Di kamar, setelah menidurkan putranya yang kelelahan karena berlatih dan belajar. Liang Zi termenung membayangkan kejadian saat melihat suaminya terpaksa bermain sendiri karena ulah tamu bulanan nya.
Liang zi
Lucu sekali, tapi aku juga kasihan. Lagipula siapa yang menyuruh tidak sabaran.
Liang zi
Tapi tak apa, aku akan buat kejutan untuknya. Lagipula sudah lama kami tidak melakukannya.
Liang zi
Aku harus berikan hadiah bukan. Aku adalah meminta Qian mengurus nanti.
Comments