2. Akad

°°°

Acara pernikahan akan digelar secara sederhana di kediaman keluarga mempelai perempuan. Sanak saudara sudah berkumpul untuk membantu mempersiapkan acara yang berlangsung esok hari dan mereka juga mengucapkan selamat pada Abi dan Umi. Mereka ikut senang putri dari saudara mereka menikah dengan pria kaya dari kota. Begitulah gosip yang beredar dari para tetangga.

Padahal umi dan Abi tidak pernah bercerita pada siapapun tentang calon suami putrinya. Rara pun tidak pernah bercerita pada teman-temannya, ya mereka pun kaget saat mendengar temannya akan menikah padahal mereka baru saja lulus. Rara adalah murid yang pintar, dia juga mendapatkan beasiswa S1 dari sekolahnya. Teman dan guru-gurunya sangat menyayangkan keputusan menikah muda yang Rara ambil hanya karena pria kaya dari kota.

Usut punya usut, rumor itu beredar karena tetangga sering melihat mobil kakek Tio saat berkunjung. Mereka asal menebak dan menyebar luaskan tanpa bertanya kenyataannya. Umi dan Abi tidak memikirkan hal itu, bagi mereka fitnah adalah sarana untuk mengurangi dosa-dosa kita. Ada hal yang jauh lebih penting yaitu putrinya yang akan mulai berjuang menjalani bahtera pernikahan.

Kakak perempuan Rara baru pulang tadi malam dan baru diberi tau semuanya. Ia menangis sejadinya, sebagai kakak ia malah membiarkan adiknya masuk dalam pernikahan yang tidak jelas arahnya.

"Mbak, berhenti menangis nanti cantiknya ilang loh." Goda Rara.

Bukannya berhenti menangis kakaknya itu malah semakin terisak-isak dalam pelukannya.

"Kenapa kau mau menerimanya Dek?"

"Dia adalah jodoh yang Allah kirim, Rara tidak bisa menolak."

Selama tiga bulan ini Rara benar-benar memantapkan hatinya, hingga ia bisa sekuat sekarang.

"Kau masih terlalu muda untuk menjalani kehidupan pernikahan seperti itu. Mbak saja mungkin tidak akan kuat Dek."

"Itulah sebabnya Allah memberikan pria itu padaku Mbak, karena Allah tau Mbak Luna tidak akan kuat."

Rara sedikit terkekeh untuk mencairkan suasana. Kakaknya itu sejak pulang sampai pagi ini masih terus menangis.

"Kau itu..." Luna mencubit pipi adik kecilnya, ya baginya Rara selalu menjadi adik kecilnya.

Luna masih tidak menyangka kalau adiknya bisa berpikir sangat bijaksana, sama seperti umi dan Abi yang terkejut waktu itu.

"Jangan menangis lagi, adikmu ini mau menikah bukan mau pergi kemedan perang," ujar Rara seraya mengambil tissue di atas meja rias lalu mengelap air mata kakaknya.

Sadarkah Rara jika yang akan ia hadapi mungkin jauh lebih berat dari medan perang yang saling membunuh secara terang-terangan. Luna tau betul bagaimana menjalani pernikahan seperti itu, karena ia kuliah di jurusan psikologi. Ia banyak belajar dan melakukan riset pada hubungan suami istri, dimana perang batin akan lebih menyiksa dari pada bunuh membunuh.

"Tidak bisakah kau batalkan saja perjodohan ini. Kau bisa mencari suami yang mencintai mu dan kamu cintai."

"Tapi aku tidak bisa mengangkat derajat ku di depan Allah Mbak. Ujian dan cobaan adalah sarana seorang hamba menaikkan derajatnya. Mbak tenang saja, doakan aku agar Allah memberikan adikmu ini kesabaran yang tiada batasnya."

Abi yang mendengar percakapan kedua putrinya dibalik pintu tanpa sadar menitikkan air mata. Esok adalah hari dimana ia menikahkan si bungsu pada laki-laki yang Abi sendiri belum pernah melihatnya.

Selama ini kakek Tio datang hanya sendiri, cucunya yang akan dinikahkan sama sekali tidak pernah datang untuk sekedar saling mengenal.

Hati Abi semakin nyeri, ayah mana yang tidak sedih jika tau anaknya akan menjalani kehidupan pernikahan yang tidak mudah. Lelaki seperti apa yang almarhum kakek Abdullah jodohkan dengan cucunya sendiri, meski kakek Tio sangat baik tidak menjamin keturunannya akan baik juga. Abi hanya bisa mendoakan putrinya dari jauh, karena setelah menikah Rara akan ikut suaminya.

,,,

Hari yang dinantikan pun tiba. Hari ini Rara akan dipinang oleh lelaki bernama Revan, hanya nama itu yang ia tau, seperti apa wajah atau sifatnya sama sekali tidak Rara ketahui. Bahkan jika berta'aruf saja kita boleh mengenal dan mengetahui sifat-sifat calon pasangan kita, tapi ini Rara hanya sekedar tau katanya. Kakek Tio lah yang telah menceritakan semuanya, Rara juga tidak tau apa calon suaminya itu tau seperti apa wajah calon istrinya.

"Kau cantik sekali, Dek." Luna baru saja akan memanggil adiknya dan mengabari jika keluarga calon suaminya sudah datang.

"Terimakasih Mbak," jawab Rara yang melihat kakaknya masuk dari cermin besar di depannya.

"Keluarga calon suamimu sudah datang," lirih Luna.

Rara tau betul apa yang dirasakan kakaknya, sampai tadi pagi pun Luna masih berusaha membujuk adiknya untuk membatalkan pernikahan ini.

"Apa lelaki itu juga sudah datang Mbak?" Ragu Rara saat akan menanyakan perihal lelaki yang akan menjadi suaminya.

"Iya dan dia juga tampan." Tidak ada kebahagiaan di wajah Luna saat mengatakannya. Dia sudah melihat sendiri tadi bagaimana sikap calon adik iparnya, sebagai calon psikolog Luna bisa membaca raut wajahnya.

Terlihat dingin dan agak kaku pria yang akan menikahi adiknya, keterpaksaan dalam menjalani pernikahan dengan sang adik sangat diperlihatkan.

"Mbak..." Rara menyentuh tangan sang kakak yang berada di pundaknya.

"Ada apa?" tanyanya yang melihat sang kakak melamun.

"Tidak apa-apa Dek." Segera Luna menormalkan raut wajahnya.

Semalam Rara berhasil membuat kakaknya berjanji akan mendukung apapun keputusannya. Tetapi dengan syarat, Rara harus selalu menceritakan padanya nanti jika menemui masalah.

"Ayo kita kedepan?"

Rara menggunakan kebaya putih yang membuatnya semakin terlihat cantik, bukan baju pengantin yang menjuntai seperti kebanyakan orang saat ini. Hanya kebaya sederhana tapi tetap membuat Rara semakin cantik memakainya.

Luna membantu adiknya berjalan menuju tempat untuk dilaksanakan akad.

Para tetangga dan sanak saudara sudah duduk di sekeliling penghulu dan seorang lelaki. Rara melihat punggungnya dari kejauhan, dari belakang terlihat jika calon suaminya itu tinggi dan tegap. Dengan balutan jas berwarna putih senada dengan kebaya yang Rara pakai.

"Mbak akan selalu mendoakanmu Dek." Bisik Luna saat mereka telah sampai di meja akad.

Rara duduk disebelah calon suaminya, ia menunduk tidak mempunyai keberanian untuk sekedar menoleh. Lelaki itu pun sama, tatapan matanya entah kemana padahal sang calon istri sudah ada disampingnya, mereka sama-sama enggan untuk menoleh.

"Kita bisa mulai sekarang pak penghulu." Kakek Tio sangat antusias.

