Pernikahan Anjing Dan Kucing
Episode 9
Terik matahari yang silau nan panas membuat keringat yang bercucuran di tubuh Haikal enggan untuk berhenti keluar. Nafasnya memburu, ia lelah apalagi ia belum sempat sarapan.
Haikal Rafiko
Hebat juga gue tadi gak sampe pingsan. [ Menyandarkan kepalanya di pohon dengan mata tertutup ]
Haikal Rafiko
Pagi-pagi belum sarapan, pas nyambe sekolah di suruh lari. Emang gak ada hati tuh mereka semua. ( oceh-nya tak berhenti )
Haikal Rafiko
Itu juga, punya istri main ninggalin aja. Masakin kagak, tapi malah di tinggal duluan.
Suara kaki seseorang yang datang dan berhenti didepan Haikal setelah beberapa saat laki-laki selesai mengoceh.
Haikal Rafiko
{ Baru di samperin, tadi ke mana aja waktu imamnya di suruh lari puter lapangan?! }
Haikal Rafiko
{ Kalau dia sampai minta maaf nanti, gue pasti bikin dia susah dulu sebelum maafin dia. }
Haikal Rafiko
Ngapain kesini? ( sedikit judes )
Orang
Mau kasih kamu minuman, pasti kamu haus habis lari gitu.
Haikal Rafiko
Apa peduli lo?!
Haikal Rafiko
Seharusnya lo seneng kan liat musuh lo habis di hukum kayak gini.
Orang
E_enggak Kal, aku gak pernah nganggep kamu sebagai musuh dan enggak pernah seneng liat kamu kayak gini. ( nada suara berubah )
Tunggu!. Haikal seperti merasakan sebuah kejanggalan.
Sejak kapan Rara menggunakan bahasa aku-kamu terhadap Haikal? sejak kapan Rara berbicara dengan nada suara seperti itu kepada Haikal?. Seperti nya ada yang salah.
Haikal segera membuka matanya ketika ia menyadari kejanggalan tersebut.
Haikal Rafiko
[ Membuka mata dengan cepat ]
Loh, E_elo? [ Segera membenarkan posisi duduknya ]
Haikal Rafiko
Dara?, sedang ada disini?
Dara Asyandra
Aku mau ngasih kamu minum donk, kan kamu habis lari, pasti capek kan.
Dara Asyandra
Nih buat kamu. [ Menyodorkan sebotol air pada Haikal dengan senyum lebar dibibirnya ]
Haikal Rafiko
Bu_buat gue?
Dara Asyandra
Iya donk, buat siapa lagi coba kalau bukan buat kamu.
Dara Asyandra
Nih ambil. [ Semakin menyodorkan ]
Akhirnya Haikal dengan terpaksa menerima air pemberian Dara dan meminumnya.
Haikal Rafiko
Makasih. [ menutup kembali botol air tersebut setelah menghabiskan setengah isinya ]
Dara Asyandra
Sama-sama. [ Masih dengan senyum lebarnya ]
Sedangkan di pinggir lapangan sana ada yang memperhatikan mereka berdua dengannya botol air di tangan nya.
Ralin Prima Azia
[ Meremas botol di tangan nya hingga air di dalamnya keluar sedikit demi sedikit ]
Rara meremas botol di tangan nya sampai air di dalam botol itu mengering dan bentuk botolnya sudah tak berbentuk lagi.
Ralin Prima Azia
[ Melihat botol di tangan nya ]
Ralin Prima Azia
Udah gak penting. [ melempar botol itu sembarangan ]
Lemparan sembarangan dari Rara itu masuk tepat kedalam tempat sampah.
Ralin Prima Azia
[ Pergi dari sana dalam keadaan kesal ]
Comments
ily💞
aduh,waktu Haikal bilang "imamnya" akh...kok aku malah yg salting💘
2021-12-07
4
.....
next
2021-12-07
1