Seperti biasa jika Four J akan pulang kerja, Kirana mengerjakan tugasnya yaitu menyiapkan segala keperluan para anak asuhnya dari mulai air untuk mandi, pakaian ganti dan cemilan untuk mereka.
"Aku merasa seperti seorang ibu yang sedang merawat anak bayi," gerutu Kirana ketika ia sedang memotong buah apel di dapur untuk di jadikan cemilan Four J
"Anggap saja kamu sedang belajar mengurus suami," sahut Mbak Asih yang mendengar gerutuan Kirana.
"Bayi Mbak, bukan suami," jawab Kirana cemberut kesal, di sambut gelak tawa Mbak Asih yang sedang mengulek bumbu Ayam goreng.
"Ha ha haa. Lah yang kamu rawat itu tidak pantas di sebut bayi, Ran. Mereka pantasnya di sebut suami," balas Mbak Asih masih menyisakan tawanya.
"Lagian kenapa kamu nggak pilih satu dari mereka sih?" tanya Mbak Asih, yang sudah tahu masalah Kirana, karena Gadis itu sendiri yang menceritakan semua kepadanya.
"Aku tidak ingin terjerat dengan lelaki manapun, Mbak. Bagiku semua pria itu sama saja! Bajingan!" jawab Kirana, dengan datar karena kenangan masa lalu yang pahit melintas lagi dipikirannya.
Mbak Asih menghela nafasnya sejenak, ia tahu jika gadis yang berdiri di dekatnya itu mempunyai trauma masa lalu tersendiri hingga membuat gadis itu tidak percaya lagi dengan yang namanya pria.
"Tidak semua pria yang ada di pikiranmu itu sama, Ran." Mbak Asih berusaha untuk meyakikan Kirana.
"Aku tidak peduli!" jawab Kirana datar dan dingin.
Mbak Asih terdiam dan memilih fokus untuk mengulek bumbu lagi, karena ia tidak ingin memperpanjang pembicaraannya yang ia yakin akan berakhir dengan perdebatan.
*
*
*
Kirana berdiri di dekat pintu masuk rumah besar tersebut, bersiap untuk menyambut kedatangan para anak asuhnya yang akan memasuki rumah.
Itu Nathan, Aiden, Ansel dan satu lagi mana? Gumam Kirana mengabsen satu persatu anak asuhnya yang keluar dari dalam mobil mewah mereka masing-masing.
Sean! Anak nakal itu pasti akan bikin ulah lagi! Gumam Kirana, karena sebelumnya Jeje sudah berpesan kepadanya agar lebih memperhatikan Sean yang super bandel dan sulit untuk di atur.
"Selamat sore menjelang malam, Tuan J." Kirana menundukan kepalanya bertanda memberi hormat kepada tiga pria tampan itu yang akan memasuki rumah.
Dahi ketiga pria itu mengernyit heran ketika melihat seorang gadis cantik yang menyambut mereka.
"Apa dia ART baru?" tanya Ansel. Karena Kirana menundukan kepala ketiga pria itu tidak melihat wajah gadis itu dengan jelas.
"Lalu dimana Kirana gadis kampung itu? Aku belum puas untuk mengerjainya." Aiden menimpali.
Kirana yang mendengar ucapan Aiden menahan kekesalannya. "Jadi selama ini dia mengerjaiku! Dasar dendeng sialan!" umpat Kirana kepasa Aiden namun hanya di dalam hati.
Sedangkan Nathan menatap datar gadis yang ada di hadapannya itu. Ia menelisik penampilan gadis itu, tidak berselang lama ada senyum tipis yang membingkai bibirnya.
Kenapa dia menjadi sangat cantik? Batin Nathan.
"Maaf, Tuan. Saya Kirana bukan ART baru," jawab Kirana, mengangkat kepalanya lalu bergaya sok imut hingga membuat ketiga pria itu terpesona.
"Kirana, kamu cantik sekali," puji Ansel, sangat terpesona dengan perubahan Kirana.
"Benarkah kamu Kirana? Bukankah kemarin wajahmu itu sangat dekil dan pakaianmu lusuh hingga membuat mata ku ini sakit!" seru Aiden dengan jujur sembari mengucek kedua matanya, karena dia tidak percaya jika gadis yang ada di hadapannya itu Kirana.
Kirana cemberut kesal ketika mendengar ucapan Aiden yang sangat benar.
"Jangan berkata seperti itu, bukankah dia terlihat sangat Can ... Ehem, manis." Nathan berdehem keras ketika ia akan keceplosan mengatakan jika Kirana sangat cantik.
Hampir saja keceplosan, batin Nathan.
Nathan jaim banget yak😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Nurmala Purba11
aku suka, semoga nathan jatuh hati
2024-12-14
0
Pia Palinrungi
aq sihh yesss kalau nathan krn nathan meliat dgn hati bukan mata😅😅😅😅
2023-08-29
2
liberty
wow kalo mata udah banyak lope2nya sekali liat langsung tau yak 😜😜
2023-07-22
0