Penghulu pun mulai memberikan sedikit wejangan dan nasehat pada sepasang calon suami istri itu, Rara mendengarkan dengan seksama dan menganggukkan kepalanya sesekali.

"Baiklah kita mulai saja, takutnya mereka sudah tidak sabar," kata pak penghulu sedikit bercanda mungkin tujuannya untuk mengurangi kegugupan si calon pengantin.

Sebagai wali dari Rara ternyata Abi sendirilah yang akan menikahkan putrinya. Abi dan calon menantunya sudah saling bersalaman tinggal mengucap ijab qobul.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/Ananda Revano Hermawan bin Roni Hermawan dengan anak saya yang bernama Mahira Nareswari dengan maskawin uang tunai sebesar lima juta rupiah dan seperangkat alat sholat, Tunai.”

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Mahira Nareswari binti Abdul Aziz dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”

"Sah..."

Suara saksi dan para tamu bersahutan, bersamaan dengan tangis haru Abi yang menetes. Dengan tangannya sendiri Abi menyerahkan putri tercintanya pada seorang lelaki yang kini menjadi menantunya. Dengan penuh doa dan harapan agar rumah tangga mereka dilimpahkan karunia Allah dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

to be continue....

°°°

Jangan lupa like, komen dan favorit.

Terimakasih yang sudah mau mendukung dan membaca karya ini.

Bunga atau kopi juga author terima.

Sehat selalu pembacaku tersayang.

Terpopuler

Comments

Nurma sari Sari

Nurma sari Sari

Halal....

2023-03-25

3

Satria Joyo P

Satria Joyo P

mampir ya tour

2022-08-18

1

Desrina Tobing

Desrina Tobing

sah,,, s olah ikut aku menyaksikan.....seru KK,, mulai bendera kibar moga yg Rara dokan terkabul klo pun proses sngat rumit 😍😍😍

