Suara tembakan sangat nyaring di dalam gedung itu
Semua tamu sudah di ungsikan agar tak banyak korban nyang berjatuhan
" lo pekek celana panjang kan dalam gaun itu kan" tanya aron pada anaya
" iya" ucap anaya
Aron langsung merobek gaun yang indah dan panjang itu menjadi selutut
" kok di sobek gaun ya" tanya anaya
" biar lo bisa gerak cepat" ucap aron
sambil mengamati pergerakan musuh nya
Dor...
Tembakan mengenai tembok samping kepala anaya
" Allah huakbar " ucap anaya yang ter kejut
" sial lo beneran cari mati " ucap aron pada musuh nya
Dor... Dor...
Aron menembak ke arah musuh nya satu tembakan mengenai musuh nya dan satu lagi kabur
" bos sebaik nya bos , naya dan om rozi cepat meninggalkan tempat ini, biar kami yang mengatasi di sini" ucap billi menghampiri aron dan anaya yang bersembunyi di balik kursi pelaminan yang di balik
" baik lah apa mobil nya sudah di siap kan"tanya aron
" sudah bos dan om rozi juga sudah di sana bersama sean" ucap billi
" baik lah lo hati hati jangan sampai terluka dan ingat cari tau siapa dalang dari semua kekacauan ini" ucap aron
" baik bos" ucap billi
Aron dan anaya langsung meninggal kan gedung itu mereka menuju kemobil yang telah di siakan billi dan sean
" ayo bos silahkan masuk di dalam sudah ada om ozi" ucap sean
aron dan anaya pun memasuki mobil terlihat ada papa rozi yang terluka lengan nya akibat terkena tembakan
" papa papa gak papa" tanya aron yang melihat tangan sang ayah berdarah
" papa gak papa " ucap sang papa
" gak papa gi mana , sean bagai mana kamu menjaga papa ku bisa sampai seperti ini" ucap aron
" ma'f bos saya lalai dalam menjaga om rozi" ucap sean
" ini bukan salah sean ron ini kesalahan papa yang tidak menuruti perkataan mereka" ucap sang papa
" sini pa anaya obati luka papa ada kotak P3K gak" ucap anaya
" ada sebentar aku cari kan " ucap sean yang mencari kotak P3K di dalam mobil nya
" ini " ucap sean yang memberikan kotak P3K ke anaya
" kalian langsung pulang aja sean kamu kawal mereka sampai rumah aku akan membantu billi di dalam" ucap aron
" baik bos" ucap sean
" pa papa sama naya pulang aja dulu aron akan membantu billi " ucap aron pada sang papa
" iya hati hati " ucap papa rozi
Aron hanya ngenganggukan kepala dan hendak pergi namun di tahan oleh anaya
" hati hati mas " ucap anaya pada aron
" hem" ucap aron yang langsung meninggalkan mobil itu
" kamu yang sabar ya nay menghadapi aron dia memang begitu tapi dia asli nya penyayang kok" ucap papa rozi
" iya pa " ucap anaya yang sambil mengobati luka sang mertua
Mobil pun berjala menuju rumah aron sepanjang perjalanan anaya sangat mencemaskan sang suami
" kamu gak usah khawatir nay aron pasti akan baik baik saja dia nanti pasti pulang kok" ucap papa rozi menenangkan anaya
" iya pa" ucap anaya
setiba di kediaman aron anaya pun membantu mertuanya untuk turun dari mobil
" om aku udah manggil dokter buat nyabut peluru di lengan om " ucap sean saat mereka sudah di dalam rumah aron
" terimakasih sean " ucap papa rozi
" iya om sama sama kalau begitu aku tinggal dulu ya om aku mau bantu arn dan billi" ucap sean
" baik lah hati hati di jalan sean setelah urusan kalian selesai segera lah pulang ke sini" ucap papa rozi
" baik om kalau begitu aku permisi dulu ya om, nay gue titip om rozi sama lo ya nanti akan ada dokter yang ngobatin om rozi " ucap sean
" iya hati hati di jalan dan tolong lindungi mas aron pastikan dia idak kenapa napa" ucap anaya
" baik lah kalu gitu aku permisi dulu" ucap sean yang langsung meninggalkan anaya dan papa rozi
Tak lama setelah sean pergi datang lah dokter untuk mengobati papa rozi
Papa rzi mendapat penanganan dari dokter , setelah selesai mengobati papa rozi pun memberikan beberapa obat dan dokter tersebut langsung meniggalkan kediaman aron
" pa papa minum obat dulu ya" ucap anaya yang membawa obat dan ari minum untuk sang mertua
" terimakasih nay , oh ya mulai sekarang kamu tidur di kamar di kamar aron barang barang kmu juga sudah di pindah kan di kamar aron semua sama siti" ucap sang papa sambil meminum obat yang anaya berikan
" baik pa alau begitu naya mau ke kamar dulu ya pa" ucap anaya
" iya " ucap sang papa rozi
Anaya pun meninggal kamn kamar mertuanya iya menuju kamar aron yang ter letak samping kamar nya yang dulu
Naya memasuki kamar aron
" wangi banget sih kamar suami ku ini" ucap anaya sendiri
" aku mandi dulu ah setelah itu shalat " ucap anaya yang segera masuk ke kamar mandi untuk membersih kan diri
Setelah anaya membersihkan diri iya keluar dari kamar mandi iya lang dung mengenakan pakainyan nya iya juga segera melaksanakan shalat
anaya mendoakan akan keselamatan suami nya setelah shalat anaya merasa kelelahan iya pun tertidur di atas kasur
Tak lama aron yang baru pulang iya langsung menuju ke kamar sang ayah ternyata sang ayah sudah tertidur
Iya bergegas menuju kmar nya iya kaget saat mendapati anaya yang sedang tidur pulas di atas kasur ny
" enak banget ni manusi satu in tidur di kasur gue lagi" ucap aron yang langsungmenarik anaya hingga anaya terjatuh dari atas kasur
" ah mas aron kenapa naya di tarik " tanya anaya bingung
" siapa yang suru lo tidur di atas kasur gue' bentak aron
" papa tadi yang nyuru aku buat tidur di sini" ucap anaya sambil menunduk kan kepala nya
" gue gak sudi tidur sama lo " uap aron yang langsung meningalkan anaya ke kamar mandi
anay bingung iya harus tidur di mana tidak mungkin kan kalau dia tidur di kamar sebelah iya takut nanti akan ketahuan oleh mertuanya kalau dia dan aron tak tidur satu kamar
Anaya memutuskan untuk menunggu aron keluar dari kamar mandi iya ingin mendiskusikan nya dengan aron
cekerek..
Pintu kamar mandi terbuka
" kenapa lo masih di sini sialan" bentak aron
" aaku bingung kalau aku pindah kamar takut papa tau kalau kita tidak tidur satu kaar" ucap anaya
" baik la lo bolh tidur di kamar gue tapi lo jangan tidur di atas kasur gue" ucap aronyang langsung menuju ke ruang ganti baju
Anaya pun segera tiduran di sofa panjang yang ada di kamar aron
" siapa suru lo tidur di sofa gue " ucap aron
" terus aku tidur di mana"tanya anaya
" tu di lantai" ucap aron sambil menujuk ke lantai
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Helen Nirawan
ini naya tggl di belahan bumi mana seh , heran , desa bkn brarti oon apa2 gk tau , lu bkn tggl di hutan , apa2 gk ngerti ,lu kan bkn anak balita
2025-03-30
0
Rini Shop
astagfirulloh si Aron sangu garing dasar
2024-06-24
0
Ari Ani
kasian kali naya
2024-05-10
0