Orlan pun melihatnya lagi disaat hans menggandeng tangan Wulan "caper banget tuh anak" ucap orlan yang merasa kesal dengan hans.
semua siswa berkumpul membentuk lingkaran untuk mendengarkan pembentukan tim untuk mencari kayu bakar dan air untuk keperluan nanti.
setelah semua siswa sudah membentuk tim tersisa 5 anak yaitu hans, orlan, Bastian,wulan dan umi.
"hey kalian ber lima jadi tim ya soalnya semua siswa udah terbentuk sisanya tinggal kalian ber lima"tanya bu rindi
"hah.."wulan pun seketika terkaget ternyata satu tim dengan orlan dan hans
"iyh buu"ucap umi sambil tersenyum manis
"kenapa Wulan kamu keberatan?"ucap bu rindi yang kebingungan kenapa wulan berteriak
"ehh,enggak bu iyh hehe"jawab wulan dengan tersenyum kecil
"karna semuanya sudah terbentuk tim mulai sekarang kalian boleh ber pencar untuk mencari kayu bakar dan airnya,selalu ingat jangan terlalu jauh dari tempat kemping kita oke?"ucap pak ogi yang menyuruh semua siswa untuk mencari kayu bakar dan air di sungai
"siap pak"ucap semua siswa dengan bersamaan langsung bubar berpencar untuk mencari kayu dan air
"kenapa kita satu tim sama orlan dan hans ya"tanya wulan ke umi dengan pelan
"emangnya kenapa lan,kok kamu kaya gak suka satu tim bareng kak orlan dan ka hans sama ka Bastian kan dia ganteng semua hehe"jawab umi yang bahagia karna satu tim dengan orlan
"ahh kamu mah mikirnya yang ganteng mulu"ucap wulan dengan wajah kesal
orlan pun langsung menggandeng tangan wulan untuk mengajaknya pergi mencari kayu bakar.
"eh ka orlan kita mau kemana?tanya wulan yang kebingungan tiba tiba orlan menggandeng tangan wulan.
"cari kayu bakar lah kan tadi pak ogi udah bilang"jawab orlan ke wulan untuk mejelaskan mengapa dia menggandengnya.
"umiii sini ikuttt aku"ucap wulan yang berteriak untuk mengajak umi agar mengikutinya
"tunggu lann sebentar"jawab umi yang ingin memberitahukan ke bastian dan hans
"ka Bastian dan ka hans kalian berdua cari air ya biar nanti aku,wulan sama ka orlan yang cari kayunya"ucap umi yang menyuruh Bastian dan hans untuk mencari air di sungai
"okeee mi"jawab Bastian dan hans dengan bersamaan.
umi langsung bergegas untuk mengejar Wulan yang sedang di bawa pergi oleh orlan untuk mencari kayu kabar.
"kak orlan kita mau cari kayu kabar dimana" ucap wulan sambil melepaskan tangannya yang di gandeng oleh orlan.
"kemana aja sambil jalan kalo ada kayu ambil aja"jawab orlan yang sedang melihat lihat sekeliling hutan untuk mencari kayu.
"itu ka kayu" ucap wulan langsung ber lari untuk mengambil kayu bakar.
disaat Wulan berlari tidak sengaja wulan menginjak akar kayu yang menghalangi Wulan yang sedang ber lari lalu terjatuh.
"awww,"teriak wulan yang ke sakitan
orlan yang sedang melihat sekeliling hutan sambil mencari kayu bakar langsung sontak melihat wulan yang terjatuh sambil ber lari ke arah wulan untuk menolongnya.
"kamu gapapa?"tanya orlan sambil memegang tangan Wulan untuk memastikan ada luka atau gak
"gapapa kok ka cuma sedikit sakit aja"jawab wulan yang kesakitan.
orlan melihat ada luka di tangan Wulan langsung mengambil kotak yang berisi obat di tasnya dan mengambil kain untuk mengikat di tangan Wulan yang luka itu.
"cieee mesra banget sih kalian"ucap umi yang mengira orlan dan wulan sedang ber mesraan.
"apaan sih mi"ucap wulan sambil melepaskan tangan orlan yang sedang mengobati tangannya Wulan.
"sini dulu ini belum kelar"ucap orlan yang menarik tangan Wulan karna belum selesai orlan mengikat tangan Wulan menggunakan kain untuk menutupi lukanya agar darahnya tidak keluar terus.
"eh itu kamu kenapa lan berdarah gitu pasti gara gara ka orlan yah ka orlan apain temen aku sampe luka gitu"ucap umi yang gak tau kalau wulan jatuh dan menuduh orlan yang melukai wulan.
"apa sih mi kamu ini aku jatuh tadi terus ka orlan nolongin aku"jawab wulan yang menatap umi.
"hah,kok jatuh sih kenapa?,tanya umi yang kebingungan kenapa wulan bisa jatuh.
"iya tadi aku kesandung akar pohon yang gede itu aku lagi lari gak liat terus kesandung jatuh"jawab wulan yang sedang menjelaskan ke umi kenapa bisa jatuh.