2022-05-29

2

lihat semua
Episodes
1 1. Menerima Perjodohan
2 2. Akad
3 3. Perpisahan
4 4. Kekhawatiran Abi
5 5. Luka Di Awal
6 6. Gendong
7 7. Mengurusi Suami
8 8. Berawal Dari Perut
9 9. Tidak Akan Melepaskan
10 10. Salah Arti
11 11. Perihal Tidur Satu Ranjang
12 12. Kalau Cemburu Bilang Saja.
13 13. Teman Baru
14 14. Menunggu Hingga Lelah
15 15. Satu Mobil Dengan Kekasihnya
16 16. Terbayang Wajahnya
17 17. Telepon Dari Mbak
18 18. Sup Buatan Rara
19 19. Rencana Licik Lagi
20 20. Berulah Lagi.
21 21. Jalan-jalan Ke Mall
22 22. Ibu dan Anak Sama
23 23. Luka yang Kembali Menganga
24 24. Kesabaran yang Tak Terkikis Waktu
25 25. Terjebak dan Tak Bisa Pulang
26 26. Kegelisahan Rara
27 27. Bersandar Pada Suami Orang
28 28. Casanova Baru
29 29. Wajah Tampan Tidak Bikin Kenyang
30 30. Tidur Disembarang Tempat
31 31. Kenyataan Yang Memalukan
32 32. Kemarahan yang Meluap
33 33. Terasa Berat
34 34. Doa Rara
35 35. Kesedihan Tersembunyi
36 36.Kebahagiaan kakek
37 37. Tidak Rela
38 38. Makan Malam
39 39. Sesi Mendebarkan
40 40. Semakin Baik
41 41. Tau Namanya
42 42. Pepet Terus
43 43. Tuduhan
44 44. Karma
45 45. Kedatangan Mertua
46 46. Bolehkah?
47 47. Rencana Berlibur
48 48. Mengenang
49 49. Perlahan Tapi Pasti
50 50. Semena-mena
51 51. Kedatangan Sakka
52 52. Bertemu Kakak Ipar
53 53. Jangan Sentuh Sembarangan
54 54. Mengambil Hati Kakak Ipar
55 55. Nasib Revan
56 56. Pangkuan Umi
57 57. Jiwa Jomblo Meronta
58 58. Tetaplah Disampingku
59 59. Apa Kau Tidak Normal?
60 60. Masih Terasa Sempit
61 61. Enak-enak Dapat Black card
62 62. Masih Perkara Black card
63 63. Cemburunya Revan
64 64. Takut Kehilangan
65 65. Apa Rara Hamil?
66 66. Pupusnya Harapan Kakek
67 67. Ungkapan Perasaan
68 68. Gigitan Gemas
69 69. Perkara Datang Bulan
70 70. Sudahi Saja
71 71. Nekat Bunuh Diri?
72 72. Suara desahan di kamar mamah
73 73. Apa kau ingin sesuatu?
74 74. Sedikit saja Kak.
75 75. Memanggil Apa?
76 76. Drama Pagi Hari
77 77. Hukuman yang Tertunda
78 78. Lia vs Sakka
79 79. Sakka Menyerah
80 80. Curhat
81 81. Saling Bertukar Rahasia
82 82. Merindu
83 83. Secantik Senja
84 84. Ingin selalu Memeluk
85 85. Benci tapi Rindu
86 86. Mari Berteman
87 87. Menyadari Kesalahannya
88 88. Kangen Berat
89 89. Mengkhawatirkan Kakek
90 90. Pesan Berantai
91 91. Pencuri Cantik
92 92. Aku Sudah Siap
93 93. Belajar Bersama
94 94. Hampir Menabrak
95 95. Tumpangan Dari Seseorang
96 96. Perilaku Aneh
97 97. Penyakit Berbahaya??
98 98. Sebuah Kenyataan
99 99. Assisten Luknut
100 100. Aku Percaya
101 101. Kuat dan Hebat
102 102. Papah Janji
103 103. Kedatangan Keluarga Rara
104 104. Pria Mesum
105 105. Tidak Mungkin
106 106. Aku Akan Menggugurkannya!!
107 107. Manusia atau hantu
108 108. Kejutan yang Gagal
109 109. Kecewa Lagi
110 110. Menghadapi Mertua
111 111. Apa yang Harus Aku Lakukan?
112 112. Kikuk-kikuk
113 113. Menyingkirkan Benalu
114 114. Kejutan Dari Kakak Ipar
115 115. Kostum
116 116. Buat Dia Sadar!!
117 117. Aku anakmu Mah...
118 118. Malam Panjang
119 119. Melihat Semuanya
