Pov Baros Sanjaya
Suasana sangat mencekam kalbu hati, kegetiran aku menghilangkan lara hati masuk dalam sanubari hati. Aku mencoba masuk dalam ruang hatinya namun aku takut perasaan ini tak sama dengan yang aku rasakan.
Aku jatuh hatinya padanya saat pandangan pertama aku melihatnya di desa tanjung batu. Aku pikir aku kehilangan kesempatan untuk bertemu dengannya lagi,tapi kenyataanya aku di pertemukan kembali oleh dia lagi bahkan satu tempat kerja yang sama sebagai seorang pengajar. Hatiku bahagia melihatnya setiap hari bahkan kami seperti seorang teman rasa pacar
Aku duduk menyilangkan tanganku begitu aku tau impiannya untuk menjadi seorang jurnalis terkenal tidak bisa dia raih, aku mencoba mencari cara agar impiannya tercapai
Ku buka sebuah ponsel pintar untuk mencari lowongan mengenai jurnalis mesin pencarian itu begitu cepat mendapatkan yang aku mau lalu aku menemukan alamat kantor serta mencatatnya di ponsel pintar
Aku berlarian mencari seorang gadis imut berlesung pipi itu dengan degupan jantung yang tak beraturan aku menghampirinya dengan perasaan yang membingungkan untuk aku jelaskan bahwa aku tidak menemaninya di sana, perasaan sesak pun muncul karena aku tidak tega membiarkannya berkarier seorang diri, tapi di satu sisi lagi aku tidak tega membiarkan ayah dari wanita yang kucintai tinggal di desa ini dengan keadaan yang mengkhawatirkan karena beliau sakit asma dan tetep harus berjualan hingga akhirnya aku kedatangan seorang tamu agung yaitu ayah dari wanita yang kucintai mengatakan bahwa aku harus menjaga anaknya bukan dirinya.
Saat aku tercengang mematung melihat perampok itu mulai mengiriskan sebuah pisau belati di leher pujaan hatiku, aku tidak tega maju untuk menyerang para perampok itu karena aku tidak mau melihat wanita yang aku cintai terluka hanya karena mempertahankan sebuah benda-benda yang menurutku bisa aku belikan kembali namun si Pahlawan kesiangan itu muncul di hadapanku dengan wanita pujaan hatiku, dia membuat aku merasa menjadi pria pengecut.
Saat si pahlawan kesiangan itu menawari aku serta pujaan hatiku untuk bekerja dengannya bahkan dia menawari kami untuk tinggal dengannya aku dengan senang hati membiarkannya untuk mengikuti kemauannya tanpa si pahlawan kesiangan itu tau bahwa aku sangat membenci tatapan matanya yang selalu mencuri pandang pada pujaan hatiku.
Aku berusaha untuk menunjukan rasa hormatku pada sainganku karena akan aku buktikan kepada sainganku bahwa aku yang lebih pantas untuk mendampingi wanita pujaan hatiku kelak
Aku akan terus berada di samping pujaan hati ku walaupun hanya di anggap sebagai teman baiknya karena suatu hari nanti dia akan mengetahui perasaan ini walaupun dengan cara yang berbeda yang dia tidak ketahui tentang jati diriku
aku akan berusaha terus menjaganya dari jauh meski aku tau itu sulit untuk aku cerna mata di balik ruang lingkupnya apakah tersirat juga hatinya untukku
Jati diriku tidak ada seorang pun yang mengetahuinya termasuk wanita pujaan hatiku, aku bukan ingin membohongi pujaan hatiku namun yang aku lakukan ini hanya ingin melindunginya dari keluargaku bahakan dari orang sekitarku
******
Ceklek...
"kalian bisa tempati kedua kamar bersebrangan ini" ucap Jio
"oke, terima kasih" ucap manda
"Tuan, apa kamar ini tidak berlebihan untuk kami tinggali?" tanya manda
"tidak, ini sesuai dengan fasilitas ukuran seorang pekerja bagiku" ucap jio
"Baiklah, Tuan. Terima kasih" ucap manda
Bersambung..
...Jangan Lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite....
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments