Hari ini Senin, Ojo jangan kendor dong vote nya. Satu orang satu saja 🥰 lebih pun gak masalah, author ikhlas 😂🤣🌹🌹😅
...----------------...
"Apa maksud kamu, Kinara?" sentak Andreas tak rela mendengar Kinara akan mencari suami baru.
Baby El yang mendengarnya pun menangis karena takut. Kinara langsung menepuk bokong Baby El berusaha menenangkan bayi mungil dan cantik itu.
"Jangan meninggikan suara kamu, Kak! Gara-gara kamu anakku ketakutan!" ujar Kinara berusaha menekan perkataan nya agar tak lepas kendali.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Kinara pergi meninggalkan Andreas yang termangu di depan toilet.
Pria tampan itu hanya bisa menatap punggung Kinara yang perlahan menjauh dari pandangannya.
"Dia benar-benar berubah," gumam Andreas menghela nafas berat.
*
*
Kinara memasang senyum manisnya di kala melihat Dirga sedang membersihkan wajah Vino yang belepotan karena memakan es krim.
"Kenapa lama sekali tadi?" tanya Dirga pada Kinara yang baru saja tiba.
"Banyak antrian, Kak," bohong Kinara seraya tersenyum kecil.
Dirga mengangguk kepalanya, lalu mengusap puncak kepala baby El yang terlihat nyaman dalam gendongan Kinara.
Bahkan, bayi mungil itu tak merengek atau rewel, bayi itu menyedot rakus botol susu yang telah di isi ASI Kinara.
"Dia sangat manis ya, Kak! Apalagi lesung pipinya itu loh, bikin aku gemas!" puji Kinara seraya menoel pipi baby El.
Dirga melihat Kinara yang tersenyum tulus menatap baby El pun merasa hangat hatinya.
"Iya dia sangat cantik, lesung pipinya juga. Sama seperti belah dagu yang kamu punya!" balas Dirga memuji Kinara menatap dagu Kinara yang terbelah.
Sangat menarik untuk di lihat, bahkan Dirga tak bisa menahan pikiran kotor nya melihat belah dagu Kinara.
Haiss … sepertinya aku kelamaan duda batin Dirga kesal.
Kinara yang melihat wajah Dirga merah padam bak kepiting rebus pun merasa heran sekaligus khawatir.
"Kakak sakit?" tanya Kinara meletakkan punggung tangannya di kening Dirga guna memeriksa suhu tubuh Dirga.
Deggg.
Jantung Durga berdegup kencang di kala merasakan halusnya punggung tangan Kinara. Pria tampan itu sekuat tenaga menahan senyumnya.
"Ekhem, aku tidak apa-apa! Setelah ini kita ke mana lagi?" Dirga berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kita pulang aja, Kak. Kasihan Vino dan Beby El kelelahan!" ujar Kinara membuat Dirga setuju.
Vino yang melihat anak-anak seumuran dengannya mencium pipi kedua orang tuanya pun langsung memeragakan hal tersebut.
"Papa." Vino mencium pipi Dirga membuat pria tampan itu tersenyum lebar.
"Mama gak di cium?" tanya Kinara pura-pura ngambek.
"Mama … ummuach!" Vino mencium pipi Kinara membuat janda muda itu terkikik geli.
Mereka berempat terlihat seperti keluarga kecil yang harmonis. Tak jarang orang-orang sekitar mereka yang melihatnya pun memuji mereka.
Dirga dan Kinara terlihat sangat serasi, terlebih lagi keduanya saling menggendong anak-anak mereka.
Dirga menggendong Vino dan Kinara menggendong baby El. Mereka bangkit berdiri dari tepi kolam bola pergi meninggalkan zona permainan anak.
"Kita pulang sekarang!" ujar Dirga di angguki oleh Kinara.
*
*
*
"Terima kasih!" ujar Kinara dan Dirga serempak saat tiba di depan toko bunga.
Keduanya pun tersenyum canggung mendengarnya.
"He he … terima kasih untuk hari ini ya, Kak! Udah mau temani aku dan Vino bermain!" Kinara tersenyum tulus seraya mengusap punggung Vino yang terlelap dalam gendongannya.
"Sama-sama … aku juga senang karena baby El juga terlihat bahagia hari ini. Apa lain kali aku bisa mengajak kalian pergi bermain lagi?" tanya Dirga gugup membuat Kinara tersenyum lebar.
"Tentu, aku dan Vino pasti bakal senang banget! Kapanpun yang kakak ajak aku pasti mau, kok!" balas Kinara semangat.
Sifat polos nya keluar begitu saja saat berhadapan dengan Dirga. Membayangkan anaknya Vino bermain seperti tadi membuat hatinya menghangat.
Dia bahagia karena akhirnya Vino memiliki moment bahagia di masa kecil.
"Baiklah, aku pulang dulu! Selamat malam!" Dirga tersenyum lebar lalu segera masuk ke dalam mobilnya.
Kinara melambaikan tangan nya sampai mobil Dirga tak tampak lagi barulah Kinara membalikkan badannya ingin masuk ke dalam toko bunga.
Namun, baru saja Kinara memegang gagang pintu. Suara bariton memanggil namanya.
"Nara."
Kinara membalikkan badannya menatap sosok yang memanggil dirinya.
Deggg.
"Papa," gumam Kinara pelan.
*
*
Waduh … gimana itu? Ibu Anin … mana ibu Anin 🤧🤧😜
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem ANEUK Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Husin Ihsan
sdh... jadian aja bran sama Bu Anin 😀
2024-08-22
1
Jamayah Tambi
Ayah apa seperti itu/Sob//Sob/
2024-08-03
0
Mira Wardhani
kebiasaan
2024-03-05
2