120 120. Kehebohan Kakek
121 121. Aku Mau Itu...
122 122. Kamar
123 123. Orang Miskin (Sakka & Lia)
124 124. Pembalasan Rara
125 125. Tidak Jadi Memakannya
126 126. Temani Mandi
127 127. Masalah Lia
128 128. Sesuatu yang Sesak Di Dalam Celana
129 129. Ingin Merasakannya Lagi
130 130. Semakin Besar (Warning! Area panas)
131 131. Dua Sejoli
132 132. Pijatan Yang Nikmat
133 133. Masalah Mendesak
134 134. Suami Idaman
135 135. Bunganya Dulu
136 136. Gelisah
137 137. Mencari Pertolongan
138 138. Sudah Lebih Dulu Berhasil Membuat Anak
139 139. Dicaci dan Dihina
140 140. Pergi tak Untuk Kembali
141 141. Febby Galau
142 142. Tidak Berarti
143 143. Dua Pria Yang Tersiksa
144 144. Amarah Warga
145 145. Damai
146 146. Godaan Para Gadis Desa
147 147. Tidak ada Kabar
148 148. Layani Aku
149 149. Dewi Penolong
150 150. Tidak ada Lagi Perumusan
151 151. Cobaan Lagi
152 152. Racun
153 153. Tidak Fokus
154 154. Mike Menyebalkan
155 155. Persiapan Menyambut Pasangan
156 156. Kabar Buruk
157 157. Dunia seakan Hancur
158 158. Bertahan
159 159. Sebuah Kenyataan
160 160. Saling Mendukung
161 161. Bagaimana Rasanya?
162 162. Sadar
163 163. Sudah Menjadi Keluarga
164 164. Semoga
165 165. Makan Kamu
166 166. Masa Lalu Mamah Wina
167 167. Mike Mendengarnya
168 168. Keadaan Mike
169 169. Diperbolehkan Pulang
170 170. Pergerakan Mike
171 171. Sampai di Rumah
172 172. Perkara Melepaskan Celana
173 173. Membantu Dalam Arti Lain
174 174. Lia Kembali
175 Novel Baru
176 175. Janji Lia
177 176. Stop!!
178 177. Jadilah Istriku
179 178. Insecure
180 179. Bertemu Calon Mertua
181 180. Camer Idaman
182 181. Bagaimana Rasanya?
183 182. Dituduh
184 183. Tidak Bersalah
185 184. Posesif
186 185. Obrolan Pasutri
187 186. Istri Pengertian
188 187. Tamak
189 188. Selesai Satu Masalah
190 189. Si Pria Datar
191 190. Suami Tampan
192 191. Cukup Mah!!
193 192. Ibu-ibu Minta ditabok
194 193. Ledekan Kakak Ipar
195 194. Kostum Lagi
196 195. Sakka sudah insyaf
197 196. Pencarian Sekretaris
198 197. Rara Menghilang
199 198. Gara-gara Hujan
200 199. Sebelum Janur kuning Melengkung
201 200. Seleksi
202 201. it's a Boy
203 202. Perubahan Febby
204 203. Ternyata Rindu???
205 204. Sekretaris Baru
206 205. Semakin Parah
207 206. Benarkah aku hamil??
208 207. Ingatkah??
209 208. Dapat Kejutan
210 209. Nyata atau Tidak
211 210. Normal
212 211. Penyebab
213 212. Keajaiban itu ada
214 213. Rebutan
215 214. Baby Nathan
216 215. Menjaga Nathan
217 216. Sulit Hamil
218 217. Mengajak Pergi
219 218. Penuh Kejutan(Malam Romantis Lia dan Sakka)
220 219. Menyenangkan Istri
221 220. Terbalik
222 221. Ngidam Yang Aneh
223 222. Tunggu Papah Pulang
224 223. Saling Ledek
225 224. Mike Mengalihkan Dunia
226 225. Bersalin
227 226. Arin
228 227. Berproses
229 228. Kegundahan Febby
230 229. Mamah Wina Belum Berubah
231 230. Febby Menyerah
232 231. Arin dan Nathan
233 232. Kekhawatiran Rara
234 233. Pesta
235 Intip juga
236 Nikahi Aku, Kak!
237 My Arogant Wife
238 Pesona duren, ayah temanku
Episodes

Updated 238 Episodes

1
1. Menerima Perjodohan
2
2. Akad
3
3. Perpisahan
4
4. Kekhawatiran Abi
5
5. Luka Di Awal
6
6. Gendong
7
7. Mengurusi Suami
8
8. Berawal Dari Perut
9
9. Tidak Akan Melepaskan
10
10. Salah Arti
11
11. Perihal Tidur Satu Ranjang
12
12. Kalau Cemburu Bilang Saja.
13
13. Teman Baru
14
14. Menunggu Hingga Lelah
15
15. Satu Mobil Dengan Kekasihnya
16
16. Terbayang Wajahnya
17
17. Telepon Dari Mbak
18
18. Sup Buatan Rara
19
19. Rencana Licik Lagi
20
20. Berulah Lagi.
21
21. Jalan-jalan Ke Mall
22
22. Ibu dan Anak Sama
23
23. Luka yang Kembali Menganga
24
24. Kesabaran yang Tak Terkikis Waktu
25
25. Terjebak dan Tak Bisa Pulang
26
26. Kegelisahan Rara
27
27. Bersandar Pada Suami Orang
28
28. Casanova Baru
29
29. Wajah Tampan Tidak Bikin Kenyang
30
30. Tidur Disembarang Tempat
31
31. Kenyataan Yang Memalukan
32
32. Kemarahan yang Meluap
33
33. Terasa Berat
34
34. Doa Rara
35
35. Kesedihan Tersembunyi
36
36.Kebahagiaan kakek
37
37. Tidak Rela
38
38. Makan Malam
39
39. Sesi Mendebarkan
40
40. Semakin Baik
41
41. Tau Namanya
42
42. Pepet Terus
43
43. Tuduhan
44
44. Karma
45
45. Kedatangan Mertua
46
46. Bolehkah?
47
47. Rencana Berlibur
48
48. Mengenang
49
49. Perlahan Tapi Pasti
50
50. Semena-mena
51
51. Kedatangan Sakka
52
52. Bertemu Kakak Ipar
53
53. Jangan Sentuh Sembarangan
54
54. Mengambil Hati Kakak Ipar
55
55. Nasib Revan
56
56. Pangkuan Umi
57
57. Jiwa Jomblo Meronta
58
58. Tetaplah Disampingku
59
59. Apa Kau Tidak Normal?
60
60. Masih Terasa Sempit
61
61. Enak-enak Dapat Black card
62
62. Masih Perkara Black card
63
63. Cemburunya Revan
64
64. Takut Kehilangan
65
65. Apa Rara Hamil?
66
66. Pupusnya Harapan Kakek
67
67. Ungkapan Perasaan
68
68. Gigitan Gemas
69
69. Perkara Datang Bulan
70
70. Sudahi Saja
71
71. Nekat Bunuh Diri?
72
72. Suara desahan di kamar mamah
73
73. Apa kau ingin sesuatu?
74
74. Sedikit saja Kak.
75
75. Memanggil Apa?
76
76. Drama Pagi Hari
77
77. Hukuman yang Tertunda
78
78. Lia vs Sakka
79
79. Sakka Menyerah
80
80. Curhat
81
81. Saling Bertukar Rahasia
82
82. Merindu
83
83. Secantik Senja
84
84. Ingin selalu Memeluk
85
85. Benci tapi Rindu
86
86. Mari Berteman
87
87. Menyadari Kesalahannya
88
88. Kangen Berat
89
89. Mengkhawatirkan Kakek
90
90. Pesan Berantai
91
91. Pencuri Cantik
92
92. Aku Sudah Siap
93
93. Belajar Bersama
94
94. Hampir Menabrak
95
95. Tumpangan Dari Seseorang
96
96. Perilaku Aneh
97
97. Penyakit Berbahaya??
98
98. Sebuah Kenyataan
99
99. Assisten Luknut
100
100. Aku Percaya
101
101. Kuat dan Hebat
102
102. Papah Janji
103
103. Kedatangan Keluarga Rara
104
104. Pria Mesum
105
105. Tidak Mungkin
106
106. Aku Akan Menggugurkannya!!
107
107. Manusia atau hantu
108
108. Kejutan yang Gagal
109
109. Kecewa Lagi
110
110. Menghadapi Mertua
111
111. Apa yang Harus Aku Lakukan?
112
112. Kikuk-kikuk
113
113. Menyingkirkan Benalu
114
114. Kejutan Dari Kakak Ipar
115
115. Kostum
116
116. Buat Dia Sadar!!
117
117. Aku anakmu Mah...
118
118. Malam Panjang
119
119. Melihat Semuanya
120
120. Kehebohan Kakek
