Chapter 3: Pertemuan dengan Makhluk Ajaib
Setelah melepas kepergian Adhara, Ava memutuskan untuk melanjutkan petualangannya dan mengeksplorasi dunia sihir yang lebih luas. Dia memasuki hutan yang berbeda dari yang biasa ia kunjungi, mencari petunjuk tentang tempat-tempat yang menarik untuk dieksplorasi.
Setelah berjalan sekitar satu jam, Ava tiba di sebuah danau yang indah. Dia berdecak kagum melihat keindahan alam yang ada di depan matanya dan mulai berjalan menyusuri tepi danau. Saat Ava berjalan-jalan, tiba-tiba terdengar suara nyaring yang menyapa dirinya.
"Selamat datang, Ava," kata suara itu.
Ava terkejut dan membalikkan tubuhnya untuk mencari sumber suara. Namun, dia tidak melihat siapa pun di sekitarnya.
"Siapa yang berbicara?" tanya Ava, bingung.
"Di sini, di bawahmu," jawab suara itu.
Ava menundukkan kepala dan melihat ke bawah. Di sana, dia melihat seekor ikan yang berbicara padanya.
"Wow, ikan yang bisa berbicara! Aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata Ava.
"Iya, aku adalah ikan ajaib. Aku tinggal di danau ini dan menyapa semua makhluk yang melintas di sini," kata ikan itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Ava?" tanya ikan ajaib itu.
"Aku sedang mencari petualangan di dunia sihir," jawab Ava.
"Baiklah, aku bisa membantu kamu. Ada sebuah gua di pegunungan yang tersembunyi dan hanya bisa ditemukan oleh orang-orang tertentu. Di dalam gua itu terdapat benda-benda sihir yang sangat kuat. Namun, untuk mencapai gua tersebut, kamu harus melewati hutan yang penuh dengan bahaya," kata ikan ajaib itu.
"Terima kasih atas petunjukmu. Aku akan mencoba menemukan gua itu," kata Ava, berterima kasih.
Ava melanjutkan perjalanannya ke hutan, menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan makhluk ajaib lainnya untuk mencapai gua tersebut. Dia bertekad untuk menemukan makhluk ajaib tersebut dan meminta bantuan mereka dalam petualangannya selanjutnya.
Setelah melihat benda tersebut, Ava merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh. Dia pun mengajak temannya, Liam, untuk membantu memecahkan misteri ini.
Mereka mulai menyelidiki benda tersebut dan menemukan beberapa petunjuk menarik. Salah satunya adalah tulisan di bawah benda tersebut yang tertulis dalam bahasa kuno yang tidak familiar. Mereka pun berusaha untuk mencari tahu arti dari tulisan tersebut.
Setelah berusaha untuk memecahkan misteri selama beberapa waktu, akhirnya mereka menemukan bahwa benda tersebut adalah sebuah amulet yang dipercaya dapat memberikan kekuatan sihir yang luar biasa kepada pemiliknya. Namun, untuk mengaktifkan kekuatannya, pemilik amulet harus dapat menguasai beberapa elemen sihir yang sulit dikuasai.
Ava pun merasa tertantang dan bersemangat untuk mencoba menguasai kekuatan sihir dari amulet tersebut. Dia berlatih dengan gigih setiap harinya, dan akhirnya berhasil menguasai elemen sihir pertama yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kekuatan amulet tersebut.
Namun, saat Ava berhasil mengaktifkan kekuatan amulet, terjadi ledakan sihir yang kuat dan mengancam keselamatan mereka. Mereka pun berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan diri dari ledakan tersebut.
Setelah beberapa saat berlari, mereka berhenti dan melihat ke belakang. Mereka terkejut melihat bahwa tempat di mana mereka berada sekarang jauh berbeda dengan tempat sebelum ledakan terjadi. Mereka berada di sebuah hutan yang tidak dikenal dan terlihat sangat misterius.
Ava dan Liam merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, mereka tidak menyerah dan berusaha untuk menemukan cara untuk kembali ke dunia mereka yang sebenarnya. Petualangan mereka baru saja dimulai dan mereka harus berjuang untuk menghadapi berbagai macam rintangan yang menanti di depan.
Saat tiba di Desa Berangan, Ava merasa sedikit kecewa karena desa itu tidak seindah yang ia bayangkan. Bangunan-bangunan tua dan reot, serta jalanan yang berdebu membuat Ava merasa tidak nyaman. Namun, dia tidak menyerah dan tetap mencari tahu tentang keberadaan Makhluk Ajaib.
Ava mulai bertanya-tanya pada warga setempat, dan mereka memberitahunya bahwa Makhluk Ajaib yang paling sering terlihat di daerah itu adalah peri kecil bernama Tia. Dia sering terlihat di sungai dekat hutan. Ava merasa senang mendengar itu dan pergi ke sungai untuk mencari Tia.
Setelah beberapa waktu mencari, Ava menemukan Tia yang sedang bermain air di pinggir sungai. Tia sangat kecil, seukuran dengan kucing, dengan sayap kecil yang indah dan menakjubkan.
"Maaf mengganggu, Tia. Aku sedang mencari makhluk ajaib yang bisa membantuku dalam pencarianku," kata Ava dengan sopan.