"terus gimana ada luka yang lain gak,gak ada kan?"tanya umi lagi yang memastikan lukanya ada lagi gak.
"gak ada sih cuma ini doang udah gw cek tadi"jawab orlan sambil mengambil kayu yang tidak jadi diambil Wulan tadi karna jatuh.
"yaudah yuk lanjut lagi"ucap umi yang mengajak orlan dan wulan melanjutkan untuk mencari kayu lagi.
"yuk, kamu Wulan gimana bisa berdiri gak?"tanya orlan yang memegang tangan wulan mau membantu untuk berdiri.
"bisa kok ka"ucap wulan yang mencoba untuk berdiri sendiri.
beberapa jam kemudian setelah sudah mendapatkan banyak kayu bakar wulan orlan dan umi bergegas untuk mencari Bastian dan hans yang sedang mencari air di sungai.
"ka orlan sini aku bantuin bawa kayunya"ucap wulan yang melihat wajah orlan yang kecapean membawa kayu kesendirian.
"gausah biar aku aj"ucap orlan yang tidak mau di bantu oleh Wulan
"kamu jangan bawa kayu Wulan kamu kan lagi sakit tangannya sini biar aku aja kak orlan yang bawain"ucap umi yang ingin menggantikan wulan untuk membantu orlan membawa kayu bakar.
"gak perlu biar aku aja kalian kan udah bantu cari kayunya pasti udah cape"ucap orlan yang kasian melihat wulan dan umi sudah kecapean.
"tapi kan"
"udah ayo jalan cari bas sama hans udan mau malam nih"ucap orlan yang memotonng wulan sedang ngomong
sesudah muter muter mencari Bastian dan hans yang lagi mencari air di sungai akhirnya wulan orlan dan umi melihat Bastian dan hans yang sedang mengambil air di sungai.
"itu kak bastian"ucap wulan yang melihat Bastian dan hans yang sedang mengambil air.
"yuk kesana"ucap umi sambil berjalan ke arah Bastian dan hans.
"kak bas udah belum ambil airnya"tanya wulan yang melihat bas dan hans masih mengambil air.
"eh Wulan udah nih tinggal 3 ember lagi"jawab Bastian sambil mengambil air
"tapi kayaknya ini yang angkat harus bertiga deh soalnya berat"ucap hans yang sedang kesusahan dengan Bastian.
"yaudah biar aku bantuin sini"ucap orlan yang mau membantu Bastian dan hans.
"terus kayunya gimana kak"jawab umi yang kebingungan kayunya karna yang bawa orlan.
"sini kak orlan biar aku sama umi yang bawain ke tenda"ucap wulan sambil meminta kayunya dari orlan
"tapi kamu gapapa?kan kamu lagi sakit tangannya?"tanya orlan yang takut Wulan kenapa².
"ciee perhatian banget kak orlan sama Wulan "ucap umi sambil tersenyum.
"apasih kamu mi,gapapa kok kak orlan"jawab wulan yang sedang membawa kayu untuk di bawa ke tenda.
"itu kamu kenapa lan kok tangannya di iket gitu"tanya Bastian yang baru lihat tangan Wulan di iket pake kain.
"oh ini tadi aku jatuh ka kesandung akar pohon yang di tanah terus jatuh tangan aku luka cuman udah di obatin kok sama kak orlan "jawab wulan sambil senyum senyum malu.
"kenapa pake kain lan ngiketnya?"tanya Bastian yang bingung dengan orlan karna mengikat dengan kain.
"iya gw lupa bawa perban tadi ketinggalan di rumah jadi sementara pake kain nati kalo udah di tenda gw mau nanya ke pak ogi atau bu rindi barang kali bawa perban.
"ouh gitu,dek kamu sama umi ke tenda duluan aja soalnya ini udah mau malam nanti kita nyusul kalo pak ogi nanyain kita bilang aja lagi bawa air"ucap Bastian yang menyuruh wulan.
"iya ka,aku duluan yahh sama umi"ucap wulan sambil jalan membawa kayu dengan umi yang membawa kayu juga.
"loh kok kamu berdua mana yg main"ucap bu rindi melihat wulan yang baru saja dateng ke tenda.
"mereka masih di sungai bu ngambil air"jawab wulan menjelaskan bahwa Bastian orlan dan hans masih di sungai untuk membawa air.
beberapa menit kemudian orlan Bastian dan hans datang dengan menggotong air yang sangat banyak untuk keperluan nanti.
"itu bu mereka"ucap umi yang memberi tahu ke bu rindi bahwa Bastian orlan dan hans sudah datang.
"maaf bu kita telat"ucap orlan meminta maaf ke bu rindi karena baru datang.
"iyh gapapa,nanti jam 7 malam nanti kalian yang membuat api unggunnya"ucap bu rindi menyuruh orlan Bastian dan hans untuk membuat api unggun karna mereka kakak kelas yang udah pernah ikut kemping waktu kelas 10 juga.
"oke bu"ucap Bastian hans dan orlan secara bersamaan"
bersambung...
tunggu kelanjutannya ya teman temann kelanjutannya bakal seru....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments