Pacar Suami

Happy Reading.

Revan merasakan getaran ponsel yang berada di sakunya, pria itu mengambil ponsel tersebut dan melihat pesan dari istrinya.

'Kapan kamu transfer uangnya?? awas kalau bohong, jangan salahkan aku kalau kekasih mu itu akan di buang oleh keluarga Alfredo!'

Revan mengepalkan kedua tangannya, emosinya sudah mencuat karena pesan dari Bella, ternyata istrinya itu benar-benar wanita yang pemberani.

Ting!

Satu pesan lagi dari Bella.

'Bukankah Ayahmu sudah memberikan warisan itu tiga hari setelah kita menikah, jadi tunggu apalagi, cepat transfer sekarang!'

"Sayang, ada apa?" Revan menoleh menatap Viona terkejut.

"Nggak apa-apa, aku ke kamar mandi dulu ya," Viona mengangguk.

Kemudian Revan segera berjalan ke arah kamar mandi.

Pria itu menelepon asisten pribadinya dan menyuruhnya segera mentransfer uang 1 triliun ke rekening Bella.

'Sudah aku kirim, dasar cewek matre!!'

Revan kesal sendiri dengan ulah Bella yang terkesan ingin segera mendapatkan uang itu, meskipun dia tahu kalau jumlah segitu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan warisan dari Ayahnya.

Bella tersenyum melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya, ternyata pria itu sangat takut jika kekasih nya di buang oleh Ayah mertuanya.

"Cih, dasar pengecut!"

Bela tersenyum sinis, memangnya cuma kekasihnya Revan yang bisa bersenang-senang dengan uang suaminya. Dia juga bisa berfoya-foya di atas kesenangan orang lain.

****

Sikap cuek dan dingin selalu diperlihatkan Bella terhadap Revan, bahkan Bella lebih sering tidur di butik karena memang pekerjaan nya yang begitu banyak.

Setelah itu mereka menjalani kehidupan masing-masing tanpa harus saling mengurusi. Revan setiap hari melihat sikap dingin Bella, entah kenapa hatinya merasa tidak terima. Mungkinkah Bella memang tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya.

Hari-hari terus berlanjut, Revan mulai memperhatikan Bella yang sebenarnya sangat cantik itu, sikap Bella yang acuh membuatnya semakin penasaran.

Malam itu Revan mengajak kekasihnya pulang ke rumah. Sebenarnya itu hanyalah ide dia untuk mengetahui bagaimana perasaan Bella terhadapnya. Revan ingin tahu apakah Bella akan marah dan cemburu atau tidak.

"Ayo sayang, kita masuk dulu ke rumah," Revan mengajak sang kekasihnya masuk ke dalam.

"Sayang, aku haus," ucap kekasih Revan dengan manja.

"Aku ambilkan minum dulu ya, kamu duduk di sini dulu," jawab Revan menyuruh kekasihnya duduk di sofa ruang tamu.

Pada saat Revan sedang ke dapur untuk mengambilkan minuman untuk kekasihnya tiba-tiba Bella turun dari lantai atas dan melirik seorang wanita seksi yang sedang menatapnya itu.

"Bella, besok aku akan ke luar Negeri bersama Viona, jadi kamu gak usah nyariin aku," ucap Revan yang datang dari arah dapur.

"Ya terserah kamu, gak pamitan juga gak apa-apa kok, lagian siapa juga yang akan nyariin," jawab Bella ketus.

"Ya siapa tahu nanti Mama dan Papa datang ke sini dan mencari ku, kalau aku gak berpamitan sama kamu, nanti kalau mereka nanya, kamu akan jawab apa?"

"Iya-iya aku paham kok, udah sana minggir, aku mau ke dapur!" seru Bella melewati Revan.

"Dasar gadis bar-bar!" gerutu Revan.

Tapi sebenarnya dalam hati Revan bertanya-tanya, kenapa sikap Bella biasa saja melihat Viona ada di situ.

"Sayang, siapa sih wanita itu?" tanya kekasih Revan yang bernama Viona itu.

"Dia Bella, istri kontrakku, tapi di antara kita tidak ada perasaan apa-apa sayang, yang aku cintai hanya kamu seorang," jawab Revan sedikit keras, agar Bella mendengarnya.

Viona hanya mengangguk karena dia juga sudah tahu tentang pernikahan Revan yang hanyalah pernikahan kontrak.

Namun Viona tidak tahu jika ada syarat 1 triliun itu. Mungkin kalau tahu wanita itu pasti tidak akan terima begitu saja.

"Besok kita jadi ke Amerika 'kan?" tanya Viona.

Revan memang mempunyai keluarga di Amerika, Mama Revan berasal dari Amerika dan Papanya asli orang Indonesia.

Wajah tampannya perpaduan antara Indonesia dan bule Amerika membuat Revan selalu dipuja kaum hawa. Tapi tidak dengan Bella sang istri, sepertinya Bella memang tidak menyukainya sama sekali.

"Iya sayang," Revan duduk di samping Viona dan memberikan jus yang ia ambil tadi.

Akhirnya hari-hari Bella dilalui dengan kesibukannya sebagai desainer, gadis itu sama sekali tidak peduli dengan statusnya yang sudah menjadi seorang istri.

"Kenapa juga harus peduli, Revan aja gak pernah peduli sama kamu kok," gumam Bella saat melihat kepergian suaminya bersama kekasihnya.

Bella hanya menghela napas. Sedangkan Revan merasa tidak suka saat melihat Bella yang sama sekali tidak peduli itu. Seharusnya Bella menampar atau memukulnya, tapi kenyataannya istrinya itu sama sekali tidak peduli.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

aku suka baca gaya Bella, keren ngapain harus ribet di atas kertas kamu menang banyak Bella, ngk di jamah ngk rugi tetap ori, suami bego di jadi in. mesin ATM sm viona. udh bolong pula 😡

2025-03-07

4

Anonymous

Anonymous

kubaru baca thor...udah byk novel dg tema yg sama...tp sptnya yg ini agak laen...syuka style nya Bela

2025-03-10

0

fsf

fsf

suka sama karakter Bella ngak lemah 👍

2025-03-29

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!