Setelah menolong Laras dari para preman suruhan Desni dan pacarnya, Ranu pergi begitu saja, bahkan tak berbasa-basi menawarkan dirinya untuk mengantarkan Laras pulang
Juan
Tuan apakah tidak apa membiarkannya pulang sendiri dengan keadaan seperti itu?
Ranu
Yang terjadi tak bisa di ubah, yang akan datang tak bisa di prediksi
Juan
Hah? *bingung
Ranu langsung menelepon seseorang
Ranu
📱Lakukan sekarang
***
Sementara itu di tempat yang berbeda, Bu Santi terlihat sedang duduk di altar doanya
Sambil membakar kemenyan, dia mulai membacakan mantra-mantra
Bu Santi
sesaji di gawe sembahyang, wong mati ditangekake kanggo piwales, sesajen dadi tanda kesetiaan, pejah, pejah, wengi sepi tandane wungu, wong mati ora bisa dibalekake...
Bu Santi terus memanjatkan mantra-mantra itu berulang-ulang, sambil terus menggoyangkan kedua tangannya di atas api kemenyan
Di waktu yang sama Laras yang sedikit kesal dengan tingkah Ranu yang meninggalkannya begitu saja setelah membantunya mulai menggerutu
Laras
Ih laki-laki jaman sekarang tega sekali sih
Laras
Aku kan hampir di perkosa, tapi mengapa dia tidak memiliki niatan untuk mengantarkan ku pulang
Laras
Tapi siapa mereka? Mengapa mereka menganggu ku?
Tiba-tiba sebuah bisikan terdengar di telinga Laras
Makhluk Astral
Balas dendam...
Laras
Eh... *terkejut
Laras langsung melihat ke sekeliling
Laras
Siapa?
Laras
Apakah ada orang?
Tidak ada siapapun di sana, hanya kesunyian malam dan angin yang berhembus kencang ke arah Laras
Laras yang mulai merasa merinding langsung bergegas pergi dari sana
Bahkan sampai di depan rumahnya suara-suara itu terus terngiang di telinganya
Makhluk Astral
Bunuh... Bunuh...
Laras
*mulai gemetaran saat membuka pintu
Laras yang ketakutan langsung mengunci pintu rumah dan berlari ke kamar sambil menutupi wajahnya dengan selimut, tapi makhluk astral itu tak pergi juga
Laras
Pergi... Pergilah...
Makhluk Astral
Mereka harus membayar...
Makhluk Astral
Mati... Mati... Mati...
Laras
AHH!...
Laras tiba-tiba seperti tersambar dan langsung tak sadarkan diri
Namun tiba-tiba dia bangkit kembali, tapi kali ini tatapannya berbeda
Matanya menunjukkan suatu keseriusan dan rasa membunuh
Laras
Wong mati tangi, wong urip mati, kurban kanggo tangi. Mateni... Mateni...
Comments
~✿𝙎𝙚𝙣𝙞-𝘾𝙝𝙖𝙣✿~
wong aku orang Sunda mana ngerti bahasa jawa
2025-03-22
0
Jihan Musainah
balas dendam ke siape nih kira-kira?
2024-11-26
0
Gagah Edi Permana Putra
yang orang Jawa pasti ngakak😂
2023-03-23
3