Tia tersenyum dan berkata, "Aku bisa membantumu, Ava. Aku tahu banyak tentang makhluk ajaib di hutan ini. Namun, ada tugas yang harus kamu lakukan untukku terlebih dahulu."
Ava penasaran dan bertanya, "Apa itu tugasnya, Tia?"
"Di hutan, ada bunga ajaib yang sangat langka dan hanya mekar setiap 10 tahun sekali. Aku sangat ingin memiliki bunga itu, tapi aku tidak bisa pergi ke hutan karena terlalu berbahaya. Jika kamu berhasil membawakan bunga itu untukku, aku akan memberitahumu tentang makhluk ajaib yang kamu cari," jawab Tia.
Ava merasa sedikit keberatan karena tidak tahu apa-apa tentang bunga itu dan bagaimana menemukannya. Namun, dia memutuskan untuk mencoba dan berjanji akan kembali dengan bunga itu untuk Tia.
Ava pergi ke hutan dengan harapan menemukan bunga ajaib itu. Setelah berjalan beberapa saat, Ava menemukan sebuah hutan yang sangat indah dan berbeda dari hutan sebelumnya. Pohon-pohon besar dan rimbun, serta bunga-bunga indah dan berwarna-warni membuat Ava terkesima.
Setelah mencari bunga ajaib tersebut, Ava menemukannya di tengah hutan dan segera memetiknya. Namun, ketika dia akan pergi, tiba-tiba muncul seorang penyihir tua yang menghalanginya.
"Apa yang kamu lakukan di sini, manusia? Bunga itu adalah milikku," kata penyihir tua dengan suara keras.
Ava merasa ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, dia memutuskan untuk tetap tenang dan menjelaskan bahwa dia hanya mencari bunga itu untuk membantunya memenuhi tugas dari Tia.
Penyihir tua itu mendengarkan penjelasan Ava dan akhirnya setuju untuk memberikan bunga itu asalkan Ava berjanji untuk tidak mengganggunya lagi dan meninggalkan hutan secepat mungkin.
Ava merasa lega dan segera kembali.
Ava terus berlatih dengan tekun dan semakin ahli dalam menggunakan kekuatan sihir alamnya. Dia menghabiskan waktu luangnya dengan menjelajahi hutan dan mencoba hal-hal baru dengan sihirnya. Ava bahkan belajar membuat ramuan sihir untuk membantu mengobati luka-luka dan penyakit di antara penduduk hutan.
Suatu hari, ketika Ava sedang berjalan-jalan di sekitar hutan, dia menemukan sebuah gua yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Dia merasa penasaran dan memutuskan untuk menjelajahinya. Begitu masuk ke dalam gua, Ava merasakan aura sihir yang kuat dan menyadari bahwa gua itu penuh dengan batu kristal sihir.
Ava merasa terkagum-kagum dengan keindahan kristal-kristal itu dan memutuskan untuk mengumpulkan beberapa sebagai hadiah untuk para penduduk hutan. Namun, ketika dia mencoba untuk mengambil beberapa kristal, dia tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang di dalam gua.
Dia mendekat dengan hati-hati dan menemukan seorang penyihir tua yang sedang duduk di dekat dinding gua. "Siapa kamu?" tanya penyihir itu dengan suara serak.
"Aku Ava, seorang penjaga hutan dan seorang penyihir," jawab Ava dengan sopan.
"Ah, aku tahu siapa kamu. Aku telah lama menunggumu," kata si penyihir dengan senyum tipis di bibirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Ava bingung.
"Penduduk hutan telah memberitahuku tentangmu dan kekuatan sihirmu. Aku membutuhkan bantuanmu untuk melakukan misi yang sangat penting," kata si penyihir dengan serius.
Ava merasa penasaran dan memutuskan untuk mendengarkan lebih lanjut tentang misi itu. Si penyihir menjelaskan bahwa ada sekelompok penyihir jahat yang mencoba untuk membangkitkan seorang raja iblis yang kuat yang telah ditaklukkan oleh para penyihir ratusan tahun yang lalu. Raja iblis itu memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat menghancurkan seluruh dunia sihir.
Si penyihir tua itu meminta bantuan Ava untuk membantu memburu penyihir jahat itu dan menghentikan mereka sebelum terlambat. Ava merasa terkejut dan takut, tetapi dia juga merasa bertanggung jawab untuk melindungi hutan dan dunia sihir dari bahaya.
Dia menerima tugas itu dan bersiap-siap untuk perjalanan yang berbahaya dan penuh petualangan. Ava tahu bahwa dia harus mempersiapkan dirinya secara mental dan fisik untuk menghadapi musuh yang kuat dan jahat. Dia mengambil beberapa kristal sihir sebagai persediaan dan meninggalkan gua itu dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.
Ava melanjutkan perjalanannya, berpikir tentang tugas yang dihadapinya dan menyesal tidak meminta bantuan Adhara. Namun, dia tahu bahwa dia harus menghadapi tantangan ini sendirian dan terus berusaha untuk menjadi lebih kuat. Ava berjalan melalui hutan menuju perkemahan penyihir lain yang dapat membantunya dalam misi tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments