Keisya pun keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk makan siang bersama keluarganya..
"ayo sya makan,lama banget sih ayah udah nungguin tuh dari tadi,kasian cacingnya udah keroncongan terus" ujar bunda...
"eh mana ada,jangan ngada ngada deh bun" jawab ayah..
*krucukkrucukkrucuk*.
"hahaha baru diomongin,eh bunya lagi kan jadi ketahuan tuh yahh " ujar keisya sambil tertawa.
"hahahaha" suara tertawa bunda dan keisya bersamaan.
"hehehehe,,iya iyaa ayah ngaku,ayah emng udah laper banget,makanya buruan ah makan" ujar ayah..
"iya iya,lagian ayah kalo laper ngga usah nungguin keisya kali,,kan ayah bisa makan duluan bareng bunda" ujar keisya..
"eh no no no,prinsip keluarga kita kan selagi orang rumah lagi Dirumah ya harus makan bareng bareng.terkecuali kalo lagi ngga bisa" ujar ayah bunda bersamaan.
"iya iya deh" jawab keisya..
obrolan mereka pun terhenti dan hanya terdengar dentingan sendok beradu dengan piring...
setelah selsai makan,,akhirnya kami pun berkumpul diruang tamu,menonton tv sambil berbicara ngalor ngidul..
"hmm yah tadi katanya ayah mau ngomong sesuatu" ujar keisya..
"hmm iya jadi gini syaa,maaf sebelumya,,ayah tau keisya pasti ngga akan mau nerima ini semua" ujar ayah..
"apa sih yahh,jangan bikin keisya penasaran deh,lagian ayah dan bunda tau dari mana kalo misalkan keiysa mau ataupun ngga mau orang keisya aja belum tau apa apa" ujar keisya..
"tapi ayah mohon kamu jangan marah dan salah paham sama kami ya syaa" ujar bunda..
keisya pun menganggukkan kepala tanda setuju.
"jadi gini syaa,,kamu inget kan dulu perusahaan ayah pernah hampir bangkrut bahkan sudah sangat sangat parah kondisinya" ujar bunda.
"iya bun,keisya ingett banget lah" jawab keisya..
"iyaa pasti kamu inget ya syaa kan kamu juga udah umur 7 tahun" ujar bunda.
"jadi gini syaa waktu itu ada orang yang menolong perusahaan ayah sampai bener bener perusahaan ayah tertolong bahkan sampai bisa bertahan hingga sekarang,temen ayah itu namanya pak Aditya,Maka dari situlah ayah dan pak Aditya berteman dan bahkan berniat menjodohkan kamu dengan putra Pak Aditya." ujar bunda lagi..
"wait wait gimana bun,,kog jadinya aku sih" jawab keisya..
"bentar sya,,kamu jangan salah paham dulu,bunda dan ayah terpaksa harus menerima nya sya,krna ayah dan bunda ngga tau harus gimana lagi,kalo pun harus mengganti kami harus cari kemana lagi sya,bahkan dengan menjual semua aset kita pun ngga akan mampu menutupi." ujar ayah...
"tapi yah,gimana nanti sekolah keisya,masa depan keisya,keisya juga ngga mau nikah muda" jawab keiysa sambil menangis sesenggukan.
"soal itu nanti bisa kita bicarakan sya dengan mereka,toh mereka juga hanya mau tunangan dulu bukan nikah langsung" ujar ayah..
"biar keisya pikirkan dulu yah" jawab keisya sembari berlalu ke kamar nya.
"ayah harap kamu mau membantu ayah sya,,cuma kamu harapan ayah" ujar ayah dengan nada lirih tapi tetep bisa didenger keisya..
**ya tuhaannn gimana ini,,apa aku sanggup menjalani semua ini,tapi aku juga ngga mau mengecewakan ayah bunda*batin keisya*...
waktu pun berlalu....
seminggu kemudian......
"yahh ada yang mau keisya bicarakan" ujar keiysa.
"iya ada apa syaa,sini duduk samping ayah" ujar ayah.
"hmm ini soal waktu itu yah,keisya udah pikirin mateng mateng dan keisya siap kalo memang harus dijodohkan dengan putra pak aditya,tapi keisya akan ada beberapa permintaan yang akan keisya ajukan ke keluarga pak aditya" ujar keisya..
"benarkah sya,ya tentu kamu bisa diskusikan dengan mereka,,ayah juga minta maaf ya sya bukan maksud ayah begini ke kamu,tapi ayah juga ngga tau harus gimana lagi " ujar ayah dengan mata berkaca kaca.
"iya gpp yah,mungkin ini memang takdir keisya,keisya gpp kog yahh,ayah jangan merasa bersalah gitu" ujar keiysa .
ayah pun memeluk keisya dengan air mata yang kembali menetes.tiba tiba bunda datang dengan membawa nampan...
"wah wah ada apa nih,kog berpelukan kaya teletubbies bunda ngga diajak sih,bunda marah ahh"ujar bunda dengan nada bercanda..
" eh bunda,,hehe ga ada apa apa kog bunda,ya kan yahh"ujar keisya. .
"iya bunda,,hmm ini keisya katanya mau bun menerima perjodohan itu" ujar ayah..
"apa kamu yakin sya,bunda ngga mau kamu terpaksa sya,,bunda lebih baik kita kembali susah dari pada harus melihat kamu menanggung semua ini" ujar bunda..
"aishh bunda apa apan sih..keisya ga pa pa kog bun,insya allah keisya siap," ujar keisya..
akhirnya mereka bertiga pun berpelukan dengan air mata yang sama sama menetes....
...terus dukung author ya guys biar author tambah semangatr..jangan lupa vote,like,komentar dan share...lopyouu tomattt sekebonn 🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments