jdi gtuu, ternyata blas dendam krena keluarga dbnuh tah nanti nya?
2023-06-12
0