Kirana berada di pilihan yang sangat sulit. Seperti akan memakan buah simalakama itulah yang di rasakan Kirana saat ini.
Bagaimana ini? Kalau tidak aku terima Oma akan memecatku atau beliau minta ganti rugi sebesar 50 juta. Ya Tuhan, kenapa jadi rumit begini? Batin Kirana.
"Apa aku jual saja seluruh pakaian ini?" gumam Kirana, sembari membuka paperbag yang ada di atas tempat tidurnya. "Tapi, nanti jika Oma meminta pakaian ini di kembalikan bagaimana?" ucap Kirana, penuh kebimbangan.
"Aku simpan saja di dalam lemari," ucapnya lagi, lalu membawa beberapa paperbag itu menuju lemarinnya.
"Loh! Semua pakaianku kemana?!" pekik Kirana terkejut ketika membuka lemarinya dan melihat isi lemari tersebut kosong.
Oma Airin terseyum puas sembari menyedot es bobanya di ruang keluarga dengan gaya elegant.
"Jadi kau sudah membuang seluruh pakiannya?" tanya Oma Airin kepada Pak Win, kepala pelayan di rumah besar itu.
Pak Win yang berdiri tidak jauh dari Oma Airin menganggukan kepala seraya berkata. "Benar nyonya, apa nyonya yakin rencana ini akan berhasil?"
"Aku sangat yakin. Bukankah gadis itu sedang membutuhkan pekerjaan dan aku yakin jika dia akan menerima tawaranku untuk menjadi cucu menantu keluarga Clark," jawab Oma Airin sangat yakin.
Pak Win tersenyum lalu menganggukkan kepalanya lagi. Ia mendukung sepenuhnya rencana Nyonya besarnya.
Tidak berselang lama, Kirana terlihat menuruni tangga dan berjalan menghampiri Oma Airin dengan tergesa.
Oma Airin menatap Kirana dengan santai sambil menyedot es bobanya.
"Maaf, Oma. Saya ingin bertanya dimana seluruh pakaian saya?" tanya Kirana, ketika sudah berada di hadapan Oma Airin.
"Mana aku tahu!! Memangnya aku peduli dengan pakaian lusuhmu yang membuat sakit mata seluruh penghuni rumah ini!" jawab Oma Airin ketus dan pura-pura kesal dengan Kirana.
Kirana menundukan kepalanya, dan meremat ujung dressnya dengan kuat, air matanya ingin jatuh saat itu juga ketika mendengar jawaban pedas dari Oma Airin.
"Sudah pergi sana! Jika kamu tidak tidak menerima tawaranku kembalikan uang 50 juta saat ini juga atau kau di pecat! Pilih mana? Berikan jawaban saat ini juga!!"
Air mata Kirana sudah menggenang di pelupuk matanya, ia sudah tidak mampu untuk membendungnya lagi.
Apakah semua orang kaya seperti ini? Selalu merendahkan orang miskin sepertiku? Batin Kirana sedih.
Oma Airin menjadi merasa sangat bersalah ketika melihat wajah sedih Kirana.
Kirana menghapus air matanya dengan cepat lalu ia mendongakkan kepalanya dan menatap Oma Airin. "Saya mau menerima tawaran Oma, tapi saya juga ingin mengajukan syarat," ucap Kirana tidak mau kalah.
"Katakan apa syaratmu?" tanya Oma Airin, tersenyum puas di dalam hati.
"Yang pertama aku tidak bisa memilih salah satu di antara mereka—"
"Wah! Kamu serakah ya! Jadi kamu ingin 4 J menjadi pendampingmu semuanya?" potong Oma Airin dengan cepat, membuat Kirana mendesah frustasi.
"Bukan begitu Oma, maksud saya biarkan semua mengalir apa adanya. Beri saya waktu 1 bulan dan biarkan mereka yang memilih saya," jelas Kirana, karena ia sangat yakin jika 4 J tidak akan ada yang tertarik dengannya dalam waktu yang singkat.
Mana mungkin pria tampan dan kaya seperti 4 J mau menerima dan memilih upik abu seperti dirinya. Pikir Kirana.
"Kamu sok cantik sekali! Apa kamu berfikir jika mereka mau memperebutkanmu, begitu? Kepedeanmu sangat tinggi sekali ya!" ucap Om Airin, mencibir Kirana dengan pedas.
"Tentu aku pede, karena aku sangat cantik," jawab Kirana menjadi sangat kesal dengan Oma Airin, bahkan bicaranya tidak memakai bahasa formal lagi.
"Cantik karena habis di permak dengan uangku! Karena aku tidak mau rugi! Jadi aku terima persyaratanmu!! Ingat 1 bulan ya!" jawab Oma Airin, tersenyum penuh kemenangan.
Sedangkan Kirana bersorak bahagia di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 299 Episodes
Comments
Nurmala Purba11
mantap usulmu Kirana , aku padamu
2024-12-14
0
Pia Palinrungi
aq sihh maunya nathan aja yah thor biar bagaimn kan paling tua
2023-08-29
1
Anonymous
Sama nathan
2023-02-05
0