121
121. Aku Mau Itu...
122
122. Kamar
123
123. Orang Miskin (Sakka & Lia)
124
124. Pembalasan Rara
125
125. Tidak Jadi Memakannya
126
126. Temani Mandi
127
127. Masalah Lia
128
128. Sesuatu yang Sesak Di Dalam Celana
129
129. Ingin Merasakannya Lagi
130
130. Semakin Besar (Warning! Area panas)
131
131. Dua Sejoli
132
132. Pijatan Yang Nikmat
133
133. Masalah Mendesak
134
134. Suami Idaman
135
135. Bunganya Dulu
136
136. Gelisah
137
137. Mencari Pertolongan
138
138. Sudah Lebih Dulu Berhasil Membuat Anak
139
139. Dicaci dan Dihina
140
140. Pergi tak Untuk Kembali
141
141. Febby Galau
142
142. Tidak Berarti
143
143. Dua Pria Yang Tersiksa
144
144. Amarah Warga
145
145. Damai
146
146. Godaan Para Gadis Desa
147
147. Tidak ada Kabar
148
148. Layani Aku
149
149. Dewi Penolong
150
150. Tidak ada Lagi Perumusan
151
151. Cobaan Lagi
152
152. Racun
153
153. Tidak Fokus
154
154. Mike Menyebalkan
155
155. Persiapan Menyambut Pasangan
156
156. Kabar Buruk
157
157. Dunia seakan Hancur
158
158. Bertahan
159
159. Sebuah Kenyataan
160
160. Saling Mendukung
161
161. Bagaimana Rasanya?
162
162. Sadar
163
163. Sudah Menjadi Keluarga
164
164. Semoga
165
165. Makan Kamu
166
166. Masa Lalu Mamah Wina
167
167. Mike Mendengarnya
168
168. Keadaan Mike
169
169. Diperbolehkan Pulang
170
170. Pergerakan Mike
171
171. Sampai di Rumah
172
172. Perkara Melepaskan Celana
173
173. Membantu Dalam Arti Lain
174
174. Lia Kembali
175
Novel Baru
176
175. Janji Lia
177
176. Stop!!
178
177. Jadilah Istriku
179
178. Insecure
180
179. Bertemu Calon Mertua
181
180. Camer Idaman
182
181. Bagaimana Rasanya?
183
182. Dituduh
184
183. Tidak Bersalah
185
184. Posesif
186
185. Obrolan Pasutri
187
186. Istri Pengertian
188
187. Tamak
189
188. Selesai Satu Masalah
190
189. Si Pria Datar
191
190. Suami Tampan
192
191. Cukup Mah!!
193
192. Ibu-ibu Minta ditabok
194
193. Ledekan Kakak Ipar
195
194. Kostum Lagi
196
195. Sakka sudah insyaf
197
196. Pencarian Sekretaris
198
197. Rara Menghilang
199
198. Gara-gara Hujan
200
199. Sebelum Janur kuning Melengkung
201
200. Seleksi
202
201. it's a Boy
203
202. Perubahan Febby
204
203. Ternyata Rindu???
205
204. Sekretaris Baru
206
205. Semakin Parah
207
206. Benarkah aku hamil??
208
207. Ingatkah??
209
208. Dapat Kejutan
210
209. Nyata atau Tidak
211
210. Normal
212
211. Penyebab
213
212. Keajaiban itu ada
214
213. Rebutan
215
214. Baby Nathan
216
215. Menjaga Nathan
217
216. Sulit Hamil
218
217. Mengajak Pergi
219
218. Penuh Kejutan(Malam Romantis Lia dan Sakka)
220
219. Menyenangkan Istri
221
220. Terbalik
222
221. Ngidam Yang Aneh
223
222. Tunggu Papah Pulang
224
223. Saling Ledek
225
224. Mike Mengalihkan Dunia
226
225. Bersalin
227
226. Arin
228
227. Berproses
229
228. Kegundahan Febby
230
229. Mamah Wina Belum Berubah
231
230. Febby Menyerah
232
231. Arin dan Nathan
233
232. Kekhawatiran Rara
234
233. Pesta
235
Intip juga
236
Nikahi Aku, Kak!
237
My Arogant Wife
238
Pesona duren, ayah temanku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!