Chapter 20: Kedatangan Mantan Wazir yang Merusak Agrabah
Ava, Liam, dan Raja Kera melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat yang tinggi. Namun, tak lama setelah mereka meninggalkan desa terakhir yang mereka kunjungi, sebuah kabut hitam yang misterius tiba-tiba melingkupi langit. Angin berhembus dengan keras, membawa desingan aneh yang menggetarkan hati.
Tiba-tiba, dengan sorot mata yang dingin, sosok yang dikenal oleh Ava dan Liam muncul di hadapan mereka. Dia adalah mantan Wazir Agrabah, seorang penyihir jahat yang dulunya bertujuan merebut takhta Agrabah dan memperoleh kekuasaan absolut.
"Jadi kita bertemu lagi, Ava dan Liam," ucap mantan Wazir dengan suara yang penuh keangkuhan. "Aku melihat bahwa kalian masih berani berkeliaran di dunia ini, tetapi kali ini aku akan memastikan bahwa kalian berakhir dalam keputusasaan."
Dengan gerakan tangan yang cepat, mantan Wazir melepaskan serangkaian sihir gelap yang segera merusak lingkungan di sekitar mereka. Bangunan-bangunan mulai runtuh, pepohonan layu, dan tanah menjadi kering dan pecah-pecah. Kota Agrabah yang pernah indah kini berubah menjadi pemandangan yang suram.
Ava, Liam, dan Raja Kera menatap pemandangan yang memilukan di hadapan mereka. Mereka tahu bahwa mereka harus bertindak cepat untuk melawan sihir jahat mantan Wazir dan menyelamatkan Agrabah dari kehancuran.
Dengan keberanian dan tekad yang tak tergoyahkan, Ava dan Liam bersiap untuk melawan mantan Wazir. Mereka memanggil kekuatan sihir dan keahlian alam yang mereka pelajari selama petualangan mereka. Ava mengeluarkan mantra pelindung yang menghasilkan perisai energi, sementara Liam memanggil angin dan api untuk menghadapi serangan musuh.
Pertempuran pun dimulai, dan sihir-sihir yang terlibat menghasilkan ledakan energi yang mengguncang tanah. Ava dan Liam berjuang sekuat tenaga melawan serangan-serangan sihir yang tak terduga dari mantan Wazir. Mereka bergerak dengan cepat dan menghindari tipu muslihat yang ditampilkan oleh musuh mereka.
Namun, mantan Wazir terbukti sebagai lawan yang tangguh. Kekuatan sihirnya begitu kuat dan licik, sehingga Ava dan Liam terpaksa harus menggabungkan kekuatan mereka dengan Raja Kera untuk melawan musuh tersebut.
Raja Kera, dengan kecerdikan dan kekuatan fisiknya, mampu menghalau serangan-serangan mantan Wazir. Dia melompat dengan lincah dan menggunakan cakarnya yang tajam untuk membela Ava dan Liam. Melalui kerja sama tim yang tak terpisahkan, Ava, Liam, dan Raja Kera berhasil menahan serangan mantan Wazir dan menghadapinya dengan keberanian.
Saat pertempuran mencapai puncaknya, Ava melihat sebuah celah dalam pertahanan mantan Wazir. Dengan cepat, dia memanfaatkannya dan melemparkan bola cahaya yang berkilauan. Bola cahaya tersebut mengenai mantan Wazir, menyebabkan dia terdorong ke belakang.
Mantan Wazir terhuyung-huyung, tetapi dia tidak menyerah begitu saja. Dalam keputusasaan, dia mencoba mengeluarkan sihir terakhirnya untuk menghabisi Ava, Liam, dan Raja Kera. Namun, sebelum dia bisa melakukannya, sebuah cahaya yang cerah tiba-tiba muncul di langit.
Cahaya tersebut datang dari kalung permata yang Ava dan Liam peroleh dari toko kakek penjual barang kuno. Kalung itu memancarkan energi yang kuat dan mengepung mantan Wazir. Sihir jahatnya menjadi terkendali, dan mantan Wazir terjatuh ke tanah dalam keadaan melemah.
Ava, Liam, dan Raja Kera mendekati mantan Wazir yang tak berdaya. Mereka melihat penderitaan di matanya dan menyadari bahwa di balik kekejamannya, dia juga adalah korban dari kegelapan yang membutakan hatinya.
"Agrabah telah dijaga dengan keberanian dan cinta," kata Ava dengan suara tulus. "Kamu mungkin telah berusaha merusaknya, tetapi cinta dan persatuan penduduknya lebih kuat daripada sihir jahatmu."
Mantan Wazir menatap mereka dengan tatapan yang penuh penyesalan. "Kalian telah membuktikan bahwa cinta dan persahabatan adalah kekuatan yang tak tergoyahkan," ucapnya dengan suara yang lemah.
Dalam keadaan terikat, Ava dan Liam memilih untuk memberikan kesempatan pada mantan Wazir untuk menebus kesalahannya. Mereka menghilangkan ikatan sihirnya dan meninggalkannya di sana, dengan harapan bahwa dia akan menemukan jalan menuju cahaya dan memperbaiki kesalahannya.
Setelah pertarungan yang melelahkan, Ava, Liam, dan Raja Kera berjalan melintasi reruntuhan Agrabah yang hancur. Mereka tahu bahwa masih ada banyak perjalanan yang harus mereka lalui, tetapi mereka juga menyadari bahwa persahabatan dan cinta yang mereka miliki akan memandu mereka melalui setiap rintangan.
Dengan semangat yang tidak pernah padam, mereka melanjutkan petualangan mereka, menyelamatkan dunia satu langkah demi satu. Dan dalam hati mereka, mereka tahu bahwa dengan cinta, persahabatan, dan keberanian, mereka akan selalu menjadi penjaga yang tangguh dan pengawal kebaikan.
Akhirnya, mereka berjalan menuju matahari terbenam, dengan harapan baru dan tekad yang tak tergoyahkan. Petualangan mereka masih berlanjut, dan mereka siap menghadapinya dengan jiwa petualang yang tidak bisa dipadamkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments