Menyesal kah?

Happy Reading.

Revan mengusap wajahnya yang berkeringat, dia benar-benar tidak menyangka jika Bella berucap seperti itu.

"Bella, jangan berpikir yang tidak-tidak, meskipun aku sering bersama Viona, tapi aku juga tidak bertindak di luar batas, masih dalam tahap yang wajar," Revan sedikit membela diri.

Ya, meskipun dia akui kalau dia tidak pernah make love, tapi kalau make out tentu saja pernah mereka lakukan.

Bella mencebik, tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Revan, pun apa yang dilakukan bersama kekasihnya, bukankah itu sudah tertera di perjanjian pernikahan jika mereka tidak boleh mengurusi satu sama lain.

Bella juga berusaha menampik semua rasa sakit hati ataupun cemburu karena memang sejak awal dia sudah menjalankan apa yang diinginkan oleh Revan.

Meskipun begitu, Bella masih punya sisi hati yang baik ketika melihat Revan sakit seperti ini.

"Terserah aku gak peduli, mau kamu kelonan tiap hari sama Kekasih mu, aku juga gak berhak marah 'kan?" Bella hanya berucap yang sebenarnya.

Rahang Revan mengeras, entah kenapa dia tidak suka ucapan Bella yang terlalu biasa saja menanggapi hubungan Revan dengan kekasihnya.

'Seharusnya kamu cemburu, apa kamu beneran gak punya hati untukku?' batin Revan.

Revan mengambil tangan Bella dan mengecupnya berkali-kali. "Sekarang aku gak peduli sama Viona, kamu tenang aja, hanya kamu yang aku peduliin!"

Sekali lagi Bella hanya mengedikkan bahu acuh.

Wanita itu mengambil ponsel di dalam tas dan mengetikkan pesan untuk Jessy, pegawai sekaligus sahabat nya.

Hari ini Bella tidak bisa pergi ke butik karena Revan tidak mau ditinggal olehnya. Dia hanya menyuruh pegawai nya untuk meneruskan pesanan gaun pengantin yang sudah hampir jadi itu.

"Kirim pesan sama siapa?" tanya Revan merasa tidak suka dengan acuhnya Bella.

"Sama temen di butik, kamu gak mau aku kerja, ya udah aku nyuruh temen buat terusin pekerjaan ku," jawab Bella.

Jawaban Bella membuat Revan lega.

Pria itu masih bermanja-manja tidur di pangkuan sang istri, dia ingin bisa selalu dekat dengan istri kontraknya itu. Rasanya benih-benih asmara sedang bermekaran di hatinya.

Padahal selama ini Revan memang lebih sering pergi ke luar negeri untuk mengurus perusahaannya yang ada di sana. Jadi interaksi bersama Bella sangatlah sedikit. Bella juga lebih sering sibuk dengan pekerjaannya sebagai desainer yang mulai melejit karena rancangan nya banyak disukai.

Jiwa pekerja yang dimiliki Bella seperti sudah mendarah daging dan tidak bisa terbantahkan lagi, siapa yang tidak mengenal Bella sebagai salah satu designer terkenal di kota Jakarta.

"Revan, aku bikinin bubur dulu, ya? kalau kamu gak mau makan, gimana bisa sembuh?" ucap Bella.

"Aku gak mau makan, aku maunya kamu tetap di sini aja, biar kita bisa peluk-pelukan dengan puas," mulai deh ketengilan Revan yang memang selalu membuat Bella kesal.

Bella menjitak kepala sang suami yang sudah mulai oleng otaknya.

"Aduh jangan dijitak dong, kepalaku tambah sakit nih!" seru Revan mengelus kepala.

"Siapa suruh suka bicara ngawur kaya gitu!"

"Eh, tapikan aku ini suamimu, masa gak boleh godain istrinya sendiri," ucap Revan yang mendapatkan jeweran di telinganya.

"Hei ingat kontrak perjanjian kita, bukankah kamu sendiri yang bikin surat perjanjian itu, dilarang mencampuri urusan masing-masing, tidur di kamar terpisah dan bebas mempunyai pacar dan tidak ada kontak fisik, la ini kenapa kamu malah suka banget tidur di pangkuanku?" jawab Bella kesal.

"Tapi kan masalah goda menggoda tidak tertulis di situ Bella," jawab Revan mencubit hidung istrinya.

"Ya tapi kan kita sudah sepakat tidak boleh baper dan memakai perasaan, ingat Revan kalau kamu berhasil menggodaku, aku pastikan kamu gak akan bisa move on dan kecanduan sama perhatianku ini," ucap Bella tersenyum menyeringai.

Revan mengangkat kepalanya dari pangkuan sang istri, pria itu duduk menghadap ke arah Bella, tangannya terangkat menyentuh pipi chubby gadis cantik itu.

"Seperti apa sih rasanya digodain oleh istri sendiri? Aku mau coba dong, ayo cepat godai aku dan kasih perhatian ke aku," tanya Revan masih membelai pipi istrinya.

Jantung Bella berdebar kencang saat ini, apalagi melihat tatapan Revan yang terlihat tulus, jujur sentuhan Revan bisa membuatnya merasakan seperti tersengat aliran listrik yang langsung menjalar ke bagian seluruh tubuhnya.

Revan memang sangat jago membuat para wanita bertekuk lutut dibuatnya. Seakan seperti sudah terlahir menjadi pria yang bisa selalu membuat kaum hawa terbuai. Selain tampan pria itu juga memiliki sejuta pesona.

Perlahan Revan mendekat kan bibir nya ke arah bibir pink Bella, tapi saat Revan akan mencium bibir sang istri, Bella memalingkan wajahnya. Alhasil hanya pipinya yang terkena ciuman dari Revan.

"Revan, stop! dilarang mencium ku! Aku gak mau kamu cium ya," seru Bella menjauhkan wajahnya dari Revan.

"Kenapa, hmm? kamu kan istri ku? Kenapa aku tidak boleh mencium istriku sendiri?"

"Ingat Revan, aku menjadi istrimu hanya tinggal empat bulan lagi, dan setelah itu kita harus bercerai, jadi tidak usah melakukan hal-hal yang aneh-aneh seperti ini, lebih baik kita bersikap biasa saja seperti biasanya, oke!" jawab Bella berusaha tenang.

Sejujurnya Bella juga hampir terbuai dengan sentuhan dari sang suami, tapi dia ingat dengan kontrak perjanjian pernikahan mereka yang hanya tinggal empat bulan dari sekarang. Bella tidak ingin sikap Revan ini membuat pertahanan hatinya goyah.

Revan sedikit terkejut ketika mengingat bahwa pernikahan mereka memang tinggal menghitung bulan.

'Kenapa semuanya jadi seperti ini? wanita yang dulu tidak ku sukai semakin terlihat menarik setiap harinya. Bahkan aku selalu kangen sama dia sewaktu di Amerika!!'

Bersambung.

*

*

*

Aku ada rekomendasi keren banget karya Author Eka Pradita

One Night Destiny

Eka Pradita

Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang kejam hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.

Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.

Terpopuler

Comments

Alivaaaa

Alivaaaa

hahaha kasihan deh kamu Revan 😜😜😂😂😂

2023-01-07

0

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

kan..rwvan yg melanggar dluan...
jgn langsung d terima bel sblum revan hpus pjnjian itu n harus ptus ama pcrny dlu...
biar dia tersiksa dlu...

2022-12-26

0

Tari Gan

Tari Gan

bak simalakama kamu Revan

2022-12-24

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!